Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Persekusi, Fitnah
0
Suka
27
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Bambang mengernyitkan dahi. Bukan tanpa sebab sepele, sebab ia tiba-tiba digelandang ke kantor polisi. Bambang kebingungan. Selama hidupnya ia tak pernah melakukan kesalahan apapun. ‎Dan alasan polisi menahan nya sungguh di luar nalar, semasa kecil dirinya pernah menyobek uang kertas. Alasannya... Hanya iseng. Seperti halnya bocah-bocah seusianya kala itu.

‎Bambang pun sadar ia telah dipersekusi. Ia tahu betul alasannya. Menjadi orator di kampusnya demi menurunkan Bupati Pati, yang terindikasi korupsi.‎ Awalnya Bambang sempat heran, kata-kata apa yang ia ucapkan, sampai sampai ia ditahan. Untungnya Bambang segera menyadari, ia dianggap menggoyang singgasana sang bupati lewat orasinya, yang padahal normal.

‎***

‎Tubuh Bambang sangat gerah. Udara kala itu sangat panas, meski cuaca tidak menentu, serta sering hujan. Bambang yang sedang mengipasi dirinya, dikejutkan suara petugas polisi muda. Nada bicara polisi tersebut seperti gugup. Mungkin dirinya pemuda pengidap fobia sosial, yang dituntut bekerja, dan kebetulan orang tuanya punya modal atau koneksi kuat.

‎Bambang berjalan di belakang polisi tersebut, terdengar di luar demo penuntutan agar bupati mundur. Ia sangat hapal siapa yang sedang berorasi di luar. Itu Budi, wakil dewan mahasiswa kampus sekaligus sepupunya.

‎Bambang akhirnya tiba di ruang jenguk, istrinya terlihat sudah menunggu. Termyata ada berita mengejutkan. Dengan sesenggukan, Safira, sang istri, mengatakan bahwa ayah Bambang, Joko, telah meninggal. Dengan setengah shock Bambang bertanya penyebabnya. Safira menjawab, Joko terlalu memikirkan Bambang, hingga komplikasinya kumat, yang diawali sakit berat di kepala bagian kiri.

‎Bambang yang awalnya hanya setengah shock, setelah mendengar itu langsung shock berat. Padahal usia ayahnya masih muda, jadi jelas sudah, dialah penyebab Kematian sang ayah. Ia menyesal mengapa harus ikut demo dan berkegiatan di kampus. Bambang berandai, seandainya dirinya menuruti saran orang tuanya untuk tidak ikut urusan politik, mungkin ayahnya sekarang masih hidup, meski memiliki komplikasi.

‎Saat ngobrol dengan istrinya, Bambang curhat. Ada polisi berpangkat letnan yang menawarinya untuk mundur dari ketua dewan mahasiswa kampusnya. Safira pun mengatakan hal serupa, ia berkata Budi juga dipaksa mundur dari posisinya, tapi menolak, dan memutuskan meneruskan perjuangannya. Tapi tentu ada konsekuensi. Tiba-tiba ada gosip menyebar, bahwa Budi penyuka sesama jenis. Tapi Bambang tahu, Budi bukan orang lemah. Buktinya dia masih berorasi di luar.

‎Tapi Safira mendesak agar suaminya itu mundur. Safira mengatakan, Bambang harus ingat keselamatan diri dan keluarganya. Jangan meniru Budi, karena dia seorang sosiopat. Buktinya ia tidak peduli bagaimana cara orang sekarang memandangnya. Bambang membalas, bahwa Budi bukan orang seperti itu. Sepupunya itu hanya yakin, semua yang dituduhkan hanya fitnah, sehingga ia menolak mundur. Dengan kesadaran yang sepenuh-penuhnya, pria yang menikahi Safira saat masih D3 tersebut menyatakan... Dirinya pun tidak akan mundur.

‎***

‎Malamnya, Safira pingsan karena shock berat. Kantor polisi tempat suaminya ditahan ada yang membakar, dan pelakunya adalah Budi. Budi menolak keras tuduhan dan menyatakan itu fitnah. Kabar terakhir Budi dinyatakan tewas demi keadilan, setelah mencoba kabur, saat akan digelandang ke kantor polisi.

‎Dalam kebakaran tersebut hampir semuanya selamat, hanya satu yang tidak, yaitu Bambang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Perfect
Putu Ayu
Flash
Persekusi, Fitnah
Rere Valencia
Novel
Ariana of Zarya
Ravistara
Novel
Bronze
Dimensi Seperempat Abad
Ningrati Sumarto
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Novel
Rintik dan Rincik di Istanbul
Eka Retnosari
Novel
Keluar(ga)
UBI Master
Flash
Jangan Korupsi, Nak!
Deden Darmawan
Flash
Bronze
Rupanya Ini Cinta Kok Begini?
Silvarani
Flash
Lalu Terdengar Suara Parang Ditebaskan
Habel Rajavani
Novel
YAPPA MARADDA
Sika Indry
Novel
Bukan Drakor
Eva yunita
Novel
Best Luck
Niswahikmah
Flash
THE PRECIOUS PEBBLES
Bie Farida
Novel
Bronze
Re-Married
Rahayu Ditira Jayanty
Rekomendasi
Flash
Persekusi, Fitnah
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sepotong Roti
Rere Valencia
Flash
Bronze
Aku Juga Mencintaimu
Rere Valencia
Skrip Film
Buih Pikiran
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ditertawakan Demi Bertahan Hidup
Rere Valencia
Flash
Bronze
Nyala Hati
Rere Valencia
Flash
Bronze
Karunia Untuk Hidup Kita
Rere Valencia
Flash
Bronze
Mengalihkan Sial Melalui Mimpi
Rere Valencia
Flash
Bronze
Uang Berbicara
Rere Valencia
Flash
Bronze
Baik-Baik Saja
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ekosistem
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Flash
Si Raja Ketik
Rere Valencia
Flash
Bronze
Lagu dan Mafia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kesendirian
Rere Valencia