Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Batal Berbuka
11
Suka
22,341
Dibaca

Aku sedang duduk di ruang tamu bersama Bapak. Tak ada pembicaraan di antara kami. Bapak masih sama seperti hari-hari biasanya, sibuk dengan Koran di depannya. Sesekali ia terlihat memperbaiki posisi kacamatanya dan sesekali membalik Koran yang ia pegang.

Dan aku? 

Aku hanya bersender di kursi empuk yang sudah ada sejak 27 tahun yang lalu, atau sebelum itu.

Netraku terus bekerja melihat Ibu yang dengan cekatan membawa hidangan buka puasa hari itu. Berbeda dengan hari biasanya, Ibu tak sendirian lagi di dekat kompor panas, karena ada Lastri, calon istriku, yang membantu Ibu sedari asar di dapur.

Aku sangat tahu Lastri bukanlah wanita yang biasa memutar knop kompor gas, memegang pisau, atau sekedar memasukkan garam ke dalam kuah sayur asam. Sesekali, aku mencuri pandang untuk mengetahui suasana hati Lastri. Walau tak jelas, yang pasti ia tak apa-apa dengan kegiatannya hari itu.

Lastri berjalan pelan dari dapur membawa mangkuk besar berisi tumis kentang kesukaanku. Baunya tercium sampai ke ruang tamu. Aku harap ia yang memasak tumis kentang itu. Kenapa? Agar setelah aku menikah nanti, aku tak rindu masakan Ibu.

Allohu Akbar … Allohu Akbar ….

Alhamdulillah,” ucapku sembari berjalan ke ruang makan. Aku melihat ada banyak hidangan di sana. Perutku yang sudah melolong sedari tadi tak sabar mencicipi semua hidangan.

Aku duduk dan tersenyum kepada Lastri serta Ibuku. Sedangkan Bapak masih asik dengan korannya.

“Pak, sudah magrib,” seru Ibu.

Bapak berjalan ke meja makan dan duduk di kursi kesayangannya. “Belum mantu ya ini? Hehe,” canda Bapak sembari menduduk, memperhatikan ikan ayam bumbu merah di atas meja. “Aku tak sabar menyantapnya.”

CUT …. Oke kita break dulu ya!”

Maafkan aku … perutku … kamu harus bersabar! Belum saatnya kita menikmati hidangan itu. Buka puasanya setelah kita masuk di adegan selanjutnya. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (7)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Batal Berbuka
Sena N. A.
Novel
Gold
Ada Pelangi di Balik Hujan
Mizan Publishing
Flash
Terkabulnya Doa
Yooni SRi
Novel
Gold
Jejak-Jejak Islam
Bentang Pustaka
Cerpen
Tanda Kiamat Besar (Lanjutan)
Ahmad Wahyudi
Novel
Gold
Merajut Rahmat Cinta
Bentang Pustaka
Novel
Bumi yang Dihujani Rindu
Hadis Mevlana
Novel
Gold
Mimpi Sejuta Rupiah
Mizan Publishing
Flash
Filosofi Rokok
Sukini
Cerpen
Bronze
Epilo Melodi Yang Menyentu Surga
go han
Novel
Apakah ini takdirku
ndy.rhma
Skrip Film
Akasah
Delpiariska
Flash
Kehidupan, Kematian, dan Kelahiran Kembali
Wina Sari Ardini
Flash
A Thousand Gods, a Thousand Prayers
Wina Sari Ardini
Novel
Bantuku Menjemput Jodohku
Nurul Farida Baedillah
Rekomendasi
Flash
Batal Berbuka
Sena N. A.
Flash
Brownies (O)Rasa Bayar
Sena N. A.
Flash
Jam Tangan
Sena N. A.
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Novel
Bronze
Gerbang Ke Empat
Sena N. A.
Novel
Satu Lustrum Bercerita
Sena N. A.
Flash
Jangan Makan Pisang Itu! Pamali!
Sena N. A.
Flash
Suapan Terakhir
Sena N. A.
Flash
Yang Tak Nyata
Sena N. A.
Flash
Lelaki dengan Sepatu Jebolnya
Sena N. A.
Flash
Salah Sambung
Sena N. A.
Flash
Mimpi Kita
Sena N. A.
Flash
Kapan Aku Bangun?
Sena N. A.
Novel
Bronze
Dawuh
Sena N. A.