Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Titip Dua Ribu Rasa
3
Suka
5,574
Dibaca

“Titip dua ribu rasa ya.”

Kalimat itu terdengar sederhana sekali. Terlalu sederhana untuk diingat terus-menerus oleh seseorang sepertiku. Tapi anehnya, dari sekian banyak percakapan yang pernah lewat di antara kita, justru itu yang paling lama tinggal.

Kau mengucapkannya di depan kasir minimarket, sambil menyerahkan uang yang kurang dan tertawa kecil karena merasa itu candaan yang receh. Orang-orang mungkin akan lupa lima menit kemudian. Kasir itu mungkin bahkan sudah lupa wajah kita. Tapi aku tidak.

Aku ingat bagaimana lampu toko terlalu terang malam itu.

Aku ingat lagu lama yang diputar pelan dari speaker pecah di sudut ruangan.

Aku ingat caramu menoleh padaku setelah berkata, “Titip dua ribu rasa ya,” seolah perasaan memang bisa dibayar murah dan dibawa pulang dalam kantong plastik.

Aku tertawa waktu itu.

Bukan karena lucu, tapi karena aku takut kau sadar kalau aku menyukaimu lebih dari yang seharusnya.

Sejak malam itu, dua ribu berubah jadi angka yang aneh bagiku.

Aku menemukannya di mana-mana.

Di saku celana yang jarang kupakai.

Di bawah meja belajar.

Di dompet kecil pemberian ibu.

Di recehan kembalian ojek online.

Dan setiap kali melihatnya, entah kenapa aku selalu teringat padamu.

Lucu ya?

Ada orang yang mengingat mantannya lewat lagu romantis atau tempat-tempat indah.

Aku justru mengingatmu lewat uang dua ribu yang warnanya mulai pudar.

Kadang aku bertanya-tanya, apa kau tahu ada seseorang yang menyimpan kalimat kecilmu sedalam ini?

Karena bagimu mungkin itu hanya gurauan.

Tapi bagiku, itu terdengar seperti permintaan diam-diam:

“Kalau suatu hari aku pergi, tolong simpan sedikit rasa itu buatku.”

Dan aku benar-benar menyimpannya.

Aku menyimpan caramu bicara terlalu cepat ketika gugup.

Menyimpan kebiasaanmu mengetuk meja saat berpikir.

Menyimpan matamu yang selalu terlihat lelah meskipun mulutmu sibuk bercanda.

Aku menyimpan semuanya sendirian, tanpa pernah tahu apakah aku memang diminta untuk menyimpan itu semua atau tidak.

Yang paling menyakitkan dari mencintai diam-diam bukan ditolak.

Tapi tidak punya hak untuk merasa kehilangan.

Karena saat kau menjauh, aku bahkan tidak bisa bertanya,

“Kenapa?”

Aku tidak bisa marah ketika kau mulai sibuk dengan dunia barumu.

Aku tidak bisa cemburu ketika ada nama lain yang membuatmu tersenyum lebih lama daripada aku pernah bisa.

Aku cuma bisa menjadi tempat singgah sementara.

Seperti minimarket dua puluh empat jam:

didatangi saat perlu,

ditinggalkan setelah semuanya selesai.

Kadang aku ingin mengembalikan semua rasa itu.

Menaruhnya kembali di tanganmu sambil berkata,

“Aku capek menyimpannya sendirian.”

Tapi perasaan lucu sekali.

Semakin ingin dibuang, semakin menetap.

Jadi akhirnya aku hidup bersama kenangan-kenangan kecil itu.

Tentang malam sederhana.

Tentang lampu putih yang terlalu terang.

Tentang tawa kecilmu.

Tentang dua ribu rupiah yang nilainya hampir tidak berarti apa-apa bagi dunia,

tapi terlalu berharga bagiku.

Dan sekarang aku mengerti, yang membuat seseorang sulit dilupakan bukan selalu karena ia pernah tinggal lama.

Kadang, seseorang menetap hanya lewat satu kalimat kecil, lalu hidup di kepala orang lain bertahun-tahun setelahnya.

“Titip dua ribu rasa ya.”

Iya.

Rasanya sudah kuterima.

Tapi maaf, aku tidak pernah tahu harus mengirimkannya kembali ke mana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Flash
Our Love Inside You
Farah
Novel
Bronze
ANGKASA
Safina Tri Maharani
Flash
Bronze
Pria Dalam Lemari
Best Siallagan
Flash
Bronze
SEBATAS ANGAN
essa amalia khairina
Flash
Jejak Waktu di Balik Lensa
Lukitokarya
Flash
Bronze
Hujan Tidak Pernah Bertanya
Hans Kamari
Novel
Gold
Amor Est Poena
Mizan Publishing
Novel
My Fiance Affair
Melaningsih
Novel
Summer of love
Fofo hwang
Flash
Bronze
Kepak Sayap Merpati di Luar Jendela
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Sweet Girl
Imajinasiku
Komik
the Secret of WALEN SOES
Illiyin
Flash
Riang Dalam Hening
Akara Drawya
Flash
Bronze
Alasan Pria Mudah Lelah
Ron Nee Soo
Rekomendasi
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Flash
STORY OF GERBERA
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Flash
Sisa Di Gelas
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai 2
lidia afrianti
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ramai
lidia afrianti
Flash
My Battery
lidia afrianti
Flash
Cinta Tanpa Pamrih
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Seisi Semesta Sana
lidia afrianti
Flash
10 Days Without Permission
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Flash
Dia Bernama Lumi
lidia afrianti