Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
AIN
0
Suka
3,385
Dibaca

 Ada---tidak….

Banyak hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh nalar manusia. Hal yang sepertinya terlalu rumit atau memiliki mekanisme terlalu besar sehingga otak kecil manusia nirguna mengolah datanya.

Seperti pengetahuan soal sel yang mengharuskan manusia untuk menggunakan alat bantu bernama mikroskop. Atau soal alam semesta yang dibantu oleh teropong luar angkasa.

Manusia butuh visual. Itu sebabnya mereka mengembangkan lensa. Yang mampu melihat struktur terlalu kecil bagi mata mereka atau terlalu jauh dalam jangkauan fokus mata.

Mata adalah indra krusial dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Dia menutup buku fisika populer dari penulis kenamaan dan meraih ponsel yang sedari tadi bergetar. Diliriknya beberapa pesan bertumpuk yang dari pagi terabaikan. Kemudian ia menyerah, mulai membuka satu per satu obrolan yang sengaja tak mau dibaca.

Lu… aku menemukan orangnya.

Yang kemarin bikin Asrul ga datang rapat.

Sebuah foto terlampir di bawah pesan. Seorang gadis keturunan Tionghoa-Arab yang memiliki mata cokelat cerah, hidung mancung, alis tebal dengan kelopak mata tanpa lipatan.

Dia tidak berkedip. Sejenak terpaku melihat keindahan sosok di foto yang dikirim temannya lewat barisan kode.

Pantas saja Asrul belakangan ini jarang ikut berdiskusi. Bahkan berani bolos rapat. Rupanya tunangan Asrul memang secantik rumor yang tesebar. Atau kalau boleh jujur, lebih cantik dari yang dapat digambarkan orang-orang.

“Ya, sudahlah….”

Dia mengembuskan napas kemudian tertawa sedikit. Memaklumi kelakuan Asrul. Lelaki sopan dan berwajah teduh yang belum pernah menyentuh cewek itu memang sepertinya berhak memiliki gadis secantik itu pada akhirnya.

“Tuhan adil,” gumamnya kemudian memasukkan buku ke dalam tas dan menggenggam ponsel.

Dia beranjak ke kasur untuk tidur sebab burung hantu sudah berkukuk dan serangga malam sudah bernyanyi.

***

Paginya, ia bersiap untuk menghadiri rapat organisasi tanpa kehadiran seksi akomodasinya.

Sebelum naik ke atas motor bebek keluaran tahun 2000-an warisan bapaknya, dia berhenti. Ponselnya kembali bergetar. Kali ini lebih panjang dan lama.

Tombol hijau di layar ditekan.

“Assalamualaikum,” sapanya.

Terdengar jawaban dari seberang yang membuat tangannya lunglai menjatuhkan ponsel ke lantai garasi yang dingin.

“Lu… kamu dengar, kan? Asrul kecelakaan sama tunangannya. Sekarang di RS. Tunangan Asrul meninggal….”

Suara dari speaker ponsel terdengar berulang.

Dia istighfar. Berkali-kali.

Apa dia lupa?

Ya, dia lupa dengan keagungan dan keesaan Sang Maha Pencipta kemarin. Ketika melihat tunangan Asrul yang begitu indah dan mempesona.

Sains ditemukan melalui jendela yang disebut mata.

Tapi yang tidak banyak manusia ketahui adalah bahwa mata bisa juga menjadi jendela kehancuran dan kesengsaraan.

“Tundukkan pandanganmu, Luzhar.”

Kata-kata dari gurunya itu terngiang-ngiang jelas. Tapi dia tahu semua sudah terlambat.  

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
AIN
Keita Puspa
Flash
Kunci Ruangan Itu
Halfmoon Smile
Flash
Bronze
Lingkaran
Afri Meldam
Cerpen
Bronze
Mereka Nyata Dan Bercerita
Christian Shonda Benyamin
Flash
SOMNIA
Bie Farida
Cerpen
Bronze
Setelah Tersambar Petir
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Cerpen
Bronze
Anindyaguna
Mila Phewhe
Flash
Endemi dari Peri
MosaicRile
Flash
HARA
Sofia Rahman
Cerpen
Smoke
Ida Ayu Saraswati
Flash
Bronze
Kereta Terakhir
Afri Meldam
Cerpen
Bronze
Bintang-Bintang Jatuh di Pangkuan
Sri Wintala Achmad
Flash
Gurindam Terakhir
Nunik Farida
Flash
Bronze
Tempat Untuk Pulang
Rere Valencia
Flash
Kapur
Ikhsannu Hakim
Rekomendasi
Flash
AIN
Keita Puspa
Flash
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Bukan Sugarcoating
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Flash
Hidroponik
Keita Puspa
Flash
LOG OUT
Keita Puspa
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Novel
AGASTYA
Keita Puspa
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
7th Skies
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa