Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Janji Palsu di Sudut Jalan Kenangan
0
Suka
2,296
Dibaca

Mendung menggantung pekat, tapi hujan tak kunjung tumpah. Seperti hatiku yang sudah sesak oleh rindu, namun tak punya lagi pintu untuk sekadar mengetuk rumahmu.

Hari ini, di sudut jalan yang sama tempat kita dulu sering berbagi tawa, aku melihatmu lagi. Kau masih sama; senyum yang sama, cara menatap yang masih sanggup membuat jantungku kehilangan irama. Bedanya, kali ini ada dia di sampingmu. Tangannya kau genggam erat, seolah takut aku akan merebutnya dalam sekali kedip.

Kita berpapasan. Kau melirik sekilas, lalu membuang muka. Dingin. Seolah kita tidak pernah sedekat nadi dan jantung.

Ingatkah kau? Dulu kita pernah berjanji, apa pun yang terjadi, kita akan tetap menjadi tempat pulang satu sama lain. Kita bercerita tentang masa depan yang akan dibangun bersama, tentang rumah kecil dengan teras penuh bunga, tentang hari tua yang akan kita habiskan dengan saling mengejek keriput di wajah.

Tapi, nyatanya, kau memilih pergi tanpa pamit. Kau bilang, "Kita sudah tidak searah." Sesederhana itu kau memutus benang yang sudah kita rajut bertahun-tahun.

Sekarang, aku hanya bisa berdiri di sini, menahan sesak yang tidak punya ruang untuk keluar. Seperti langit mendung yang tak kunjung hujan, segalanya terasa penuh, berat, dan mencekam, namun tidak ada air mata yang jatuh. Aku terjebak di tengah perasaan yang menggantung, antara ingin melupakan dan keinginan untuk tetap menunggu sebuah keajaiban yang kutahu tidak akan pernah datang.

Kau mungkin sudah bahagia dengan duniamu yang baru, di mana namaku sudah tidak lagi tercatat dalam daftar kenangan yang kau simpan. Sementara aku? Aku masih di sini, menjadi orang asing yang paling mengenalmu, yang hanya bisa menatap punggungmu menjauh, dibalut mendung yang tak kunjung pecah menjadi hujan.

Kukirimkan doa, bukan lagi untuk kembalimu, tapi agar kau tidak perlu merasakan patah hati sepertiku. Cukup aku saja yang memikul mendung ini sampai ia menguap dengan sendirinya, atau sampai aku benar-benar menyerah pada langit yang tak kunjung menumpahkan rasa.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Janji Palsu di Sudut Jalan Kenangan
kutipan.izs
Novel
Bronze
Pagar Hangat yang Dirindukan
Lestari Senja
Komik
Bronze
wabah
Jefrianto
Cerpen
OTAK WARISAN
IGN Indra
Novel
Harapan Seorang Anak Durhaka
ahmad bahroni
Novel
BOMBER: THE CONDUCTOR
mahes.varaa
Flash
DARKSIDE
Mr. Nobody
Novel
Anjelica
Ziendy Zizaziany
Novel
Bronze
Di Balik Tirai Bursa
Hadi Hartono
Flash
Circle
Fatimah Ar-Rahma
Novel
Menemukan Diri
DEVI SEFTIAWATI
Novel
TRILOGY SATU TITIK
Arata Kaivan
Flash
Bronze
Selaksa Ide
Afri Meldam
Novel
The Living and The Dead
Ekkrisline
Novel
Pewaris kematian (pembunuhan berurutan)
yulisaputra
Rekomendasi
Flash
Janji Palsu di Sudut Jalan Kenangan
kutipan.izs
Flash
Tiga Kali Tagih Janji Berakhir Cari Pengganti yang Pasti
kutipan.izs
Cerpen
Rona Rima Kaum Jengah
kutipan.izs
Flash
Kedai Soto Warisan Bapak
kutipan.izs
Flash
Anak Profesor Mental Terminal
kutipan.izs
Flash
Kelalaian Medis yang Merebut Jari dan Nyawa Sahabatku
kutipan.izs
Flash
Bronze
Skandal Celengan Tanah Liat
kutipan.izs
Novel
Bronze
Catatan Dari Bangku Belakang
kutipan.izs
Flash
Bronze
Belenggu Rumah Tipe 36
kutipan.izs
Flash
Ditikung Teman Berakhir Kandas
kutipan.izs
Flash
Bronze
Tabrakan Bibir Digital di Gerbang Sekolah: Rahasia di Balik Baterai Penuh dan Robot Pembersih Otomatis
kutipan.izs
Flash
Bronze
Siasat Prank Ulang Tahun di Kantin Sekolah: Misteri Virus Digital Jam Dua Pagi
kutipan.izs
Cerpen
Bronze
Dongeng Ajisaka Versi Modern
kutipan.izs
Flash
Bronze
Nini Juga Ingin Dicintai
kutipan.izs
Flash
Bronze
Misteri Surat Cinta di Tangga Kampus
kutipan.izs