Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Titip Dua Ribu Rasa
3
Suka
3,507
Dibaca

“Titip dua ribu rasa ya.”

Kalimat itu terdengar sederhana sekali. Terlalu sederhana untuk diingat terus-menerus oleh seseorang sepertiku. Tapi anehnya, dari sekian banyak percakapan yang pernah lewat di antara kita, justru itu yang paling lama tinggal.

Kau mengucapkannya di depan kasir minimarket, sambil menyerahkan uang yang kurang dan tertawa kecil karena merasa itu candaan yang receh. Orang-orang mungkin akan lupa lima menit kemudian. Kasir itu mungkin bahkan sudah lupa wajah kita. Tapi aku tidak.

Aku ingat bagaimana lampu toko terlalu terang malam itu.

Aku ingat lagu lama yang diputar pelan dari speaker pecah di sudut ruangan.

Aku ingat caramu menoleh padaku setelah berkata, “Titip dua ribu rasa ya,” seolah perasaan memang bisa dibayar murah dan dibawa pulang dalam kantong plastik.

Aku tertawa waktu itu.

Bukan karena lucu, tapi karena aku takut kau sadar kalau aku menyukaimu lebih dari yang seharusnya.

Sejak malam itu, dua ribu berubah jadi angka yang aneh bagiku.

Aku menemukannya di mana-mana.

Di saku celana yang jarang kupakai.

Di bawah meja belajar.

Di dompet kecil pemberian ibu.

Di recehan kembalian ojek online.

Dan setiap kali melihatnya, entah kenapa aku selalu teringat padamu.

Lucu ya?

Ada orang yang mengingat mantannya lewat lagu romantis atau tempat-tempat indah.

Aku justru mengingatmu lewat uang dua ribu yang warnanya mulai pudar.

Kadang aku bertanya-tanya, apa kau tahu ada seseorang yang menyimpan kalimat kecilmu sedalam ini?

Karena bagimu mungkin itu hanya gurauan.

Tapi bagiku, itu terdengar seperti permintaan diam-diam:

“Kalau suatu hari aku pergi, tolong simpan sedikit rasa itu buatku.”

Dan aku benar-benar menyimpannya.

Aku menyimpan caramu bicara terlalu cepat ketika gugup.

Menyimpan kebiasaanmu mengetuk meja saat berpikir.

Menyimpan matamu yang selalu terlihat lelah meskipun mulutmu sibuk bercanda.

Aku menyimpan semuanya sendirian, tanpa pernah tahu apakah aku memang diminta untuk menyimpan itu semua atau tidak.

Yang paling menyakitkan dari mencintai diam-diam bukan ditolak.

Tapi tidak punya hak untuk merasa kehilangan.

Karena saat kau menjauh, aku bahkan tidak bisa bertanya,

“Kenapa?”

Aku tidak bisa marah ketika kau mulai sibuk dengan dunia barumu.

Aku tidak bisa cemburu ketika ada nama lain yang membuatmu tersenyum lebih lama daripada aku pernah bisa.

Aku cuma bisa menjadi tempat singgah sementara.

Seperti minimarket dua puluh empat jam:

didatangi saat perlu,

ditinggalkan setelah semuanya selesai.

Kadang aku ingin mengembalikan semua rasa itu.

Menaruhnya kembali di tanganmu sambil berkata,

“Aku capek menyimpannya sendirian.”

Tapi perasaan lucu sekali.

Semakin ingin dibuang, semakin menetap.

Jadi akhirnya aku hidup bersama kenangan-kenangan kecil itu.

Tentang malam sederhana.

Tentang lampu putih yang terlalu terang.

Tentang tawa kecilmu.

Tentang dua ribu rupiah yang nilainya hampir tidak berarti apa-apa bagi dunia,

tapi terlalu berharga bagiku.

Dan sekarang aku mengerti, yang membuat seseorang sulit dilupakan bukan selalu karena ia pernah tinggal lama.

Kadang, seseorang menetap hanya lewat satu kalimat kecil, lalu hidup di kepala orang lain bertahun-tahun setelahnya.

“Titip dua ribu rasa ya.”

Iya.

Rasanya sudah kuterima.

Tapi maaf, aku tidak pernah tahu harus mengirimkannya kembali ke mana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Novel
The Way I Are
Maria Veronica S
Flash
THE LAST MOMENT
Reiga Sanskara
Novel
INERSIA
cahyo laras
Novel
Aku, Dia, dan Masa Lalu
Nur Aini Rasyid
Novel
Torrie & the Prince
Bexsia
Novel
Rhian & Riana
Amira Luthfiyah Hamka
Novel
Dia Datang,.,
Dinda Puspitasari
Novel
Finding Soo
Dya
Flash
Benang Merah
Sekar Kinanthi
Novel
Aurat
Delly Purnama Sari
Novel
GERA
saceritera
Novel
Bronze
Side By Side
Tania
Novel
GELORA CINTA DI TENGAH GEJOLAK JAKARTA
Juju jubaedin
Skrip Film
Berbagi Ranjang
Wulan KaHa
Rekomendasi
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Flash
Dia Yang Bernafas
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Novel
Wandering Toward You
lidia afrianti
Flash
Hear You
lidia afrianti
Flash
STORY OF GERBERA
lidia afrianti
Flash
Jika aku tidak cukup, bilang saja
lidia afrianti
Flash
Bronze
Raut
lidia afrianti
Flash
Bronze
In Korea Means 사랑해
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
StepMother
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hilang di Kota Virtual
lidia afrianti
Flash
Bronze
Sandiwara
lidia afrianti
Flash
Bronze
Juni Tanpa Ju
lidia afrianti
Flash
Khas Jatuh Cinta
lidia afrianti
Flash
Sisa Di Gelas
lidia afrianti