Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lambaian Lentera Kelana
0
Suka
455
Dibaca

"Menurutmu, apa yang paling menarik dari kehidupan?"

"Ya, kira-kira seperti yang kita lakukan sekarang!"

"Menempuh perjalanan? Memulai hidup di dunia baru?"

"Bisa jadi!"

"Masih ada yang lain?"

Mobil yang kita kendarai mewujud jadi dua moda transportasi yang tak pernah kita wujudkan hanya dalam mimpi-mimpi. Tanganku memegang steer seperti motor, kacanya menutup punggungku, dan menundukkanku ke belakang. Sementara itu, dua roda lainnya memanjang kebelakang, menyisakan dua kursi kosong yang entah akan ditumpangi siapa.

Sementara kau, roda empat yang kau tumpangi memutar posisinya sehingga ia tidak lagi berputar di lintasan, tetapi di udara. Ia tetap serupa mobil, namun dengan tubuh sepipih piring restoran bintang lima. Roda yang berputar menyamping itu mengubah udara di sekitarnya menjadi piston-piston yang berapi. Panasnya mendorong mobilmu, terangkat dua meter di atas jalanan besi yang menyala jingga.

"Lentera, aku harus ke timur!"

"Aku harus ke tenggara!"

"Kita harus berpisah cukup lama."

"Kita pernah menunggu lebih lama."

Kita saling melihat, membenamkan muka pada segala rintik yang pernah begitu deras dalam malam-malam yang tanpa keberadaan. Di dalamnya kita melihat kilas-kilas dari angin yang meletupkan rintik menjadi seserpih lebih kecil, serupa pasir. Kita tetap bersua dalam doa, mimpi, dan segala yang hanya bisa dirasa untuk kita berdua.

"Apakah ini maksudmu tadi?"

"Iya, perjalanan ini akan panjang, penuh riak, ledakan-ledakan kecil, kadang mungkin ada bom nuklir. Mau kah kau tetap tertawa seperti sekarang?"

Kau tidak menjawab pertanyaanku, kita tertawa sampai bergema, mengubah gerak pandang semua yang berkitaran di taman angkasa. Mata-mata yang merasa terganggu, yang tersenyum segaris, yang menitikan air mata dan mengusapnya, serta yang awalnya berlarian dan mengheningkan langkahnya.

Dengan kecepatan yang sebelumnya tak pernah dihitung oleh speedometer jenis apapun, kita melambai untuk tak perlu mengatakan kapan akan bertemu. Kita akan tahu dengan sendirinya ketika angin di ujung semesta akan membawa kita ke ruang-ruang yang tak merindukan perbatasan dan rupa-rupa senja.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
FANA
Herlita Rahmanda Putri
Novel
Gold
Marriagephobia
Noura Publishing
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Skrip Film
IZINKAN AKU MEMILIKIMU
Sufaat pranduwinata
Novel
Unwanted Princess Diary
innaya amalia
Novel
Slice Of Life Masachika
Muhyii
Cerpen
Bronze
The Way To
Brilijae(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
Flash
BUNGA
Ocha
Novel
Bronze
Fabian
Nudia Fiddini H
Novel
Philophobia
fathi insani kamilia
Novel
Hanya Tiga Kata
Dwita
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Skrip Film
Diary Book
Hariansyah dodi wahyuda
Novel
We are Different
Ami
Rekomendasi
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
KELANA LABIRIN LENTERA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
KELANA LABIRIN LENTERA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
KELANA LABIRIN LENTERA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)