Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lili Putih untuk Lana
3
Suka
793
Dibaca

Tian masuk ke sebuah toko bunga di pinggir jalan. Matanya tertuju pada seikat lili putih yang segar, bunga favorit Lana. Setelah membayar, dia memandangi bunga itu sejenak. Berharap buket sederhana di hadapannya bisa meluluhkan hati Lana.

Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya dipenuhi kekhawatiran. Air mata Lana setelah perdebatan semalam terus terbayang di benaknya. Dia masih ingat bagaimana keluhan sederhananya tentang secangkir teh yang kurang manis menjadi pemicu perang dingin di antara mereka.

Hingga saat dia berangkat kerja tadi pagi, Lana masih marah. Lana tetap menyiapkan sarapan, tetapi tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada Tian.

Sesampainya di rumah, Tian melihat Lana duduk sendirian di ruang tengah. Televisi menyala, tetapi tatapannya kosong. Secangkir teh yang nyaris dingin masih tergenggam di tangan kanannya.

Tian berjalan mendekat dan menyodorkan bunga itu dengan jantung berdebar. Lidahnya masih kelu dan sulit berkata-kata.

Lana memandang bunga itu selama beberapa detik, lalu matanya bertemu dengan mata Tian. “Untuk apa bunga ini?”

Tian terdiam sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri berbicara.

“Aku ingin meminta maaf atas kejadian semalam. Maaf sudah membuatmu marah dan terluka,” kata Tian sembari menatap Lana lekat-lekat.

Lana memindahkan cangkirnya ke atas meja. Matanya sedikit berkaca-kaca.

“Aku juga minta maaf karena marah-marah sama kamu. Mungkin benar yang kamu bilang, aku lelah dan jadi sensitif.”

Tian tidak menyangka Lana akan luluh secepat itu.

Melihat ekspresi Tian, Lana kembali berbicara. “Kamu kenapa?”

“Aku hanya tidak menyangka kamu memaafkanku secepat ini. Biasanya…”

Belum sempat Tian menyelesaikan kalimatnya, Lana sudah memotong.

“Aku capek diam-diaman terus.”

Tian tersenyum, lalu duduk di samping Lana.

“Boleh aku memelukmu?” tanya Tian hati-hati.

Lana tertawa kecil, lalu mengangguk.

Tian menarik Lana ke dalam pelukan. Kehangatan perlahan kembali hadir di antara mereka.

“Malam ini kita harus bicara,” bisik Lana di telinga Tian.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Untuk Hidup yang Tidak Kita Jalani
T. Suraya
Flash
Lili Putih untuk Lana
Asri Lestari
Novel
Bronze
Antara Dua Cinta
Ziendy Zizaziany
Novel
Without You
Safina
Novel
Cleaning Service Hati
Alfiya Fitriani
Novel
Lara Kama; Kisah Anggrek Bulan dan Tuan Sepatu Cokelat
Dhea FB
Flash
BUNGA
Ocha
Flash
Bronze
Cinta Tak Pernah Siap Terjatuh
Zasenja
Novel
Bronze
Pemain Rasa
judizia
Skrip Film
LANDRA
Audhy R.H
Flash
Bronze
Patah Bukan Berarti Mati
Azuma.H
Novel
Bronze
The Privacy
Daniella Jeslynn
Novel
Playboy Magang
Kopika
Novel
Clarissa & Gloria
Nuel Lubis
Flash
Surat Untuk Kekasihmu
Yuli Harahap
Rekomendasi
Flash
Lili Putih untuk Lana
Asri Lestari
Flash
The Morning We Meet Again
Asri Lestari
Novel
Tak Ada Lagi Kita
Asri Lestari
Cerpen
Kupu-Kupu Biru
Asri Lestari
Cerpen
Sungai Ayung Punya Cerita
Asri Lestari
Flash
Lagu Terakhir
Asri Lestari