Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Oarfish
2
Suka
58
Dibaca

Sampai sekarang aku masih bertanya, apakah patah hati bisa disamakan dengan patah kaki?

Hari itu, ketika melihatnya selesai oleh kekangan penjara bernama cinta, aku tak melihat sedikitpun penyesalan yang berarti. Lagaknya seperti burung lepas dari sangkar. Ringan. Bahkan sedikit sombong.

Namun malam ini, aku menyaksikan pembunuhan yang jauh lebih mengerikan.

Ia dikuliti habis-habisan oleh wanita yang sudah menemukan target barunya, yang dulunya justru menjauhkannya dari marabahaya. Sang Superman dilempari ribuan kryptonite oleh tangan yang sama yang pernah menggenggamnya.

Tak pernah sehari pun aku melihatnya seperti ini. Mati berdiri, di depan kuburannya sendiri. Tubuhnya dimakan belatung dan kelabang, tapi ia bahkan tak bisa meringis. Jiwanya sudah pergi lebih dulu dan kakinya yang patah itu tak ada apa-apanya dibanding hati yang hancur berkeping-keping.

Masih banyak ikan di lautan, kata orang-orang.

Aku diam. Karena mereka tidak pernah kehilangan yang satu itu — yang berenang terlalu dalam untuk dijangkau, terlalu diam untuk dibuktikan keberadaannya. Yang setiap kali muncul ke permukaan, selalu dalam keadaan sekarat.

Para ilmuwan menyebutnya oarfish. Ikan pita. Ikan kiamat. Tidak ada yang tahu seberapa banyak jumlahnya — bukan karena langka, tapi karena habitatnya ada di tempat yang tidak bisa kita capai. Ratusan meter di bawah. Di zona yang bahkan cahaya pun menyerah sebelum sampai.

Menurutnya, wanitanya seperti itu.

Bukan langka. Hanya hidup di kedalaman yang salah. Dan ia akan terus menyelam, terus menghitung napas yang tersisa, seolah kalau ia cukup dalam ia akan menemukannya lagi dalam keadaan utuh.

Tapi setiap oarfish yang pernah ditemukan manusia, selalu sudah mati duluan.

Mungkin memang begitu caranya ia menampakkan diri. Hanya ketika sudah tidak bisa menyakiti lagi.

Sekarang dirinya hanya diam.

Seperti patung di dasar Atlantis, kota yang tenggelam bersama semua orang yang pernah mencintainya. Jauh dari tangan yang mau merawat. Tidak ada yang datang untuk membersihkan lumutnya. Tidak ada yang peduli dengan retakan yang perlahan menjalar di dadanya.

Ia dibangun untuk sesuatu. Ia tahu itu. Tapi tujuan itu pergi bersama orangnya dan kini ia berdiri bukan karena ingin bertahan, melainkan karena tidak tahu caranya roboh dengan bermartabat.

Yang paling menyakitkan bukan keretakan itu sendiri.

Tapi kenyataan bahwa ia tidak ingin ada yang melihatnya dalam keadaan ini — berlumut, retak, dan masih berdiri pura-pura utuh. Seorang penyelam yang kehabisan napas, tapi tidak mau mengakui bahwa ia sudah berhenti mencari.

Dan lautan, seperti biasa, tetap diam.

Tetap luas. Tetap penuh.

Tapi oarfish itu tidak pernah benar-benar langka — ia hanya tidak mau ditemukan. Dan sang penyelam dengan segala luka itu, masih saja percaya bahwa menyelam lebih dalam adalah jawabannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Beauty Of Mercy
Jordi Dharmawan Wijaya
Flash
Inem
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Polusi dalam Politik
Aiman Muin
Flash
Gadis Tunarungu
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Oarfish
Renaldy Naldyn
Cerpen
Bronze
Playboy Kelas Tuna
awanbiru
Novel
KABISAT
Muhamad Riyanto
Novel
Serenada
Revalina Aulia N
Novel
Bronze
Numpang Lewat
Okhie vellino erianto
Flash
Bronze
Kesan
Binaarr
Cerpen
Sebuah Keputusan
Amalia Puspita Utami
Novel
Bronze
KUKEJAR KAMU SAMPAI DAPAT
D'Thasia
Skrip Film
KAMULAH SURGAKU (SCRIPT)
Alwinn
Skrip Film
Anoksia
Alfian N. Budiarto
Skrip Film
I'AM NOT BROKEN
Nita Sari
Rekomendasi
Flash
Oarfish
Renaldy Naldyn
Cerpen
Bronze
Angka Penjemput Maut
Renaldy Naldyn