Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
0
Suka
975
Dibaca

Badai harus datang sebelum mengubah segala kekacauan menjadi kedamaian. Namun, badai-badai kecil akan terus terbangun dari tidur-tidur ringkasnya sebab setiap manusia harus mengarungi perputaran kehidupan.

Dari setiap waktu yang berbulir, dunia tak perlu berhenti untuk kita yang terus melaju. Angin justru berombak mesra dengan rerintik yang semakin deras. sebuah pusaran melingkar serupa piringan yang berserabut di tengah Jalan Mulawarman.

"Apakah kau yakin Lentera?"

"Kita sudah menjadi badai! Di ujung pusaran itu, aku melihat taman bunga, ia tak selalu ditemani kupu-kupu, kadang juga lebah-lebah madu yang memoncongkan sengatannya!"

Mobil yang kita kendarai malam itu, terus memantulkan rintik ke kilatan cahaya, menjadikan kumpulannya sebagai cermin yang mencipta pecahan masa, yang asing, yang barangkali sudah terlalu lama tak kita sapa.

Pantulan dari bertitik-titik air di udara mengubah pusaran di Jalan Mulawarman itu tertawa, menyambut kita yang sebelumnya ragu menampung datangnya. Pelan-pelan, moncong mobil yang kita kendarai telah berkecupan dengannya, menyambut tawa dengan kediaman, keseganan, dan kaca-kacanya terbelalak, serupa mata-mata manusia yang enggan tertutup ketika kembang api meletup, menyambut tahun-tahun baru, atau hari-hari raya.

Sejentik kemudian, seluruh mobil kita telah masuk ke dalamnya, menyalin warnanya yang kelabu menjadi merah jambu. Entah, sesekali ia pun menjadi biru laut yang berombak. Percikan-percikan cahaya yang memantul di tubuhnya menyerabutkan angka-angka waktu menjadi peristiwa.

Kita pun terperanjak, segera membuka pintu mobil, ketika jalan-jalan raya yang kita lihat memantul-mantul, serupa ombak. Kehidupan seperti diisi oleh kutu-kutu loncat, tidak ada manusia yang diserang ketakutan, meski tidak ada kepastian keamanan dari jalannya yang bergelombang.

"Lihat, Kelana! apakah kau melihat sesuatu yang pernah sebelumnya?"

"Pu...Lau!? GU...BA...GU? Gubagu?"

Kita sama-sama sadar bahwa nama pulau itu tak pernah ada di dunia yang lama. Seorang anak lelaki membawa tongkat aluminium, menjulang setinggi sekitar 3 meter. Di ujung teratas tongkat itu, sebuah bendera berkibar. Merah, Kuning, Hijau, Kuning, dan bintang-bintang yang bertebar melingkari huruf V yang dipertebal--tepat di tengah-tengah bendera itu.

Ia begitu ceria dengan gumaman senandung yang membuat mulutnya terus bergetar. Kita mengikutinya, untuk melihat dua anak lain yang tak terlampau jauh usianya. Ketiganya kini bermain pada seluncuran basah yang siap melempar mereka dua lompatan pemain basket profesional, hingga akhirnya mereka akan tercebur pada kolam renang utama, yang berwarna jingga. Tak ada satupun ketakutan dari tatapan mereka, atau sebenarnya mereka mengarungi ketakutan itu dengan tawa.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Mantan
Bentang Pustaka
Novel
友達 Tomodachi
Nadya Azhari
Novel
Cintaku Nyangkut Di Tahun 1998
Senja_Khoir
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
Taiyang
ani__sie
Cerpen
Harmoni yang Terpisah
shirley
Novel
Bronze
Debar Hujan
Annisa fathonah
Novel
Bekas Luka
Papp Tedd
Novel
Handsome Widower
Maria
Novel
Bronze
Tentang Nara
Adi Kurniawan
Cerpen
SENJA SEMERAH DARAH
Areta Swara
Cerpen
Cinta kucing
Taufik reja waluya
Novel
Bronze
About Atha
Desvita Adelia Jihan
Novel
Undercover
juni
Novel
Behind The Scene Love Story
MERI EY SILALAHI
Rekomendasi
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)