Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Asli Baper!
14
Suka
2,973
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Debora, menatak layar smartphone-nya. Pesan tidak dibalas. Kemudian, matanya melotot dan sebuah tangan gemetar, “inikah, cinta?” Profile berwarna biru yang tenang, berubah menjadi typing.

“Wow ... yang aku tunggu,” Debora kaget langsung. Dia meremas ponselnya kuat-kuat.

Hari, bulan, tahun, puas. Dia mengukur, perasaannya setara dengan setiap event pertama, berhadiah 500—juta hingga flash fiction dan setiap fitur baru bermunculan. Pikiran dihantui berbentuk bayangan foto mas Bintang yang sengaja discreenshot, buat kenang-kenangan, katanya.

Gadis itu senyum manja.

“Debora, faktur pajak sudah diinput ke sistem belum?” Tanya rekan kerja, niatnya meledek, lambaian tangan dan kedip mata senantiasa menggugah dari bayangan mas Bintang.

“Iya Bu, ini lebih darurat. Harga diriku jatuh kalau menerima balasan darinya. Yah, tau kan, aku nge-fans banget sama Mas Bintang. Genius dan lembut, ramah pula.”

Dia penasaran dengan serangkaian jadwal festival, dimulai 2 April, membuka beberapa sesi, pikirannya fokus ke satu hal. Dia memantau layar, memastikan, “iya, ada speech, yes, hari libur, jangan sampai ketinggalan!”

Setelah larut dari bayangan, dia telah membuat serangkaian beberapa alasan. Menariknya, dia tidak bisa mengendalikan sesuai maunya, saat akan melakukan beberapa transaksi pembelian novel. Sebelum menghubungi mas Bintang, alangkah baiknya menghubungi sesama member untuk membimbing, Revi, namanya.

“Aku tidak paham, coba tanya di grup atau mas Bintang!” saran mbak Revi.

“Ah, gak jadi, gemetar aku mau chat dia, hehe.”

Debora tidak cakap komunikasi di grup, tapi butuh bantuan. Dengan mental tebal dan akhirnya memberanikan diri, tanpa butuh berlama-lama, dibalas hanya dua menit. Dia girang, meluapkan emosinya di toilet kantor, dengan melompat-lompat dan menangis haru.

“Loro, keroso, nelongso, dadi siji, Rek."

Artinya, “Sakit, terasa, sedih, jadi satu, Bro."

Dua cangkir kopi menjadi saksi atas kebersamaanya bersama Bintang, saling tatap dan melempar senyum. Hobi kuliner, rupanya menyatukan cintanya.

"Kerja Deb! Melamun mulu," rekan kerjanya menoel lengan.

"Hah? Hehe hanya halu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (14)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Asli Baper!
Dariyanti
Novel
Bronze
Ritme
icitbilala
Novel
Kang Jeje saranghae
Irna putri bahati
Novel
Ku Tunggu Kau Putus
Joo
Komik
Mariella's Moon
S R S M
Cerpen
Lentera
Aqil Azizi
Skrip Film
Triangle
Rizki Ramadhana
Novel
Bronze
Time leap
Seli Suliastuti
Komik
Mencari Makna
Fikri Dzulhaj
Skrip Film
Feminin boy
Dini lutfia sari
Skrip Film
HATI-HATI DI HATIKU
Priy Ant
Cerpen
Art-A Latte
Dear An
Novel
Bronze
SIAPA TAKUT KEPEPET POLWAN
Gie_aja
Skrip Film
Chat dari Siapa?
Leni Juliany
Flash
Rembulan dan Sepotong Cinta Satu Sisi
Arini Putri
Rekomendasi
Flash
Asli Baper!
Dariyanti
Novel
SUARA YANG TEREDAM
Dariyanti
Flash
HUJAN
Dariyanti
Novel
Cinta di Kotak Masuk Salah
Dariyanti