Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Mencari Kacamata
12
Suka
16,516
Dibaca

Ketika burung-burung induk semang berkicau tak henti-henti di beranda, pada Minggu pagi yang damai di sebuah indekos, Jaka, Badrun, dan Bono berkumpul di kamar Ahmad ketika empunya kamar datang dengan wajah dipenuhi berton-ton pertanyaan, “Ada yang lihat kacamataku?” 

Ketiga temannya memandang Ahmad dengan tatapan bingung. 

“Itu ada di—“ sebelum Badrun sempat menyelesaikan kalimatnya dengan “di atas kepalamu”, karena kacamata Ahmad memang ada di atas kepalanya, Jaka langsung memotongnya dengan berkata, “Mungkin jatuh di jalan. Kamu habis ke mana?”

Bono mengangguk setuju meski matanya masih tertuju kepada video pemersatu bangsa(t) di layar komputer. “Pasti kamu lupa,” katanya sambil menggaruk-garuk celana. Entah apa yang digaruk.

Aha. Badrun langsung mengerti. Rupanya ada persengkokolan tanpa rencana yang terjadi di antara mereka. Jaka dan Bono pasti sedang mengerjai Ahmad, dan dia pun harus bergabung agar tidak merusak momen eureka. “Don’t worry, kita bantu cari,” kata Badrun sambil menepuk pundak Ahmad. Bono mengerang karena aktivitasnya terganggu padahal dia sebentar lagi mencapai puncak—entah puncak apa yang dia maksud. Jaka pun sama, dengan malas, dia tutup komiknya. Namun, demi darah persahabatan yang mengalir sejak sekolah dasar—kini keempatnya hampir lulus SMA, mereka bangkit untuk membantu Ahmad.

“Tadi ke mana? Kita mulai dari sana,” kata Jaka.

“Toilet,” jawab Ahmad.

Karena tidak ada apa pun di toilet, mereka mencari ke tempat yang lebih jauh. 

“Kayaknya jatuh di warung seberang kos,” kata Ahmad. “Aku sarapan di sana.”

“Masuk akal,” jawab Jaka.

“Masuk akal,” Bono mengikuti Jaka.

“Masuk akal,” Badrun mengikuti Jaka dan Bono.

“Sekali lagi ada ‘masuk akal’, kalian dapat piring,” Ahmad kesal.

"Masuk akal," kata Badrun, Jaka, dan Bono.

"Mana piringnya?" kata Badrun, Jaka, dan Bono. 

Keempat remaja itu memasuki Warteg di seberang jalan, lalu sibuk mencari kacamata Ahmad. Bono mengangkat wadah sendok—nihil. Jaka mengintip kotak tisu—zonk. Ahmad mengangkat piring pelanggan lain—dipisuhi. Badrun mengambil gorengan, menggigitnya, lalu menaruhnya lagi.

“Kalian ini lagi apa toh, Blung?” gadis pemilik warung yang wajahnya setenang telaga, risih melihat empat sekawan yang tingkahnya tidak pernah wajar itu.

“Anu, Mbak, kita lagi cari kacamata si Ahmad,” jawab Jaka. “Hilang sejak pagi.”

Lah, itu di kepalanya apa?” kata penjaga Warteg

Lho, iya, Mad, jebule selama ini ing ndasmu?” Jaka menimpali.

“Oalah, Mad. Isin aku duwe batur kayak kowe,” Bono memanasi.

Ahmad mengelus kepalanya, lalu menemukan benda yang dicarinya selama ini. “Asu kalian.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Komik
BOCAH LANANG
Eternal Comics
Flash
Bronze
Kiri, Bang!
Reyan Bewinda
Flash
Rafa Pergi ke Surga
Rafael Yanuar
Cerpen
Kesenjangan yang terlalu senjang
cahyo laras
Cerpen
Cinta Segitiga Kang Taryo, Bandex, dan Neng
E. N. Mahera
Flash
Bronze
Pesta Pernikahan
Afri Meldam
Flash
Bronze
Tangan hoki
Yusuf Ahmad
Cerpen
Bronze
Segelas Matcha di Siang Hari
Rizki Mubarok
Cerpen
Bronze
Mbah Google vs Mbah Dukun
Danica Nathanian
Flash
Dipaksa KAWIN!
Lebah Bergantung
Komik
Bronze
AFTER MARRIAGE
Agam Nasrulloh
Flash
Salah Bini
Lebah Bergantung
Cerpen
Sabotase
Yudhi Herwibowo
Flash
Bronze
Hantu galau
penulis kacangan
Rekomendasi
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Flash
Rafa Pergi ke Surga
Rafael Yanuar
Flash
Lebih dari Cukup
Rafael Yanuar
Flash
Secangkir Teh
Rafael Yanuar
Cerpen
Arwah Kunang-Kunang
Rafael Yanuar
Cerpen
Rehat Sejenak
Rafael Yanuar
Cerpen
Racau
Rafael Yanuar
Flash
Jalan Sepajang Malam
Rafael Yanuar
Flash
Dompet Natal
Rafael Yanuar
Flash
Penulis Paling Berbakat di Dunia
Rafael Yanuar
Novel
Cakrawala yang Sunyi
Rafael Yanuar
Cerpen
Sofia
Rafael Yanuar
Flash
Merayakan Tahun Baru
Rafael Yanuar
Novel
Gerimis Daun-Daun
Rafael Yanuar
Flash
Aku Tak Ingin Mati Seperti Ini
Rafael Yanuar