Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Cita-Cita
0
Suka
2
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aku pikir hal paling menyeramkan yang tidak bisa aku atasi adalah ketika melihat mama meninggal karena serangan jantung setelah mendengarku dipenjara.

Nyatanya tidak, Ji…

Hari ini aku seperti biasa mengajar anak-anak di pengungsian yang masih belum bisa bersekolah sebab bangunan sekolah itu hancur dan belum direnovasi.

Anak-anak itu tertawa dan sangat antusias mendengarku mendongeng tentang seorang dokter jenius yang mendapatkan pasien yang unik-unik.

Ya, kuceritakan beberapa kisahmu yang menginspirasi itu, Ji. Kuharap kamu tidak keberatan.

Suatu kali seorang relawan lain, kawan baikku, bertanya pada anak-anak itu tentang cita-cita mereka. Kamu tahu? Sebagian besar dari mereka ingin menjadi guru.

Cita-cita mereka teramat mulia. Tapi aku tak sampai hati untuk menyampaikan pada mereka kalau sebaiknya guru dijadikan hobi saja, bukan pekerjaan utama. Sebab gaji guru tidak akan cukup untuk menghidupi hidup mereka kelak.

Lalu ada sebagian dari mereka ingin menjadi aparat penegak hukum berseragam coklat. Aku hanya bisa bilang, “Semoga kamu jadi penegak kebenaran yang amanah, ya, Dek.”

Aku tidak mungkin memberitahu tubuh kecil itu kalau dia ingin menjadi bagian dari orang-orang yang dibenci masyarakat, kan?

Kemudian salah satu dari mereka, yang tercerdas dari yang terpintar, berkata bahwa ia ingin menjadi astronot.

Aku hampir menangis mendengarnya, Ji. Rasa-rasanya ingin kucuci otaknya agar bisa berubah pikiran. Dia akan menyia-nyiakan potensinya dengan cita-citanya yang sejauh bulan tanpa ada roket untuk ditumpangi.

Dadaku sesak menyusun penjelasan dan alasan logis bahwa cita-citanya hampir tidak mungkin untuk diraih. Bahwa belum ada fasilitas yang mumpuni di negara kita ini untuk mewujudkan cita-cita itu, apalagi dari kalangan bawah.

Haruskah aku hancurkan harapannya atau haruskah kuberi harapan palsu?

Tapi kita berdua tahu. Aku tahu. Kamu juga tahu aku ini siapa, Ji. Aku tidak akan membiarkan anak itu punya mimpi kosong.

Aku akan mengenalkannya pada hal-hal yang lebih dekat untuk diraih tapi tetap hebat untuk didengar.

Kekerasan struktural tidak akan pernah ada di sekitarku, Ji. Sebab aku yang akan membinasakannya.

Aku mungkin tidak bisa menyelamatkan mama, tapi aku tidak akan membiarkan masa depan anak-anak ini mati begitu saja. Aku akan jadi pil pahit yang mengembalikan kewarasan mereka. 

Adikmu tersayang,

Hati Nurani

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Novel
RANDURIANA
Seto Yuma
Novel
MARLIN Story
Deasy Astari Dawangga
Skrip Film
JANJI RIO
Risna Dabliyuti
Novel
PRESISI
i_naaff
Novel
Ayu dan Pekalongan
Azkannisa
Novel
Melawan bentuk
blue
Skrip Film
Ketulusan
Adhi Saputra Batubara
Flash
Bronze
Bukan Milikku
Rahmayanti
Flash
DIVA YANG TERLUPAKAN
Reiga Sanskara
Komik
Bronze
Why my life(?)
Dema ade
Skrip Film
Lama Banget (Script)
nawa
Skrip Film
Wonderful Miss A
Noor Cholis Hakim
Flash
Bronze
Kenapa Kamu Lari?
Karlia Za
Flash
Bronze
Dialog Kematian
SIONE
Rekomendasi
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pecah
Keita Puspa
Flash
Bronze
KEDASIH
Keita Puspa
Cerpen
Pending Apologize (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
KANKER
Keita Puspa
Novel
AGASTYA
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Flash
Bronze
Calon Suami Kak Helen (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Bronze
Hidroponik
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa