Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
DATK- Bukan Titik 2.0
0
Suka
5
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aska menatap pantulan dirinya di cermin, tangannya mengaitkan jam di tangan kirinya. Ia merapikan kerah kemejanya yang sudah sempurna. Matanya terangkat lagi ke cermin, kini menatap seorang laki-laki yang nyaris tanpa ekspresi. Hanya jarinya yang terus menarik ujung kemejanya tanpa sadar. Dua tahun, sudah selama itu waktu berlalu, apakah ia akan bertemu lagi dengan gadis itu sekarang?

Aula tempat reuni tampak padat dan sesak dengan banyaknya orang, padahal dulu saat ia masih berada di sekolah, rasanya aula ini sangat besar. Ia mengambil salah satu gelas dengan cairan hitam di dalamnya, tangannya menggoyang-goyangkannya, membiarkan isinya berputar pelan. Matanya menatap berkeliling, banyak wajah yang ia kenali, tapi gadis itu tidak ada di sana.

"Ta."

Panggilan itu membuat kepalanya berputar dengan cepat, mencari sumber suara. Tidak terlalu jauh, seorang laki-laki berkemeja hitam berjalan mendekat ke seseorang, di ujung satunya, sosok itu ada di sana. Untuk pertama kalinya setelah mereka berpisah, Aska dapat melihat wajah itu lagi dengan tatapan yang hanya melihat ke arahnya… seperti dulu.

"Hai, Cinta." Ejek seorang laki-laki di kelas saat seorang anak baru memperkenalkan namanya. Kelas seketika riuh, bahkan mereka tidak melihat si anak baru yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.

Gadis itu meremas tangannya sendiri, bibirnya ia gigit hingga telihat tak lagi ada darah yang mengalir di sana.

Brakk

Aska menggebrak meja di depannya dengan bosan.

Ia mengalihkan pandangannya ke jendela, di luar angin menerbangkan daun-daun kering yang berterbangan. Setidaknya pemandangan itu lebih menyenangkan dibandingkan melihat tingkah laku teman-teman sekelasnya yg kekanakan.

Ia menekuk sikunya, menyandarkan kepala di tangannya tanpa berpaling, bahkan saat Pak Budi memulai ceramahnya seperti biasa.

Suara-suara di belakangnya sudah tak terdengar, matanya sibuk menikmati pemandangan di luar jendela.

Bangku di sampingnya berderik ketika seseorang menggesernya, siswi baru itu duduk di sana dengan canggung.

Saat itu ia tidak tau, bahwa orang yang kini duduk di sebelahnya akan menjadi alasan baginya untuk tersiksa selama hampir dua tahun.

Matanya masih tak meninggalkan Tata, ketika gadis itu menyapa laki-laki berkemeja hitam dan tersenyum padanya, mata Aska bahkan belum berpaling sama sekali. Setelah satu detik yang terasa panjang, dari balik pundak hitam, mata mereka kembali terkunci.

"Hai."

Hanya satu kata sederhana, tapi Aska tau, bahkan setelah dua tahun berlalu kisahnya belum selesai.

Silahkan baca DATK- Bukan Titik untuk melihat dari versi si gadis.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
The Story of Azalea
Khairunnisa
Flash
DATK- Bukan Titik 2.0
Ayuningti
Novel
Fight for Us ? Me ?
KATHERINE PRATIWI
Novel
Buah Dari Luka
Linda Er
Cerpen
Bronze
ALISHIA MOORE
Kim Prime
Novel
SANDYAKALA
Han
Novel
Bronze
Ice Princess
Jesslyn Kei
Novel
Meraih Bintang Palsu
iccasha
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Melodi yang Hilang di Kota Tua
Lukitokarya
Cerpen
Bronze
Perayaan Mati Rasa
Sleplesswriter
Cerpen
CINTA YANG TIBA-TIBA TUMBUH
Liliana dia sapira
Novel
Bronze
Mars untuk Venus
Neng Jihan
Novel
Gold
Shana
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Cinta di Bawah Langit Pegunungan
SADNESS SECRET
Rekomendasi
Flash
DATK- Bukan Titik 2.0
Ayuningti
Flash
SISA- Hujan
Ayuningti
Flash
SISA- Bertemu Kembali
Ayuningti
Flash
DATK- Halaman 20
Ayuningti
Flash
DATK- Bukan Titik
Ayuningti
Flash
SISA - Hilang
Ayuningti
Flash
SISA - Patah
Ayuningti
Novel
Di Ujung Garis Batas
Ayuningti
Flash
SISA- Rasa Baru
Ayuningti
Flash
DATK- Berisik
Ayuningti
Flash
DATK- Ter Tidur
Ayuningti