Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
LAYANG-LAYANG
13
Suka
36,049
Dibaca

Aroma asap dari ledakannya masih sangat menyengat di hidungku, mataku berputar melihat sekelilingku, kantong-kantong yang sudah terisi itu begitu menyedihkan, aku berdiri di antara tangisan banyak orang.

“Eca itu unik, cuma ada satu di dunia, mana mungkin aku ninggalin Eca” Bagas kekasihku, selalu berkata begitu, setiap kali orang-orang memandangku remeh, dan menyarankannya untuk meninggalkan aku.

“Janji cuma seminggu, tenang aja aku bukan layang-layang yang putus, aku pasti pulang kok, setelah aku pulang kita beli mobilnya, biar nggak musuhan lagi sama semesta, jaga diri ya” pamitnya waktu itu.

Bagas selalu bermusuhan dengan semesta yang suka menurunkan hujan tiba-tiba, karena setiap kali hujan turun kami harus terpaksa melipirkan motor, Bagas tidak suka aku kedinginan.

Setelah sibuk selama seminggu di Bali untuk bekerja, akhirnya hari itu datang, aku berdiri di depan pintu kedatangan, menunggu Bagas keluar dari pintu itu, tapi yang keluar justru seseorang bersama selember kertas berisi ratusan nama orang.

Aku tiba-tiba ingin bermusuhan dengan semesta, apakah anginnya yang membuat Bagas hilang? Atau hujannya? Petirnya? Kilatnya? Atau justru kabutnya? Yang seolah-olah lembut padahal begitu kejam, katakan, apa yang semesta perbuat?

Pesawat yang di tumpanginya jatuh di sebuah pulau, aku berangkat menuju lokasi jatuhnya pesawat, berhari-hari ikut dalam proses pencarian, tapi Bagas tidak di temukan, layang-layangku tidak kembali, layang-layangku putus, entah apa dia di selamatkan oleh seseorang? Atau terhempas ke dasar bumi? Atau tenggelam ke dalam lautan? Aku tidak tahu.

Lalu bagaimana dengan hujan yang akan turun nanti, siapa yang akan pakaikan jaketnya ke aku? siapa yang akan marah pada semesta yang tiba-tiba membuatku kedinginan? Bagas, kamu tahu bagaimana rasanya menunggu orang yang tidak akan pernah pulang? Rasanya seperti mengaduk racun di dalam minumanmu sendiri, sangat menakutkan.

Bagas memang pulang, tapi tidak kepadaku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Trustful
kecoa writer
Novel
Bronze
Portrait of Yesterday
Febriyanti Putri Ruspandi
Novel
Memiliki Kehilangan
NarayaAlina
Novel
Roti dan Kopi
Rahmi Djafar
Flash
Pemilik Kontrakan
Martha Z. ElKutuby
Flash
Bronze
Warisan
silvi budiyanti
Flash
LAYANG-LAYANG
Ejas Intan
Novel
Perjalanan Ranum
Faiqotun Nafiah
Novel
Frozen Tundra
Diahsulis
Novel
ICE CREAM MEMORIES
Diah Puspita
Novel
Someday
Weni Dwi Susanti
Novel
Manusia-Manusia Naif Penantang Mara Bahaya (Inspired by True Stories)
Rainzanov
Skrip Film
Pemimpi, Janda, dan Laki-Laki Paruh Baya
Webi Okto Satria
Flash
TEMAN LAMA
Netty Amidjojo
Flash
Rangga
Affa Rain
Rekomendasi
Flash
LAYANG-LAYANG
Ejas Intan
Cerpen
Bronze
KARAM
Ejas Intan
Flash
Rahasia
Ejas Intan
Novel
Ruang Memori
Ejas Intan
Flash
Milik Bintang
Ejas Intan
Flash
Pandemi
Ejas Intan
Flash
Pendakian
Ejas Intan
Novel
SAKURA
Ejas Intan
Flash
Tak Ingin Tidur
Ejas Intan