Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Teh di Cangkir Kopi
3
Suka
4,397
Dibaca

Sudah lama Delia tak lagi minum kopi. Ia membuang semua persediaan kopi di rumah; Arabica Gayo dan Mandailing, juga biji kopi Robusta Sidikalang yang sering membuatnya tetap terjaga di saat-saat deadline kerja.

Ia hanya memanfaatkan cangkir kopinya untuk menikmati teh.

Delia kini hanya menikmati teh; melati, chamomile, jahe. Teh hitam, putih, hijau. Sudah dicoba semua.

Ada kepuasan saat ia menikmati teh di wadah bekas ia pernah menyimpan aroma kopi

Sudah lama Delia tidak minum kopi. Ini bukan soal kafein.

Ini hanya cara ia mengobati luka.

Sudah lama Delia tidak minum kopi.

 Sejak Haris, memilih wanita lain. Melupakan bahwa mereka pernah menyapa pagi dengan duduk berdua sambil menyesap kopi yang nikmat. Bercerita tentang rencana ini dan itu, tentang mimpi-mimpi yang sudah disemai sejak hari pertama menikah. Rumah, anak, dan rencana bepergian ke tempat-tempat jauh.

Saat senja, mereka juga menutup hari dengan kopi. Masih cerita tentang ini dan itu, sesuatu yang dikerjakan sepanjang hari, juga cerita mimpi-mimpi yang masih tetap sama.

Lalu, Haris pergi. Pelan-pelan awalnya. Pulang terlambat, jadwal minum yang terlewat. Hingga ia benar-benar pergi.

Delia membuang semua kopi. Mengganti dengan teh. Tetap memakai cangkir yang sama, sebagai pengingat diri, di sana pernah ada sebuah kisah yang dituang dengan indah.

Dan pagi ini Delia bangun dengan mata berat. Ia sudah bekerja semalaman untuk proyek-proyeknya. Ia memanaskan air, menyiapkan cangkir, menyeduh minumannya.

Ia menarik kursi, duduk dengan kaki tegak, lalu menyeruput minuman hangat itu.

Nikmat. Ia tersenyum.

“Pahitnya pas,” gumamnya.

Ia berhenti sejenak. Mengerutkan kening sesaat. Tak ada aroma melati, chamomile, atau jahe yang mengisi hidungnya.

Delia menunduk, tertegun ketika melihat cairan warna hitam pekat di dalam cangkir itu.

Kita memang tak pernah benar-benar lepas dari masa lalu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Teh di Cangkir Kopi
Risna Dabliyuti
Novel
Bronze
Overcast Wedding
Ayu Andini Sekarmelati
Novel
Negeri Enam Musim
Putu Winda K.D
Novel
YAPPA MARADDA
Sika Indry
Novel
Bronze
Si Anak Yatim
Azmi1410
Novel
Sebeloem Monas Dibangoen
Silvarani
Novel
Bronze
Dalam Diam Kita Tenggelam
Adnareth
Skrip Film
Rancu (screenplay)
Aldi Cendikia Nugroho
Flash
Bronze
Why Don't You Stay?
B12
Novel
Surat dari Langit
Rahma Yulia Putri
Komik
Bronze
Teman Lama, Meja Bermuka Masam
Mujiyono Sutarno
Flash
HILANG
NO-NAME
Flash
Engklek
Syafira Muna
Cerpen
Bronze
Keadilan bagi seluruh penghuni tanah ini
Wachyudi
Novel
Bronze
Tentangmu Ibu
Rosidawati
Rekomendasi
Flash
Teh di Cangkir Kopi
Risna Dabliyuti
Flash
Bronze
Oleh-oleh
Risna Dabliyuti
Flash
Kepada Mada yang Menungguku
Risna Dabliyuti
Skrip Film
SISA KEMARIN
Risna Dabliyuti
Cerpen
Last Call dan Hantu Masa Lalu-Part2
Risna Dabliyuti
Cerpen
Segelas Kopi Buat Istri (sekuel Last Call dan Hantu Masa Lalu)
Risna Dabliyuti
Skrip Film
JANJI RIO
Risna Dabliyuti
Novel
Bronze
Tak Ada Cinta Seperti Ini
Risna Dabliyuti
Flash
Bronze
GHOSTING
Risna Dabliyuti
Novel
Bronze
Perempuan-Perempuan Sam
Risna Dabliyuti
Cerpen
Daster Kuning Ibu
Risna Dabliyuti
Cerpen
Last Call dan Hantu Masa Lalu
Risna Dabliyuti