Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
0
Suka
131
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Menurutmu kita apa Lentera?" pada kaca jendela ketika jemari lentiknya mengusap embun yang hendak menembus cahaya.

"Kita? Sepasang kekasih yang bercinta di luar angkasa!" jawabku sembari mengingat denting piano yang mengakarkan cahaya pada kegelapan paling agung. Nyatanya, setiap bintang yang bersinar di semesta hanya bisa menampakkan wajahnya tersebab selimut hitam dan kelabu tanpa batasan.

"Lagu siapa itu ya? Emmm... Frau? Sebentar, aku ingat lagi, serial Gadis Kretek!" jawabanku ternyata membuat hujan lebih cepat sirna di wajahmu daripada yang sedang diteteskan langit pada taman hijau dan embung di selatan pesisir.

Aku mengingat pasir putih yang berbaris di tempurung kakiku, mengingat seekor burung walet yang pernah terbang di hutan kampus tanah Jawa. Siulannya bersahutan dengan dedaunan yang melambai pada roda-roda yang berputar ke barat. Seorang perempuan pernah menyanyikan lagu yang mengubah sehari serupa seribu tahun, sebuah nama mungkin pernah benar-benar hadir tanpa mantra, tanpa doa.

"Lentera!?" kau bertanya sembari memiringkan kepala, melihatku yang menangkap lanskap dengan kekosongan.

"Pernahkah kau ingat, kota-kota, nada-nada, atau lara yang ditandai oleh nama-nama? Orang-orang yang pernah bersamamu dulu?"

Kau melihatku sembari tersenyum, membariskan gigi-gigimu untuk memantulkan sisa cahaya yang keluar dari tabir mendung. "Yuk!" kau menarik tanganku, berjalan dengan langkah yang tak secepatku. Gerimis masih membasahi tubuh kita pelan-pelan, ketika fajar mulai membangunkan lompatan belalang.

Pada jalan kecil, sebuah gang di kota yang terlalu akrab untuk kita sapa, angin meniupkan aroma laut utara ke selatan. Kau tertawa, kita tertawa. Aku menangkap bahwa kita tak perlu menjadi siapa-siapa. "Besok kita ke Kota Candi! Bukankah, kita juga sudah pernah ke Kota Daun? Sekarang, di kota ini, pun kita punya kisah yang berbeda sebelumnya. Lalu?" ucapmu diikuti tawa yang menyingkap keseluruhan mendung. Dan, ternyata, aku tak perlu benar-benar menjawab pertanyaanmu sebelumnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Fiction
Rahmita Burhamzah
Novel
Hai Mantan
Valentia
Novel
Sang Idola
kartika wulandari
Novel
Kurma
Faiz el Faza
Novel
Mine
Syarah Amalia
Novel
Bronze
Bukan Orang Ketiga
Nanik Hastuti
Novel
Sejati
Deden Darmawan
Novel
Berbagi Apartemen dengan Ketua BEM
Kimfangirl
Novel
Tentang Kita: Yang Tertulis untuk Bian
Nandreans
Cerpen
Lelaki Misterius Yang Setiap Malam Datang Ke Gereja
Naila Etrafa
Cerpen
Bronze
First Love and Last.
chel
Skrip Film
Diary Book
Hariansyah dodi wahyuda
Skrip Film
Evergreen
Kinanti Atmarandy
Flash
Sebatang Rokok
Fann Ardian
Rekomendasi
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)