Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
1
Suka
5,256
Dibaca

"Menurutmu kita apa Lentera?" pada kaca jendela ketika jemari lentiknya mengusap embun yang hendak menembus cahaya.

"Kita? Sepasang kekasih yang bercinta di luar angkasa!" jawabku sembari mengingat denting piano yang mengakarkan cahaya pada kegelapan paling agung. Nyatanya, setiap bintang yang bersinar di semesta hanya bisa menampakkan wajahnya tersebab selimut hitam dan kelabu tanpa batasan.

"Lagu siapa itu ya? Emmm... Frau? Sebentar, aku ingat lagi, serial Gadis Kretek!" jawabanku ternyata membuat hujan lebih cepat sirna di wajahmu daripada yang sedang diteteskan langit pada taman hijau dan embung di selatan pesisir.

Aku mengingat pasir putih yang berbaris di tempurung kakiku, mengingat seekor burung walet yang pernah terbang di hutan kampus tanah Jawa. Siulannya bersahutan dengan dedaunan yang melambai pada roda-roda yang berputar ke barat. Seorang perempuan pernah menyanyikan lagu yang mengubah sehari serupa seribu tahun, sebuah nama mungkin pernah benar-benar hadir tanpa mantra, tanpa doa.

"Lentera!?" kau bertanya sembari memiringkan kepala, melihatku yang menangkap lanskap dengan kekosongan.

"Pernahkah kau ingat, kota-kota, nada-nada, atau lara yang ditandai oleh nama-nama? Orang-orang yang pernah bersamamu dulu?"

Kau melihatku sembari tersenyum, membariskan gigi-gigimu untuk memantulkan sisa cahaya yang keluar dari tabir mendung. "Yuk!" kau menarik tanganku, berjalan dengan langkah yang tak secepatku. Gerimis masih membasahi tubuh kita pelan-pelan, ketika fajar mulai membangunkan lompatan belalang.

Pada jalan kecil, sebuah gang di kota yang terlalu akrab untuk kita sapa, angin meniupkan aroma laut utara ke selatan. Kau tertawa, kita tertawa. Aku menangkap bahwa kita tak perlu menjadi siapa-siapa. "Besok kita ke Kota Candi! Bukankah, kita juga sudah pernah ke Kota Daun? Sekarang, di kota ini, pun kita punya kisah yang berbeda sebelumnya. Lalu?" ucapmu diikuti tawa yang menyingkap keseluruhan mendung. Dan, ternyata, aku tak perlu benar-benar menjawab pertanyaanmu sebelumnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Fly Free
Risna.linqeiu
Flash
Terahasia
Donquixote
Flash
Bronze
Eiffel Evil
Silvarani
Cerpen
Hanya Satu Hari
Dear An
Novel
Dengarkanlah Gemuruhku, Dhawa
ayyy
Flash
Pagi yang Hampir Sempurna
Feny Marlina
Novel
Bronze
Love You, Doc!
Ayu Anggun
Novel
Bunga di Taman jiwa
Amrullah Ibrahim
Flash
Aku Yang Pernah
pelantunkata
Flash
Cerita Semalam
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
UGLY HUSBAND
LSAYWONG
Novel
Bronze
A3
Desti faujiah
Flash
Bronze
Pengantin Baru
Silvarani
Flash
SOULMATE
Hans Wysiwyg
Rekomendasi
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
LENTERA APIARI KELANA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
KELANA LABIRIN LENTERA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)