Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Hope
2
Suka
2,971
Dibaca

Yup, sebaiknya aku mencoba untuk menuliskannya di dalam buku ini saja. Meskipun aku tahu betul tak akan ada yang membaca. Konon katanya, menulis dapat membuat perasaan kita menjadi lebih tenang, bukan?

Dan sekarang aku bingung harus memulai dari mana ...

Baiklah, kira-kira begini ceritanya. Aku adalah seorang artist. Aku sangat senang menggambar dan melukis dengan cat air. Sudah hampir tiga tahun lamanya aku mulai serius mengembangkan bakatku, dan aku bangga melihat kemajuanku dari awal hingga sekarang.

Kemudian, pada suatu hari aku menyelesaikan sebuah gambar yang hasilnya cukup memuaskan, kuunggahlah gambar tersebut ke sosial media bersamaan dengan saat salah satu artist panutanku juga mengunggah gambarnya.

Gambarku yang awalnya terlihat bagus jadi tidak bagus sama sekali.

Padahal aku sudah mencoba untuk mengikuti gaya gambarnya, tapi tetap saja punya dia terlihat jauh lebih bagus dariku.

Sudah tidak terhitung lagi berapa kali aku berusaha untuk mengubah gaya gambarku mengikuti artist-artist profesional yang kutemukan di sosial media. Aku selalu saja menemukan seorang lain yang gambarnya juga tidak kalah keren dan aku pun mencoba untuk mengikutinya juga. Begitu terus sampai aku menyadari satu hal bahwa penyebab sebenarnya mengapa aku begitu membenci karyaku sendiri adalah,

Karena itu 'hasil karyaku'.

Aku selalu mencoba menanamkan dalam pikiranku bahwa 'menjadi diri sendiri itu baik!' namun kenyataannya tidak seperti itu. Jika benar demikian, kenapa aku tidak bisa seterkenal dan semahir mereka? Mengapa banyak orang lebih menyukai karya mereka ketimbang karyaku?

Tentu tidak ada alasan lain bukan selain karena karyaku tidak se'wah' mereka?

Dunia ini benar-benar tidak adil. Kita harus hidup di bawah standar yang ditentukan orang lain dan itu mutlak nilainya. Jika orang lain tidak menyukaimu, maka ada sesuatu darimu yang tak sesuai standar. Kau akan terus berada di bawah jika kau tetap kukuh pendirian untuk tidak mengubah dirimu sesuai standar itu.

Yak, bisa jadi ada yang menganggapmu 'unik' dan akan mendukungmu untuk naik ke atas. Namun, janganlah kalian lupakan bila di luaran sana juga banyak sekali yang menentang kamu dan tetap pada standar yang telah ditentukan. Pada akhirnya kamu hanya akan ditekan, ditekan, dan ditekan. Akan ada harinya di mana kamu sudah tak tahan lagi dengan tekanan-tekanan itu dan memutuskan untuk berubah mengikuti apa yang 'penentang'mu inginkan. Ada pepatah yang berkata 'Hidup itu seperti roda, kadang kita di atas, kadang kita di bawah.' berdasarkan apa yang aku katakan di atas, apa kalian masih berpikir bahwa pepatah ini benar?

Realitanya, banyak orang yang seumur hidup terus berada di atas. Yang terlahir dari keluarga kaya raya, menikah dengan pasangan yang kaya juga, dan terus begitu hingga mereka meninggal dan hartanya diwariskan ke anak-anaknya. Ada juga yang seumur hidup terus berada di bawah. Lahir dari keluarga yang miskin tak punya apa-apa, tidak bersekolah karena orang tua tak punya biaya, mencari nafkah dengan memulung atau meminta-minta, hingga akhirnya mati kelaparan.

Yang seperti itu tak terhitung banyaknya, mereka hanya tak pernah diceritakan. Yang diceritakan dari mulut ke mulut hanya mereka orang-orang yang cukup 'beruntung' atau cukup 'sial' yang nasibnya bisa berubah. Cerita-cerita itu dimaksudkan untuk 'mencuci otak' kita agar kita dapat tetap menjalani hidup dengan baik dan melihat dunia dari sisi indahnya saja. Berpikir bahwa semua akan berubah jika kita terus berusaha meraihnya.

Tidak semua orang miskin atau yang tidak dipandang ditakdirkan untuk bisa sukses, tidak semua orang ternama atau kaya ditakdirkan untuk bangkrut dan jatuh miskin. Tuhan menciptakan setiap insan dengan skenario cerita yang berbeda-beda.

Jika semua orang di dunia sukses, maka siapa yang jadi orang biasa-biasa saja?

Jika semua orang di dunia kaya, maka siapa yang menjadi miskin?

Jika semua orang terkenal, maka siapa yang jadi rakyat biasa?

.

.

.

Setelah kupikir-pikir kembali, alasan mengapa Tuhan menciptakan dunia yang tidak adil ini adalah,

Untuk menjaga agar semesta ini tetap seimbang. Agar kita dapat belajar untuk saling melengkapi, membantu, demi kebaikan kita semua.

Hehehe ... gak nyambung, ya, dari masalah gambar-gambaran jadi tentang hidup. Iya, aku tahu, kok, kalau aku gajelas.

Jadi, apa kesimpulannya?

Umurku masih muda, aku tak tahu kapan aku akan mati. Aku juga tak tahu apakah aku termasuk dalam kategori orang yang 'beruntung' yang mampu mengubah nasibnya atau menjadi orang biasa yang terus berada di bawah. Skenario hidupku belum habis, aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup dan menyelesaikan kisahku.

There's a chance, even just a little bit.

Harapan bagiku untuk sukses masih ada, meskipun kecil kemungkinannya dan juga tak tahu kapan hal itu akan datang. Maka dari itu, aku tetap harus hidup dan menjalani hari-hariku. Bahkan jika tak satu orang pun dapat benar-benar berada di sisiku dan mendampingiku setiap saat aku butuh. Toh, aku masih bisa menulis, kalau misalnya sedih lagi ya tinggal nulis lagi, hehehe ...

Kecuali Tuhan menakdirkanku untuk kehilangan tanganku, itu beda lagi ceritanya, hahaha.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
CALL YOU MINE
Fadila Damayanti
Novel
Akresi
Kinalsa
Skrip Film
SEGITIGA PARIS
Arini Suryokusumo
Flash
Hope
Canise Mogan
Cerpen
Bronze
Pembunuhan yang Sempurna
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
CINTA TAK SEMALANG ITU
Ranika Mayang Sari
Novel
Bronze
Hold My Fire
diannafi
Novel
Apple Polisher (Pemoles Apel)
Arslan Cealach
Komik
BADUT: Baju untuk Duti
Priy Ant
Skrip Film
Kasih untuk elina
Muhammad Ramadhafi passa
Skrip Film
home run
mufida saediman
Skrip Film
NADA CINTA UNTUK GITA
Gung diah
Flash
TEMAN BERMAIN
Reiga Sanskara
Flash
Teruntuk Jika
Racelis Iskandar
Flash
Koin Odong-odong
Putri Rafi
Rekomendasi
Flash
Hope
Canise Mogan
Cerpen
Limbo
Canise Mogan
Flash
Bima Cell
Canise Mogan