Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
0
Suka
3,083
Dibaca

Kau pernah bercerita kalau kota ini telah lama membangun kisah dalam tubuh duniamu. Tentu, itu bukan bermula denganku, tapi pada sebuah perjalanan pertamamu yang mencoba menerjemahkan para nelayan dan petani, atau sekadar menjadi penghubung ringkas jagongan mereka.

"Aku ingin membuka otakmu! Kok bisa masih ingat, bukannya itu cerita yang sudah sangat lama!" ucapmu ketika derasnya malam bersimpangan dengan kilat cahaya.

"Aku mengingatmu lebih banyak dari sekadar itu."

Malam menggeser percakapan kita pada setiap jengkal jalan yang kami sengaja datangi. Ketika kita menjelma dua orang asing di trotoar-trotoar yang seolah tertarik oleh gaya pegas ketapel.

Kau bercerita tentang kisah lampau ketika duniamu bergeser, warna biru harus menerima kuning yang berkibar. Dan, kau memilih bergerak ketika semua tangan sejatinya memintamu untuk berhenti.

Bintang terpecah, berserpih, dan dimensi hitam menelan segala yang pernah kau rencanakan. Kau memilih untuk bersalin rupa berkali-kali, mengendalikan segala waktu agar tetap bergerak di sekitarmu.

Aku mendengarmu, melihat kedip kelopakmu yang hendak menumpahkan lelah. Namun, senyum yang menangkap pantulan cahaya itu mengubah sebuah jalan menjadi doa, menjadi langkah tak berbatas, "Jika harus berjalan di langkah baru, pada dunia berikutnya, kuharap, aku dan kau akan menjadi kita."

"Dunia ini tidak akan sepenuhnya runtuh," sembari kulukiskan keyakinan pada sorot mataku, "Nyatanya, kita hanya sedang memilih menanggung kesedihan yang mana, dan membangun kebahagiaan yang serupa apa, maukah kau yakin dengan segala ketidakpastian ini?"

Pada kaca mobil ketika tetes-tetes deras hujan bersungai, berjajaran, berebut pantulan sinar lampu jalanan. Serpihan kayu dari kota yang begitu akrab berganti dengan daun hijau besar yang mencoba menyelimuti sebuah jembatan. Pada ujung batasnya, roda-roda kecil telah beriringan dengan putaran roda-roda besar.

"Kelana?"

"Aku melihat dunia ini akan terus bergeser bersamamu! Sangat menantang, sesekali menyulitkan, tapi aku selalu ingin melihat kota-kota lain, dunia yang tidak dibatasi oleh waktu! Apakah kau mau Lentera?"

Aku tak menjawabnya, kita bersalin rupa, mengubah jelaga menjadi kemuning jingga.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Alex
Oryza Salsabila
Komik
Bronze
Sweets and Glasses
Nanalabu
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
M E M B I R U
Yuli Harahap
Novel
More
Trippleju
Novel
Waktu Isa Sudah Lewat
Alfia
Novel
Istri Galak Presedir Dingin
Flower
Novel
Bronze
Museum Jiwa
Husni Magz
Novel
No Summertime Sadness Here
Autami Anita
Novel
Bronze
Biarkan Aku Bertahan Hidup! Yang Mulia!
Wahyu Nur Anisa
Novel
Selamat Pagi, Alen
Kavi M N
Flash
Bronze
Apakah Cinta itu Berpola?
Nuel Lubis
Novel
Only Three Months
Riska Amalia
Novel
Titik temu
Ulfi Nurul F
Novel
Ideal White: Eternal Heart
JA Chrysant
Rekomendasi
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)