Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pelukkan Segelas Jus
0
Suka
3,906
Dibaca

“Dulu aku berpikir pelukan adalah tentang seseorang yang menarik tubuhku mendekat, mengusap punggungku pelan, lalu berkata kalau semuanya akan baik-baik saja. Aku pikir hanya itu bentuk kenyamanan yang paling nyata. Sampai akhirnya aku bertemu orang-orang yang mencintai dengan cara berbeda cara yang nyaris tidak terdengar, tapi tinggal paling lama di kepala.

Hari itu aku duduk sendirian di sudut ruangan dengan kepala yang rasanya terlalu berat untuk ditopang. Ada banyak hal yang tidak berjalan sesuai harapan. Dan seperti biasanya, aku memilih diam. Aku tidak pandai menjelaskan kesedihan. Aku bahkan sering tidak tahu apa sebenarnya yang membuatku sesak. Rasanya hanya… penuh. Seperti ada terlalu banyak suara di dalam kepala, tetapi tidak satu pun bisa keluar menjadi kalimat.

Lalu seseorang datang tanpa banyak bicara.

Ia hanya meletakkan segelas jus di depanku.

Tidak ada pertanyaan seperti, ‘Kamu kenapa?’

Tidak ada kalimat menenangkan yang terdengar dibuat-buat.

Hanya segelas jus dingin dengan embun kecil di permukaannya, seolah baru dibeli terburu-buru karena takut aku keburu pulang atau semakin tenggelam dalam pikiranku sendiri.

“Aku lupa kamu suka yang ini atau bukan,” katanya pelan.

Dan anehnya, dadaku langsung terasa hangat.

Padahal itu cuma segelas jus.

Bukan solusi.

Bukan jawaban.

Bukan sesuatu yang bisa memperbaiki hidupku dalam semalam.

Tapi saat itu aku sadar… kadang manusia tidak benar-benar membutuhkan seseorang yang bisa menyelesaikan semua masalahnya. Kadang kita cuma butuh ditemani. Butuh diyakinkan kalau ada orang yang cukup peduli untuk mengingat hal-hal kecil tentang kita.

Tentang rasa favorit.

Tentang kebiasaan diam saat sedih.

Tentang bagaimana kita selalu bilang ‘aku nggak apa-apa’ padahal mata kita sudah lebih dulu membocorkan semuanya.

Aku memegang gelas itu lama sekali sebelum meminumnya. Entah kenapa rasanya seperti sedang memegang sebuah pelukan yang berubah bentuk. Dingin di luar, tapi perlahan menghangatkan sesuatu di dalam diri yang sejak tadi retak diam-diam.

Aku jadi berpikir…mungkin cinta memang tidak selalu datang dengan cara besar.

Tidak selalu berupa kata-kata puitis.

Tidak selalu berupa seseorang yang berjanji akan tinggal selamanya.

Tidak selalu tentang gerakan dramatis seperti di film-film.

Kadang cinta datang sebagai seseorang yang tahu kamu belum makan.

Seseorang yang diam-diam membelikan jus karena tahu kamu akan menangis lama malam ini.

Seseorang yang tidak memaksamu bercerita, tapi tetap duduk di sampingmu seolah berkata,

‘Kalau kamu belum siap bicara juga nggak apa-apa. Aku tetap di sini.’

Dan bukankah itu bentuk pelukan yang paling tulus?

Pelukan yang tidak menyesakkan.

Pelukan yang tidak menuntutmu segera membaik.

Pelukan yang memberimu ruang untuk hancur sebentar tanpa takut dihakimi.

Aku meminum jus itu perlahan sambil menahan air mata yang entah kenapa justru semakin ingin jatuh. Bukan karena sedih. Tapi karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku merasa diperhatikan dengan lembut.

Rasanya seperti ada seseorang yang berkata,

‘Kamu nggak harus kuat terus.’

Dan mungkin, di dunia yang terlalu sibuk ini, perhatian kecil memang menjadi bentuk kasih sayang yang paling langka.

Segelas jus itu akhirnya habis.

Tapi perasaan dipeluknya tinggal jauh lebih lama dari yang aku kira.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Novel
Gold
Jejak Cinta 20 Tahun Berlalu
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Senyum Kala Hujan (Membicarakan Adam 1)
Silvarani
Flash
CINTA
Iman Siputra
Novel
Tuntun Aku menuju Ayat itu!
Rizky Ade Putra
Novel
HELLO, I'm Rose
Maria Mellenia
Novel
Lukisan Tanpa Warna
Intanaaw
Novel
Bronze
Masa Sma
Nur Aulia Azzahra
Novel
Love at the Edge of Twilight
Rizky Yahya
Novel
Bronze
My Lost Prince
Rosa L.
Flash
Aku, Mawar dan Bedebah
ruang.amy.gdala
Cerpen
Bronze
Soulmate Game
Nuel Lubis
Flash
Apakah kamu pernah mencintaiku?
lidia afrianti
Cerpen
Rahmat Insekyur
E. N. Mahera
Novel
Gold
Highschool Love Story
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Flash
Apakah kamu pernah mencintaiku?
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Astrophile
lidia afrianti
Flash
Hear You
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jejak
lidia afrianti
Flash
Terapi kota
lidia afrianti
Novel
Wandering Toward You
lidia afrianti
Flash
Bisakah Aku Jadi Dewasa?
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai
lidia afrianti
Flash
Musim Hazelnut
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
StepMother
lidia afrianti
Flash
Gravitasi
lidia afrianti
Flash
Bronze
In Korea Means 사랑해
lidia afrianti
Flash
STORY OF GERBERA
lidia afrianti