Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lili Putih untuk Lana
3
Suka
2,334
Dibaca

Tian masuk ke sebuah toko bunga di pinggir jalan. Matanya tertuju pada seikat lili putih yang segar, bunga favorit Lana. Setelah membayar, dia memandangi bunga itu sejenak. Berharap buket sederhana di hadapannya bisa meluluhkan hati Lana.

Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya dipenuhi kekhawatiran. Air mata Lana setelah perdebatan semalam terus terbayang di benaknya. Dia masih ingat bagaimana keluhan sederhananya tentang secangkir teh yang kurang manis menjadi pemicu perang dingin di antara mereka.

Hingga saat dia berangkat kerja tadi pagi, Lana masih marah. Lana tetap menyiapkan sarapan, tetapi tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada Tian.

Sesampainya di rumah, Tian melihat Lana duduk sendirian di ruang tengah. Televisi menyala, tetapi tatapannya kosong. Secangkir teh yang nyaris dingin masih tergenggam di tangan kanannya.

Tian berjalan mendekat dan menyodorkan bunga itu dengan jantung berdebar. Lidahnya masih kelu dan sulit berkata-kata.

Lana memandang bunga itu selama beberapa detik, lalu matanya bertemu dengan mata Tian. “Untuk apa bunga ini?”

Tian terdiam sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri berbicara.

“Aku ingin meminta maaf atas kejadian semalam. Maaf sudah membuatmu marah dan terluka,” kata Tian sembari menatap Lana lekat-lekat.

Lana memindahkan cangkirnya ke atas meja. Matanya sedikit berkaca-kaca.

“Aku juga minta maaf karena marah-marah sama kamu. Mungkin benar yang kamu bilang, aku lelah dan jadi sensitif.”

Tian tidak menyangka Lana akan luluh secepat itu.

Melihat ekspresi Tian, Lana kembali berbicara. “Kamu kenapa?”

“Aku hanya tidak menyangka kamu memaafkanku secepat ini. Biasanya…”

Belum sempat Tian menyelesaikan kalimatnya, Lana sudah memotong.

“Aku capek diam-diaman terus.”

Tian tersenyum, lalu duduk di samping Lana.

“Boleh aku memelukmu?” tanya Tian hati-hati.

Lana tertawa kecil, lalu mengangguk.

Tian menarik Lana ke dalam pelukan. Kehangatan perlahan kembali hadir di antara mereka.

“Malam ini kita harus bicara,” bisik Lana di telinga Tian.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Bronze
KOSA KATA
Andri wananda
Flash
Lili Putih untuk Lana
Asri Lestari
Novel
Bronze
MAWAR - Kisah Cinta Tak Seindah Cinderella
pureagiest
Novel
Bronze
C I N T A R A
Little Zombie
Novel
Gold
Fate
Mizan Publishing
Novel
Bronze
First E: The Joublee
Rizasa Vitri
Novel
Bronze
Cinta di Negeri Putih
ANDI RIRIN NOVIARTI
Novel
I Love Your Voice
Niken Ayu Winarsih
Novel
Gold
Flaga
Noura Publishing
Novel
Menggandeng Langkah Terakhirmu
Lewi Satriani
Novel
Rasa Masakan Ibu
Dwi Scativana Isnaeni
Komik
Ice Cream Love
Sachiebee
Novel
WAKTU BERSINGGAH
Rohmaenun Jenita Lestari
Novel
Terkurung Dalam Sangkar Emas
Jennar_
Komik
What Is Wrong With My Bodyguard?!
Ann Arbia
Rekomendasi
Flash
Lili Putih untuk Lana
Asri Lestari
Flash
The Morning We Meet Again
Asri Lestari
Cerpen
Sungai Ayung Punya Cerita
Asri Lestari
Flash
Lagu Terakhir
Asri Lestari
Novel
Tak Ada Lagi Kita
Asri Lestari
Cerpen
Kupu-Kupu Biru
Asri Lestari