Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Bumbu Masak Ibu
1
Suka
6,219
Dibaca

Ibu bangun pagi sekali, sewaktu bumi masih bersiap, sewaktu tirai gelap belum dibuka, sewaktu ayam jago bahkan belum berpentas.

Sampai sekarang aku masih penasaran, darimana asal tenaga yang luar biasa itu dia punya?

Hobiku dulu sewaktu masih kecil adalah melihat ibu memasak.

Aku masuk dapur masih sambil mengucek mata yang penuh dengan belek waktu ibu memasukkan beras ke dalam panci.

"Udah bangun?" tanyanya lembut.

Aku mengangguk, tapi tidak menjawab.

"Gak mau tidur lagi?" tanyanya lagi.

"Enggak mau," jawabku dengan suara serak khas orang baru bangun. "Ibu masak apa hari ini?"

"Tumis kacang panjang kesukaanmu. Terus nanti goreng tempe deh."

Mataku berbinar, mendengar tumis kacang membuatku senang seketika. "Beneran?!"

"Bener dong," kata Ibu sembari menutup pancinya lagi.

Aku mengambil duduk di sudut dapur, spot paling sempurnya dimana aku bisa menyaksikan semua keajaiban Ibu di wilayah kekuasannya.

Ibu berjalan ke arah meja dapur dan mulai maracik bumbunya.

"Ibu?" panggilku, kini aku mendekat ingin melihat dengan jelas ramuan apa yang Ibu buat.

"Hmm?"

"Bumbu buat tumis kacang apa aja? Kok bisa enak banget si," tanyaku sungguh-sungguh.

"Bumbunya? Apa yaa? Mmm ... bawang merah, bawang putih, cabe dikit aja, terus kencur ..., abis itu kasih garem, gula, sama micin dikit," jelas Ibu penuh perhatian.

"Banyak banget ya."

Tangan Ibu sepertinya sedang mencari sesuatu di keranjang bumbu, "yah .... Ibu gak ada kencur, keknya habis dari kemarin belum sempet beli lagi."

"Mau aku beliin?" tawarku.

Lagi-lagi Ibu terkekeh. "Gausah, masih gelap di luar. Kita pake seadanya aja."

"Haah? Emang bisa?"

"Bisa dong."

"Kan kurang satu bumbunya, Bu."

"Gakpapa, Ibu jamin rasanya pasti tetep enak."

Aku mendekatkan lagi kepalaku, melihat dari dekat rupa cobek Ibu yang sudah penuh dengan bumbu-bumbu, sebelum akhirnya melihat tangan Ibu dengan lihai mengulek dan menggerusnya seperti mesin yang bergerak cepat dan tepat.

"Ukurannya ini tadi gimana?"

"Ya dikira-kira, dibandingin sama kacang panjang yang mau kita masak seberapa. Secukupnya aja pokonya mah. Udah deh, jadi."

"Susah banget, kenapa gak ada ukuran pastinya, Bu?" tanyaku dengan sedikit nada kesal.

Sedari kecil aku sudah sangat tidak menyukai ukuran yang tidak pasti, seperti: secukupnya, seadanya, sesuai selera.

Bagaimana kita bisa tahu itu?

Ibu terkekeh, "itulah seninya masak, Nak."

Aku meleleh, marah kecilku hilang. Setiap mendengar panggilan 'Nak' dari Ibu selalu membuatku tenang dan senang. Entahlah, kalimat itu seperti mantra penenang dimana cuma Ibu yang bisa melakukannya.

"Kalau nunggu sempurna, kapan kita bisa mulainya?" tambah Ibu lagi.

Benar.

Dunia gak akan menunggu meskipun kita belum siap, meskipun kencur kita belum ada. Dunia akan tetap berjalan selayaknya waktunya.

Aku baru sadar sekarang, saat aku sudah dewasa. Gak ada aturan pakem buat dapur Ibu, bahan dan bumbu seadanya juga gakpapa, bagi Ibu gak perlu nunggu sempurna buat mulai masak, karena pada akhirnya dari masakan Ibu adalah niat Ibu yang paling tulus hingga sampai ke perut keluarganya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
DAENA "Anak dari Istri Ketiga Bapak"
Nurmalasari
Skrip Film
Balada Si Roy
Marlon Anaka
Flash
Bronze
Riana -Selamat Jalan- eps 3 end
Anisah Ani06
Flash
Bumbu Masak Ibu
SIONE
Novel
KALI INI AKU
ericawidiani
Skrip Film
Surat Cinta yang Terbaca
Imajinasiku
Flash
Bronze
Joe Sang Kapten
Onet Adithia Rizlan
Flash
Hilang
SAKHA ZENN
Flash
Bronze
Cinta Empat Musim
Silvarani
Cerpen
Bronze
GEN
Maldalias
Novel
Bronze
Mirielle - The Drama Queen
Meriam Ester Lita Dumais
Novel
Ada Cerita di Sekolah
Awal Try Surya
Flash
Katanya bukan Friendzone?
ulfina
Flash
Pintu
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Kala Sains Sebatas Pratikum Politik
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Bumbu Masak Ibu
SIONE
Flash
Jam Lima
SIONE
Flash
Bronze
Pertama
SIONE
Flash
Bronze
Mendung dan Bayangan
SIONE
Flash
Ambil porsimu
SIONE
Flash
Bronze
Dialog Kematian
SIONE
Flash
Bronze
Ulang Tahun
SIONE
Flash
Bronze
Biru dan Tamunya
SIONE
Flash
Bronze
Bocah Cilik
SIONE
Novel
Rumahku?
SIONE
Flash
Lagu Pilihan
SIONE
Cerpen
Bronze
Pengakuan
SIONE
Flash
Marah
SIONE
Flash
Bronze
Frekuensi
SIONE
Flash
Bronze
Foto Keluarga
SIONE