Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Teh di Cangkir Kopi
3
Suka
5,535
Dibaca

Sudah lama Delia tak lagi minum kopi. Ia membuang semua persediaan kopi di rumah; Arabica Gayo dan Mandailing, juga biji kopi Robusta Sidikalang yang sering membuatnya tetap terjaga di saat-saat deadline kerja.

Ia hanya memanfaatkan cangkir kopinya untuk menikmati teh.

Delia kini hanya menikmati teh; melati, chamomile, jahe. Teh hitam, putih, hijau. Sudah dicoba semua.

Ada kepuasan saat ia menikmati teh di wadah bekas ia pernah menyimpan aroma kopi

Sudah lama Delia tidak minum kopi. Ini bukan soal kafein.

Ini hanya cara ia mengobati luka.

Sudah lama Delia tidak minum kopi.

 Sejak Haris, memilih wanita lain. Melupakan bahwa mereka pernah menyapa pagi dengan duduk berdua sambil menyesap kopi yang nikmat. Bercerita tentang rencana ini dan itu, tentang mimpi-mimpi yang sudah disemai sejak hari pertama menikah. Rumah, anak, dan rencana bepergian ke tempat-tempat jauh.

Saat senja, mereka juga menutup hari dengan kopi. Masih cerita tentang ini dan itu, sesuatu yang dikerjakan sepanjang hari, juga cerita mimpi-mimpi yang masih tetap sama.

Lalu, Haris pergi. Pelan-pelan awalnya. Pulang terlambat, jadwal minum yang terlewat. Hingga ia benar-benar pergi.

Delia membuang semua kopi. Mengganti dengan teh. Tetap memakai cangkir yang sama, sebagai pengingat diri, di sana pernah ada sebuah kisah yang dituang dengan indah.

Dan pagi ini Delia bangun dengan mata berat. Ia sudah bekerja semalaman untuk proyek-proyeknya. Ia memanaskan air, menyiapkan cangkir, menyeduh minumannya.

Ia menarik kursi, duduk dengan kaki tegak, lalu menyeruput minuman hangat itu.

Nikmat. Ia tersenyum.

“Pahitnya pas,” gumamnya.

Ia berhenti sejenak. Mengerutkan kening sesaat. Tak ada aroma melati, chamomile, atau jahe yang mengisi hidungnya.

Delia menunduk, tertegun ketika melihat cairan warna hitam pekat di dalam cangkir itu.

Kita memang tak pernah benar-benar lepas dari masa lalu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga
Nurruh Rohmah
Flash
Bronze
GHOSTING
Risna Dabliyuti
Flash
Bronze
Diajar Fajar
Silvarani
Flash
Teh di Cangkir Kopi
Risna Dabliyuti
Novel
TERGANGGU
imajihari
Flash
Ketularan Virus Corona
Luca Scofish
Novel
Gold
Small Fry
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Rainbow In My Love
ArsheilaW
Novel
Sekat
Imelvay
Flash
MATI
Mar Kumbang
Novel
Angkat Tangan yang Lajang
moris avisena
Novel
Rumah Kaca
Amiralie
Novel
Limerence
tatiana
Novel
Bronze
Si Cantik
Hermawan
Cerpen
Bronze
ANAK
Iman Siputra
Rekomendasi
Flash
Bronze
GHOSTING
Risna Dabliyuti
Flash
Teh di Cangkir Kopi
Risna Dabliyuti
Cerpen
Last Call dan Hantu Masa Lalu-Part2
Risna Dabliyuti
Flash
Kepada Mada yang Menungguku
Risna Dabliyuti
Flash
Bronze
Oleh-oleh
Risna Dabliyuti
Skrip Film
JANJI RIO
Risna Dabliyuti
Novel
Bronze
Perempuan-Perempuan Sam
Risna Dabliyuti
Cerpen
Segelas Kopi Buat Istri (sekuel Last Call dan Hantu Masa Lalu)
Risna Dabliyuti
Skrip Film
SISA KEMARIN
Risna Dabliyuti
Cerpen
Daster Kuning Ibu
Risna Dabliyuti
Cerpen
Last Call dan Hantu Masa Lalu
Risna Dabliyuti