Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Dompet Natal
13
Suka
17,152
Dibaca

Hujan mengembun di jendela pada pagi Natal yang tenang. Daniel terjaga dengan perasaan heran ketika menemukan sebuah dompet di bawah bantalnya. Dompet itu dibungkus kotak tembus pandang bermotif cemara dan tidak berkerut sekalipun ditindih kepalanya semalaman. Secarik kertas terselip di dalamnya. Dia membukanya. Selamat Natal, Daniel. Semoga Tuhan memenuhi harimu dengan damai sejahtera. Hanya itu yang tertulis. Dia mengambil dompet itu, lalu membolak-baliknya, ternyata sama dengan dompet yang hilang pada Misa Malam Kudus kemarin—dompet tua yang sudah dimilikinya hampir lima belas tahun lamanya. Dengan bingung, dia bangkit berdiri untuk memeriksa pintu—dikunci. Jendela—rapat dan digerendel. Daniel mengambil ponsel, lalu memencet sederet nomor. 

"Halo, Ma."

"Halo, Daniel."

"Selamat Natal ya, Ma. Sekali lagi, maaf, Daniel baru bisa pulang akhir tahun nanti."

"Selamat Natal juga. Tidak masalah. Yang penting kamu baik-baik saja. Jangan lupa makan, ya. Kamu tumben sudah bangun jam segini?"

Daniel melihat jam, ternyata baru pukul 05.00.

"Iya, ya. Maaf menelpon pagi-pagi benar. Mama juga. Jangan lupa makan. Papa di mana, Ma?"

"Papa masih tidur. Mau Mama bangunkan?"

"Tak perlu, Ma. Omong-omong, Mama dan Papa kemarin tidak ke kos-kosan Daniel, 'kan?"

Mamanya tertawa, lalu berkata, "Tidak. Ada apa?"

Daniel menjelaskan semuanya, dan mamanya hanya menjawab singkat, "Mungkin keajaiban Natal. Mungkin Santa Claus benar-benar ada."

"Mana mungkin!"

Meski begitu, Daniel bingung bagaimana dompet itu bisa ada di sana.

Dia berbincang cukup lama dengan mamanya sebelum memutuskan mengakhirinya. Dia lalu teringat Lulu, perempuan yang sudah dikencaninya sejak kuliah, tapi tidak. Lulu tidak mungkin datang ke indekosnya hanya untuk menyelipkan sebuah dompet, lalu pergi lagi. Apalagi, kekasihnya tengah berlibur di Singapura bersama keluarganya. Sebenarnya, Daniel juga diajak, tapi dia menolak dengan dalih pekerjaan, padahal tidak ada yang harus diburu-buru. Dia hanya suka merayakan Natal sendirian. Sayangnya, setelah menghadiri Misa, dompetnya hilang. Meskipun sudah mencarinya di pelataran, dia tidak menemukannya. Isinya tidak seberapa, tapi dia malas mengurus surat kehilangan untuk mengganti kartu-kartu penting yang dia simpan di dalamnya.

Akhirnya, dia mengabaikan rasa penasaran, lalu bertelut untuk menunaikan doa pagi. Dia mengucap syukur kepada Tuhan atas mukjizat indah yang sudah diterimanya. Setelah itu, dia pergi mencari sarapan di sebelah indekosnya. Seperti biasa, aku mengikutinya dari belakang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Dompet Natal
Rafael Yanuar
Novel
ISTIQOMAH CINTA
fitriyanti
Flash
Tuhan, Engkau di Langit yang Mana?
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Untukmu Imamku
Ardita
Novel
My Truly Destiny Part 2
Vina Marlina
Novel
Bronze
Gadis Kolong Sampah
Kuni 'Umdatun Nasikah
Novel
Gold
HIJABLICIOUS
Mizan Publishing
Flash
Sajadah
Penulis N
Novel
Gold
REEM
Mizan Publishing
Flash
Bronze
TAKJIL
Hesti Ary Windiastuti
Novel
Gold
Slilit Sang Kiai
Mizan Publishing
Skrip Film
Pesugihan Putih
hidayatullah
Novel
I'm The Motivator
Azza Aprisaufa
Novel
Bronze
Kisah Tauladan Nabi dan Rasul
silvi budiyanti
Skrip Film
Ancala: A Love Story Between Two Mounts
Imajinasiku
Rekomendasi
Flash
Dompet Natal
Rafael Yanuar
Novel
Malam Kunang-Kunang di Desa Masa Kecilku
Rafael Yanuar
Novel
Bulan di Bukit
Rafael Yanuar
Novel
Gerimis Daun-Daun
Rafael Yanuar
Flash
Janji Santiago
Rafael Yanuar
Flash
Lukisan Rendra
Rafael Yanuar
Flash
Jalan Sepajang Malam
Rafael Yanuar
Flash
Dunia dalam Tas
Rafael Yanuar
Flash
Kekasih Hujan
Rafael Yanuar
Flash
Sepayung Berdua
Rafael Yanuar
Novel
Cakrawala yang Sunyi
Rafael Yanuar
Cerpen
Rehat Sejenak
Rafael Yanuar
Flash
Upaya Sederhana Memaknai Kenangan
Rafael Yanuar
Flash
Manusia Pertama
Rafael Yanuar
Flash
Setelah Gelap Datang
Rafael Yanuar