Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Who is Wrong?
0
Suka
1,294
Dibaca

Dengan memasang wajah garang, Fandi duduk di sofa dengan kedua tangan terlipat dan es batu dalam plastik di atas kepalanya. Matanya menatap ketiga temannya yang sedikit menunduk di depannya. Gilang, Uki, dan Lukman.

Fandi menghela napas, “sekarang gue tanya ke lo lo semua, siapa yang bikin gue begini?”

Semua orang diam.

“Lang!”

“I..iya?”

“Gue pengen denger pengakuan lo!”

“Iya, sebenernya...”

Flashback..(Gilang’s pov)

Gue lagi dengerin musik dangdut kesukaan gue di kamar. Gue tiduran di karpet gara-gara kecapean kerja bakti bersihin wc. Tok. Tok. Gue denger ada ketukan di pintu. Pas gue buka ga ada orangnya.

“Siapa lo?” teriak gue.

Nah gue liat si Kingkong lari sambil ketawa, sial gue dikerjain. Trus gue kejar dia.

“Kooongg!! Kingkooongg!!!”

Gue lari dan lari. Trus gue sampe di tangga. Trus gue liat Lukman lagi makan pisang di tangga.

“Man lo liat kingkong ga?” tanya gue.

“Enggwak..”

Hedeh jijik. Nah gue gak turun, dan gue tetep kejar dia sampai lantai tiga. Sebelum gue lewat depan gudang lantai dua, gue liat Fandi, tapi gue gak peduli dan gue akhirnya bisa gebukin si kingkong, tamat.

Flashback off (Gilang’s pov end)

“Jadi si Lukman nih pelakunya?” tanya Uki.

“Iya ya, gue kan keplesetnya gara-gara kulit pisang!” seru Fandi melotot.

“Kok gue sih?”

“Man, gue nuduh lo dengan dua alasan, pertama gue lupa bayar utang gue ke elo, kedua lo gue jailin kemarin, dan lo balas dendam ama gue kan?”

“Asal nuduh aja lo! Ini negara demokrasi bro! Hargain pendapat orang!”

“Demokrasi apaaan? Demo sih iya!”

“Woy woy!” Uki berteriak kencang, “ini bahas masalah pelajaran PPkn ya? Ha? Ganti topik aja!”

Semua diam. Tidak ada yang bicara sampai akhirnya Fandi angkat bicara.

“Uki, giliran lo.”

Flashback on (Uki’s pov)

Gue turun ke lantai dua. Dan jalan di belakangnya Fandi, gue juga liat Gilang. Gue gak peduli, gue mau kekamarnya Bima.

Flashback off (Uki’s pov end)

“Ha? Lo jalan di belakang Fandi?? Kok gue gak liat? Apa waktu gue ngelewatin Fandi lo berwujud setan dan gue gak ngeliat?” Gilang sangat terkejut.

“Setan mbahmu! Gue badannya lebih kecil dari Fandi jelas gak keliatan!” seru Uki membela diri.

“Si Uki gak salah lang, emang dia ada di belakang gue, lo aja gak liat.” Fandi membela.

“Tch! Mana ada yang kayak begitu!”

“Lang lo juga salah! Waktu itu gue makan pisang goreng, dan lo Cuma nyebutin pisang kan?” Lukman ikut membela.

Gilang diam sesaat, lalu berkata, “jadi gue yang salah? Oke. Oke. Fine! Dan sekarang gue juga pengen denger pengakuan lo Man!”

“Oke!” seru Lukman

Flashback on (Lukman’s pov)

Waktu itu gue baru pulang beli gorengan. Awalnya sih satu kresek penuh, tapi waktu gue nyampe di tangga, gorengannya tinggal satu. Daripada gue dipajekin lagi di lantai dua, gue makan pisangnya.

“Man lo liat kingkong ga?” tanya Gilang.

“Enggwak..”

Terus gue abisin pisang gorengnya. Dan tanpa gue sadari, si Fandi jatoh kebawah.

Flashback off (Lukman’s pov end)

“Jangan-jangan lo jatuh sendiri lagi!” teriak Gilang.

“Iya tuh!” lanjut Uki.

Lalu Fandi memicing ke arah Uki, “lo kan jalan di belakang gue, jangan-jangan lo yang dorong gue?”

“Iya tuh! Kan lo tadi ngomong kalo lo jalan di belakangnya Fandi, otomatis lo yang salah!” serang Lukman.

“Enak aja!” Uki berdiri lalu menunjuk Fandi, “Fan sekarang gue pengen denger dari pihak lo, biar jelas semuanya!”

“Oke!”

Flashback on (Fandi’s pov)

Gue baru aja selfie selfie di atas. Abis itu gue turun ke lantai dua. Waktu di tangga, gue ketemu Uki.

“Turun juga ki?”

“Iya nih mau ke kamarnya Bima, mau nanyain soal ekstra kemarin.”

“Ohhh..”

“Kooonngg! Kingkooongg!!”

“Buset! Apaan tuh?!” seru gue.

“Minggir Fan!” seru Uki.

Wush! Wush! Gue liat Gilang ama si Kingkong lagi kejar-kejaran kek film india. Dan gue terus jalan. Waktu gue sampe ditangga. Gue nggak tahu kenapa, kayak ada yang ngedorong gue. Terus gue jatuh.

Flashback off (Fandi’s pov end)

“Gue nggak ngedorong lo!” seru Uki.

“Lo berani sumpah?” tanya Lukman.

“Sumpah! Beneran gue gak dorong!”

“Terus siapa yang dorong gue kalo bukan lo?” tanya Fandi.

Akhirnya perdebatan ini semakin panjang seiring dengan semakin nyerocosnya mereka.

“Udah! Cukup!” teriak Gilang.

Semua diam.

“Di tangga itu kan ada CCTVnya, iya kan? Nah gue baru aja ngehack, gue belom liat rekamannya, nih kita liat bareng-bareng.” Lanjutnya.

Rekaman CCTV pun diputar. Pada saat itu, semua yang dikatakan oleh mereka benar. Lalu tibalah saat Fandi dan Uki muncul.

“Ng..nggak mungkin...” Uki mulai takut.

“Apaan tt..tuhh?”

Ruangan menjadi dingin. Dalam rekaman, Uki memang tidak mendorong Fandi, dan justru itu masalahnya. Jadi siapa yang salah?

Tamat.

(koleksi 2017, no edit, edisi menolak malu terhadap tulisan lama)

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Who is Wrong?
Noer Eka
Novel
Pernikahan Tanpa Restu
Sekar Pawitralaksmi
Novel
Pasar Malam Terkutuk
Yaraa
Novel
Bronze
Syarat dari Surat
Yuda Juanda
Novel
Warisan Simbok
cyintia caroline
Flash
Bronze
IF THIS IS US...
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
Bronze
Kebaikanku, Tak Perlu Kau Bayar
Ron Nee Soo
Flash
Gurindam Terakhir
Nunik Farida
Cerpen
Buah yang Berbuah Tiap Tiga Tahun Sekali
Hekto Kopter
Novel
KOL (Karang Ombak Laut)
Hendrakur
Novel
Gold
Disorder
Bentang Pustaka
Cerpen
Katalog Bau di Kamar Mayat
muhaibra
Cerpen
Temani Aku Malam Ini
adinda pratiwi
Flash
Aku Setelah Kamu Pergi
Seto Yuma
Flash
Bronze
Ular
Afri Meldam
Rekomendasi
Flash
Who is Wrong?
Noer Eka
Flash
Blog Misteri
Noer Eka
Cerpen
Kursi Pojok
Noer Eka
Flash
Kecoak Terbang
Noer Eka
Cerpen
Pelaku Tabrak Lari
Noer Eka
Cerpen
Tragedi Berak
Noer Eka
Cerpen
Telepon Iseng!
Noer Eka
Komik
Ekstrover dan Introver!
Noer Eka
Cerpen
Masculine Woman
Noer Eka
Cerpen
Menunggu Hukuman Mati
Noer Eka
Cerpen
Kisah Pembunuh Berantai
Noer Eka
Cerpen
Penguasa Lautan
Noer Eka
Flash
Two Killers
Noer Eka
Cerpen
Kue Buatan Bunda
Noer Eka
Cerpen
Little Cupcake
Noer Eka