Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
LAYANG-LAYANG
12
Suka
30,581
Dibaca

Aroma asap dari ledakannya masih sangat menyengat di hidungku, mataku berputar melihat sekelilingku, kantong-kantong yang sudah terisi itu begitu menyedihkan, aku berdiri di antara tangisan banyak orang.

“Eca itu unik, cuma ada satu di dunia, mana mungkin aku ninggalin Eca” Bagas kekasihku, selalu berkata begitu, setiap kali orang-orang memandangku remeh, dan menyarankannya untuk meninggalkan aku.

“Janji cuma seminggu, tenang aja aku bukan layang-layang yang putus, aku pasti pulang kok, setelah aku pulang kita beli mobilnya, biar nggak musuhan lagi sama semesta, jaga diri ya” pamitnya waktu itu.

Bagas selalu bermusuhan dengan semesta yang suka menurunkan hujan tiba-tiba, karena setiap kali hujan turun kami harus terpaksa melipirkan motor, Bagas tidak suka aku kedinginan.

Setelah sibuk selama seminggu di Bali untuk bekerja, akhirnya hari itu datang, aku berdiri di depan pintu kedatangan, menunggu Bagas keluar dari pintu itu, tapi yang keluar justru seseorang bersama selember kertas berisi ratusan nama orang.

Aku tiba-tiba ingin bermusuhan dengan semesta, apakah anginnya yang membuat Bagas hilang? Atau hujannya? Petirnya? Kilatnya? Atau justru kabutnya? Yang seolah-olah lembut padahal begitu kejam, katakan, apa yang semesta perbuat?

Pesawat yang di tumpanginya jatuh di sebuah pulau, aku berangkat menuju lokasi jatuhnya pesawat, berhari-hari ikut dalam proses pencarian, tapi Bagas tidak di temukan, layang-layangku tidak kembali, layang-layangku putus, entah apa dia di selamatkan oleh seseorang? Atau terhempas ke dasar bumi? Atau tenggelam ke dalam lautan? Aku tidak tahu.

Lalu bagaimana dengan hujan yang akan turun nanti, siapa yang akan pakaikan jaketnya ke aku? siapa yang akan marah pada semesta yang tiba-tiba membuatku kedinginan? Bagas, kamu tahu bagaimana rasanya menunggu orang yang tidak akan pernah pulang? Rasanya seperti mengaduk racun di dalam minumanmu sendiri, sangat menakutkan.

Bagas memang pulang, tapi tidak kepadaku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bulan di Bukit
Rafael Yanuar
Flash
Kaki
Dwi Kurnialis
Flash
LAYANG-LAYANG
Ejas Intan
Novel
Bill dan All
Erwing
Cerpen
THE GHOST
SIXTEARS
Novel
Penjara di Bulan
Sylicate Grazie
Novel
A Really Awkword Love Story
ANNISA
Novel
HEALING
Penyukalangit_
Novel
Bronze
I Love You, Mom
Deianeira
Novel
Gold
OTHER HALF OF ME
Bentang Pustaka
Novel
Pacar Sewaan
Daca Dacita
Novel
Niscaya Langit Semakin Merah
Fitra Firdaus Aden
Novel
Survey Berbayar
Amelia Sibarani
Flash
RUMAH BARU DI SURGA
DENI WIJAYA
Novel
Timelapse
Zuhrotul Aulia
Rekomendasi
Flash
LAYANG-LAYANG
Ejas Intan
Flash
Rahasia
Ejas Intan
Flash
Pendakian
Ejas Intan
Novel
SAKURA
Ejas Intan
Novel
Ruang Memori
Ejas Intan
Flash
Milik Bintang
Ejas Intan
Flash
Tak Ingin Tidur
Ejas Intan
Flash
Pandemi
Ejas Intan
Cerpen
Bronze
KARAM
Ejas Intan