Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
0
Suka
1,962
Dibaca

Kau pernah bercerita kalau kota ini telah lama membangun kisah dalam tubuh duniamu. Tentu, itu bukan bermula denganku, tapi pada sebuah perjalanan pertamamu yang mencoba menerjemahkan para nelayan dan petani, atau sekadar menjadi penghubung ringkas jagongan mereka.

"Aku ingin membuka otakmu! Kok bisa masih ingat, bukannya itu cerita yang sudah sangat lama!" ucapmu ketika derasnya malam bersimpangan dengan kilat cahaya.

"Aku mengingatmu lebih banyak dari sekadar itu."

Malam menggeser percakapan kami pada setiap jengkal jalan yang kami sengaja datangi. Ketika kami menjelma dua orang asing di trotoar-trotoar yang seolah tertarik oleh gaya pegas ketapel.

Kau bercerita tentang kisah lampau ketika duniamu bergeser, warna biru harus menerima kuning yang berkibar. Dan, kau memilih bergerak ketika semua tangan sejatinya memintamu untuk berhenti.

Bintang terpecah, berserpih, dan dimensi hitam menelan segala yang pernah kau rencanakan. Kau memilih untuk bersalin rupa berkali-kali, mengendalikan segala waktu agar tetap bergerak di sekitarmu.

Aku mendengarmu, melihat kedip kelopakmu yang hendak menumpahkan lelah. Namun, senyum yang menangkap pantulan cahaya itu mengubah sebuah jalan menjadi doa, menjadi langkah tak berbatas, "Jika harus berjalan di langkah baru, pada dunia berikutnya, kuharap, aku dan kau akan menjadi kita."

"Dunia ini tidak akan sepenuhnya runtuh," sembari kulukiskan keyakinan pada sorot mataku, "Nyatanya, kita hanya sedang memilih menanggung kesedihan yang mana, dan membangun kebahagiaan yang serupa apa, maukah kau yakin dengan segala ketidakpastian ini?"

Pada kaca mobil ketika tetes-tetes deras hujan bersungai, berjajaran, berebut pantulan sinar lampu jalanan. Serpihan kayu dari kota yang begitu akrab berganti dengan daun hijau besar yang mencoba menyelimuti sebuah jembatan. Pada ujung batasnya, roda-roda kecil telah beriringan dengan putaran roda-roda besar.

"Kelana?"

"Aku melihat dunia ini akan terus bergeser bersamamu! Sangat menantang, sesekali menyulitkan, tapi aku selalu ingin melihat kota-kota lain, dunia yang tidak dibatasi oleh waktu! Apakah kau mau Lentera?"

Aku tak menjawabnya, kita bersalin rupa, mengubah jelaga menjadi kemuning jingga.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Langit Untuk Bumi
Ana Fanisa Aulia
Novel
After Meet Sunrise
Siti Shella Sari
Novel
Alex
Oryza Salsabila
Komik
The Miracle
Helsy Ariesta
Komik
Bronze
Cat As Trophe
baumrumeon
Flash
Bronze
Sebuah Pengakuan
Faisal Susandi
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Cerpen
Bronze
Iyyaki Hubbi
Daud Farma
Novel
Ina : Ikatan Kita
Error 404
Flash
Rangga dan Cinta
Honey Dieah
Flash
Janji ||
Nila Kresna
Cerpen
Bronze
Buah Hatiku
OvioviO
Novel
Hiraeth (Mira dan "Rumah")
Junindra Darisky Saputra
Novel
Gold
Mencarimu
Bentang Pustaka
Novel
Pukul 3 sore
AngKasa
Rekomendasi
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)