Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Titip Dua Ribu Rasa
3
Suka
4,833
Dibaca

“Titip dua ribu rasa ya.”

Kalimat itu terdengar sederhana sekali. Terlalu sederhana untuk diingat terus-menerus oleh seseorang sepertiku. Tapi anehnya, dari sekian banyak percakapan yang pernah lewat di antara kita, justru itu yang paling lama tinggal.

Kau mengucapkannya di depan kasir minimarket, sambil menyerahkan uang yang kurang dan tertawa kecil karena merasa itu candaan yang receh. Orang-orang mungkin akan lupa lima menit kemudian. Kasir itu mungkin bahkan sudah lupa wajah kita. Tapi aku tidak.

Aku ingat bagaimana lampu toko terlalu terang malam itu.

Aku ingat lagu lama yang diputar pelan dari speaker pecah di sudut ruangan.

Aku ingat caramu menoleh padaku setelah berkata, “Titip dua ribu rasa ya,” seolah perasaan memang bisa dibayar murah dan dibawa pulang dalam kantong plastik.

Aku tertawa waktu itu.

Bukan karena lucu, tapi karena aku takut kau sadar kalau aku menyukaimu lebih dari yang seharusnya.

Sejak malam itu, dua ribu berubah jadi angka yang aneh bagiku.

Aku menemukannya di mana-mana.

Di saku celana yang jarang kupakai.

Di bawah meja belajar.

Di dompet kecil pemberian ibu.

Di recehan kembalian ojek online.

Dan setiap kali melihatnya, entah kenapa aku selalu teringat padamu.

Lucu ya?

Ada orang yang mengingat mantannya lewat lagu romantis atau tempat-tempat indah.

Aku justru mengingatmu lewat uang dua ribu yang warnanya mulai pudar.

Kadang aku bertanya-tanya, apa kau tahu ada seseorang yang menyimpan kalimat kecilmu sedalam ini?

Karena bagimu mungkin itu hanya gurauan.

Tapi bagiku, itu terdengar seperti permintaan diam-diam:

“Kalau suatu hari aku pergi, tolong simpan sedikit rasa itu buatku.”

Dan aku benar-benar menyimpannya.

Aku menyimpan caramu bicara terlalu cepat ketika gugup.

Menyimpan kebiasaanmu mengetuk meja saat berpikir.

Menyimpan matamu yang selalu terlihat lelah meskipun mulutmu sibuk bercanda.

Aku menyimpan semuanya sendirian, tanpa pernah tahu apakah aku memang diminta untuk menyimpan itu semua atau tidak.

Yang paling menyakitkan dari mencintai diam-diam bukan ditolak.

Tapi tidak punya hak untuk merasa kehilangan.

Karena saat kau menjauh, aku bahkan tidak bisa bertanya,

“Kenapa?”

Aku tidak bisa marah ketika kau mulai sibuk dengan dunia barumu.

Aku tidak bisa cemburu ketika ada nama lain yang membuatmu tersenyum lebih lama daripada aku pernah bisa.

Aku cuma bisa menjadi tempat singgah sementara.

Seperti minimarket dua puluh empat jam:

didatangi saat perlu,

ditinggalkan setelah semuanya selesai.

Kadang aku ingin mengembalikan semua rasa itu.

Menaruhnya kembali di tanganmu sambil berkata,

“Aku capek menyimpannya sendirian.”

Tapi perasaan lucu sekali.

Semakin ingin dibuang, semakin menetap.

Jadi akhirnya aku hidup bersama kenangan-kenangan kecil itu.

Tentang malam sederhana.

Tentang lampu putih yang terlalu terang.

Tentang tawa kecilmu.

Tentang dua ribu rupiah yang nilainya hampir tidak berarti apa-apa bagi dunia,

tapi terlalu berharga bagiku.

Dan sekarang aku mengerti, yang membuat seseorang sulit dilupakan bukan selalu karena ia pernah tinggal lama.

Kadang, seseorang menetap hanya lewat satu kalimat kecil, lalu hidup di kepala orang lain bertahun-tahun setelahnya.

“Titip dua ribu rasa ya.”

Iya.

Rasanya sudah kuterima.

Tapi maaf, aku tidak pernah tahu harus mengirimkannya kembali ke mana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Skrip Film
SEEN
Melita Nurhasanah
Flash
Luruh Bersama Angin
Hans Wysiwyg
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Cerpen
Katanya sih Cinta
Rizki Mubarok
Novel
Gold
Lovhobia
Bentang Pustaka
Novel
BAHKAN JIKA CINTA INI
mahes.varaa
Flash
Bronze
MBG untuk Suamiku
Silvarani
Flash
Sisa - Sebelum Hujan Turun
Ayuningti
Flash
Musim Ketika Kita Bertemu Lagi
Penulis N
Cerpen
Bronze
Tā Shǎguā
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Alvira
Bisma Lucky Narendra
Novel
Gold
Mantan
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Kenanganmu vol.1
Fitriyana
Flash
Kupikir itu cinta
winda nurdiana
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim
Rekomendasi
Flash
Titip Dua Ribu Rasa
lidia afrianti
Flash
Akhirnya Tetap Kalah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti
Flash
Bronze
LAST PLACE
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Aku, Cinta Dan Kamu
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai
lidia afrianti
Flash
Daur Rasa
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
SANGUIN
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Pelukkan Segelas Jus
lidia afrianti
Flash
Perempuan
lidia afrianti
Flash
I'm a mother
lidia afrianti
Flash
Bisakah Aku Jadi Dewasa?
lidia afrianti