Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Tulisan-tulisan itu mungkin akan tenggelam.
Pelan-pelan hilang di antara ribuan kalimat lain yang lebih keras, lebih indah, lebih mudah dicintai. Tidak semua tulisan lahir untuk dikenang. Ada yang hanya mampir sebentar di mata seseorang, lalu lewat begitu saja seperti hujan di kaca kendaraan.
Kadang aku berpikir, mungkin kata-kata memang punya nasibnya sendiri. Ada yang dipeluk banyak orang. Ada yang dibiarkan sendirian, seperti pesan yang tidak pernah dibalas. Dan mungkin tulisanku termasuk yang kedua.
Aku pernah percaya bahwa setiap kalimat akan menemukan rumahnya. Tapi semakin lama, aku sadar: tidak semua tulisan diselamatkan. Beberapa dibiarkan karam di lautan waktu, dibaca setengah, dipahami sepotong, lalu dilupakan sepenuhnya.
Aneh ya, bagaimana seseorang bisa menghabiskan malam demi malam untuk menulis sesuatu yang mungkin tidak akan tinggal lama di kepala siapa pun.
Tapi mungkin memang bukan itu tujuan tulisan.
Mungkin ada tulisan yang tidak ditakdirkan menjadi besar. Tidak dipajang. Tidak dibicarakan. Tidak diingat namanya. Mungkin ada tulisan yang hanya ingin menjadi teman bagi satu orang yang diam-diam sedang hancur, lalu selesai sampai di situ.
Dan kalau memang begitu, mungkin tenggelam bukan sesuatu yang menyedihkan.
Karena laut pun menyimpan banyak hal yang tidak terlihat, tetapi tetap ada.