Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Asli Baper!
14
Suka
3,891
Dibaca

Debora, menatak layar smartphone-nya. Pesan tidak dibalas. Kemudian, matanya melotot dan sebuah tangan gemetar, “inikah, cinta?” Profile berwarna biru yang tenang, berubah menjadi typing.

“Wow ... yang aku tunggu,” Debora kaget langsung. Dia meremas ponselnya kuat-kuat.

Hari, bulan, tahun, puas. Dia mengukur, perasaannya setara dengan setiap event pertama, berhadiah 500—juta hingga flash fiction dan setiap fitur baru bermunculan. Pikiran dihantui berbentuk bayangan foto mas Bintang yang sengaja discreenshot, buat kenang-kenangan, katanya.

Gadis itu senyum manja.

“Debora, faktur pajak sudah diinput ke sistem belum?” Tanya rekan kerja, niatnya meledek, lambaian tangan dan kedip mata senantiasa menggugah dari bayangan mas Bintang.

“Iya Bu, ini lebih darurat. Harga diriku jatuh kalau menerima balasan darinya. Yah, tau kan, aku nge-fans banget sama Mas Bintang. Genius dan lembut, ramah pula.”

Dia penasaran dengan serangkaian jadwal festival, dimulai 2 April, membuka beberapa sesi, pikirannya fokus ke satu hal. Dia memantau layar, memastikan, “iya, ada speech, yes, hari libur, jangan sampai ketinggalan!”

Setelah larut dari bayangan, dia telah membuat serangkaian beberapa alasan. Menariknya, dia tidak bisa mengendalikan sesuai maunya, saat akan melakukan beberapa transaksi pembelian novel. Sebelum menghubungi mas Bintang, alangkah baiknya menghubungi sesama member untuk membimbing, Revi, namanya.

“Aku tidak paham, coba tanya di grup atau mas Bintang!” saran mbak Revi.

“Ah, gak jadi, gemetar aku mau chat dia, hehe.”

Debora tidak cakap komunikasi di grup, tapi butuh bantuan. Dengan mental tebal dan akhirnya memberanikan diri, tanpa butuh berlama-lama, dibalas hanya dua menit. Dia girang, meluapkan emosinya di toilet kantor, dengan melompat-lompat dan menangis haru.

“Loro, keroso, nelongso, dadi siji, Rek."

Artinya, “Sakit, terasa, sedih, jadi satu, Bro."

Dua cangkir kopi menjadi saksi atas kebersamaanya bersama Bintang, saling tatap dan melempar senyum. Hobi kuliner, rupanya menyatukan cintanya.

"Kerja Deb! Melamun mulu," rekan kerjanya menoel lengan.

"Hah? Hehe hanya halu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (14)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
AKHIRA
Mulya ave
Novel
Oh My First Love
Dea Avisca
Skrip Film
Sadboi : A Lover of Rain
Priska Amalia
Flash
Asli Baper!
Dariyanti
Flash
Bronze
Sepucuk Surat untuk Hujan
MONSEUR
Novel
Jalang
Dinda Angelica
Komik
One day, my first love comeback
Asih Triastuti
Cerpen
Bronze
Lagu yang Sama, tapi Kuncinya Beda
Nuel Lubis
Novel
Bronze
CINTA LAKSANA EKSTASI
mahes.varaa
Cerpen
Bronze
Memaksa Sebelah Tangan
oldartsywithtech
Novel
How to Get You
imah fathi
Novel
GUE
Xhemillie
Flash
Bronze
Fotografer Partai dan Calon Istri Muda Bapak
Silvarani
Cerpen
LALI
Rizky Anna
Novel
Gold
Marriagephobia
Noura Publishing
Rekomendasi
Flash
Asli Baper!
Dariyanti
Flash
HUJAN
Dariyanti
Novel
SUARA YANG TEREDAM
Dariyanti