Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pelukkan Segelas Jus
0
Suka
4,999
Dibaca

“Dulu aku berpikir pelukan adalah tentang seseorang yang menarik tubuhku mendekat, mengusap punggungku pelan, lalu berkata kalau semuanya akan baik-baik saja. Aku pikir hanya itu bentuk kenyamanan yang paling nyata. Sampai akhirnya aku bertemu orang-orang yang mencintai dengan cara berbeda cara yang nyaris tidak terdengar, tapi tinggal paling lama di kepala.

Hari itu aku duduk sendirian di sudut ruangan dengan kepala yang rasanya terlalu berat untuk ditopang. Ada banyak hal yang tidak berjalan sesuai harapan. Dan seperti biasanya, aku memilih diam. Aku tidak pandai menjelaskan kesedihan. Aku bahkan sering tidak tahu apa sebenarnya yang membuatku sesak. Rasanya hanya… penuh. Seperti ada terlalu banyak suara di dalam kepala, tetapi tidak satu pun bisa keluar menjadi kalimat.

Lalu seseorang datang tanpa banyak bicara.

Ia hanya meletakkan segelas jus di depanku.

Tidak ada pertanyaan seperti, ‘Kamu kenapa?’

Tidak ada kalimat menenangkan yang terdengar dibuat-buat.

Hanya segelas jus dingin dengan embun kecil di permukaannya, seolah baru dibeli terburu-buru karena takut aku keburu pulang atau semakin tenggelam dalam pikiranku sendiri.

“Aku lupa kamu suka yang ini atau bukan,” katanya pelan.

Dan anehnya, dadaku langsung terasa hangat.

Padahal itu cuma segelas jus.

Bukan solusi.

Bukan jawaban.

Bukan sesuatu yang bisa memperbaiki hidupku dalam semalam.

Tapi saat itu aku sadar… kadang manusia tidak benar-benar membutuhkan seseorang yang bisa menyelesaikan semua masalahnya. Kadang kita cuma butuh ditemani. Butuh diyakinkan kalau ada orang yang cukup peduli untuk mengingat hal-hal kecil tentang kita.

Tentang rasa favorit.

Tentang kebiasaan diam saat sedih.

Tentang bagaimana kita selalu bilang ‘aku nggak apa-apa’ padahal mata kita sudah lebih dulu membocorkan semuanya.

Aku memegang gelas itu lama sekali sebelum meminumnya. Entah kenapa rasanya seperti sedang memegang sebuah pelukan yang berubah bentuk. Dingin di luar, tapi perlahan menghangatkan sesuatu di dalam diri yang sejak tadi retak diam-diam.

Aku jadi berpikir…mungkin cinta memang tidak selalu datang dengan cara besar.

Tidak selalu berupa kata-kata puitis.

Tidak selalu berupa seseorang yang berjanji akan tinggal selamanya.

Tidak selalu tentang gerakan dramatis seperti di film-film.

Kadang cinta datang sebagai seseorang yang tahu kamu belum makan.

Seseorang yang diam-diam membelikan jus karena tahu kamu akan menangis lama malam ini.

Seseorang yang tidak memaksamu bercerita, tapi tetap duduk di sampingmu seolah berkata,

‘Kalau kamu belum siap bicara juga nggak apa-apa. Aku tetap di sini.’

Dan bukankah itu bentuk pelukan yang paling tulus?

Pelukan yang tidak menyesakkan.

Pelukan yang tidak menuntutmu segera membaik.

Pelukan yang memberimu ruang untuk hancur sebentar tanpa takut dihakimi.

Aku meminum jus itu perlahan sambil menahan air mata yang entah kenapa justru semakin ingin jatuh. Bukan karena sedih. Tapi karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku merasa diperhatikan dengan lembut.

Rasanya seperti ada seseorang yang berkata,

‘Kamu nggak harus kuat terus.’

Dan mungkin, di dunia yang terlalu sibuk ini, perhatian kecil memang menjadi bentuk kasih sayang yang paling langka.

Segelas jus itu akhirnya habis.

Tapi perasaan dipeluknya tinggal jauh lebih lama dari yang aku kira.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Melody
Putri Fairuz
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Flash
Bronze
Kastel Biru Tua
xiao chuhe
Novel
Lewat Radio
Arima Chairufiqha
Flash
Lenyap Namun Ada
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Bronze
Hainan Dimsum Jam Dua Pagi
Silvarani
Novel
Bronze
Covered Princess
Alifia Salsabilla Diastari
Novel
Adopsi Cinta
SyerrilAuztin
Skrip Film
Lukisan Cahaya
Alfian N. Budiarto
Novel
Nenek Zone
alivia imani
Novel
Bronze
KAMU LUKA YANG TAKBISA AKU BENCI
goresan_pena
Cerpen
Bajumu Bau Kopi
egagology
Flash
Bronze
YANG KAYA ITU BAPAK KU BUKAN AKU
Okhie vellino erianto
Flash
Pertemuan Sejenak
Nasyafaav
Novel
Heartbeat
Viky Aulia Safitri
Rekomendasi
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Flash
Ratap Tiri Tuan
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Tolong Hidup Sampai Aku Mati !
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Akhirnya Tetap Kalah
lidia afrianti
Flash
Balasan Surat Untukmu, Sean
lidia afrianti
Flash
Bisakah Aku Jadi Dewasa?
lidia afrianti
Flash
Sisa Di Gelas
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Without You
lidia afrianti
Flash
Bronze
Juni Tanpa Ju
lidia afrianti
Flash
Bronze
Bayang
lidia afrianti
Flash
Kalau saat itu aku tidak diam. . .
lidia afrianti
Flash
Perempuan
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti