Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Mencari Kacamata
12
Suka
18,659
Dibaca

Ketika burung-burung induk semang berkicau tak henti-henti di beranda, pada Minggu pagi yang damai di sebuah indekos, Jaka, Badrun, dan Bono berkumpul di kamar Ahmad ketika empunya kamar datang dengan wajah dipenuhi berton-ton pertanyaan, “Ada yang lihat kacamataku?” 

Ketiga temannya memandang Ahmad dengan tatapan bingung. 

“Itu ada di—“ sebelum Badrun sempat menyelesaikan kalimatnya dengan “di atas kepalamu”, karena kacamata Ahmad memang ada di atas kepalanya, Jaka langsung memotongnya dengan berkata, “Mungkin jatuh di jalan. Kamu habis ke mana?”

Bono mengangguk setuju meski matanya masih tertuju kepada video pemersatu bangsa(t) di layar komputer. “Pasti kamu lupa,” katanya sambil menggaruk-garuk celana. Entah apa yang digaruk.

Aha. Badrun langsung mengerti. Rupanya ada persengkokolan tanpa rencana yang terjadi di antara mereka. Jaka dan Bono pasti sedang mengerjai Ahmad, dan dia pun harus bergabung agar tidak merusak momen eureka. “Don’t worry, kita bantu cari,” kata Badrun sambil menepuk pundak Ahmad. Bono mengerang karena aktivitasnya terganggu padahal dia sebentar lagi mencapai puncak—entah puncak apa yang dia maksud. Jaka pun sama, dengan malas, dia tutup komiknya. Namun, demi darah persahabatan yang mengalir sejak sekolah dasar—kini keempatnya hampir lulus SMA, mereka bangkit untuk membantu Ahmad.

“Tadi ke mana? Kita mulai dari sana,” kata Jaka.

“Toilet,” jawab Ahmad.

Karena tidak ada apa pun di toilet, mereka mencari ke tempat yang lebih jauh. 

“Kayaknya jatuh di warung seberang kos,” kata Ahmad. “Aku sarapan di sana.”

“Masuk akal,” jawab Jaka.

“Masuk akal,” Bono mengikuti Jaka.

“Masuk akal,” Badrun mengikuti Jaka dan Bono.

“Sekali lagi ada ‘masuk akal’, kalian dapat piring,” Ahmad kesal.

"Masuk akal," kata Badrun, Jaka, dan Bono.

"Mana piringnya?" kata Badrun, Jaka, dan Bono. 

Keempat remaja itu memasuki Warteg di seberang jalan, lalu sibuk mencari kacamata Ahmad. Bono mengangkat wadah sendok—nihil. Jaka mengintip kotak tisu—zonk. Ahmad mengangkat piring pelanggan lain—dipisuhi. Badrun mengambil gorengan, menggigitnya, lalu menaruhnya lagi.

“Kalian ini lagi apa toh, Blung?” gadis pemilik warung yang wajahnya setenang telaga, risih melihat empat sekawan yang tingkahnya tidak pernah wajar itu.

“Anu, Mbak, kita lagi cari kacamata si Ahmad,” jawab Jaka. “Hilang sejak pagi.”

“Lah, itu di kepalanya apa?” kata penjaga Warteg

“Lho, iya, Mad, jebule selama ini ing ndasmu?” Jaka menimpali.

“Oalah, Mad. Isin aku duwe batur kayak kowe,” Bono memanasi.

Ahmad mengelus kepalanya, lalu menemukan benda yang dicarinya selama ini. “Asu kalian.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Komik
BEBEH DAN BEBIH (Lika-liku laki bini)
Andy widiatma
Flash
Sugeng Jatuh Cinta
Ariyanto
Flash
Bronze
Cermin malu: Bandung vs Roro
Andre Donas
Flash
Dravoryans :Diberkati Dewa
Darian Reve
Flash
Ada Pacar Anjay
Dhimas Ardhio
Flash
Menahan Berak
Alviandromeda | DigitAlv
Flash
Kronik Tak Beretika #001--Terjerat Tali Kambing
Ayuning Dian
Cerpen
7 WAYS TO BE AN IDIOT BOSS
ken fauzy
Cerpen
Bronze
Kevin
krkawuryan
Komik
Gold
KOMIK RETJEH
Kwikku Creator
Flash
Bom
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Suara Misterius
Saifan Rahmatullah
Flash
Iphone & Klepon
I Gede Luwih
Flash
Mencari Inspirasi
Noer Eka
Rekomendasi
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Flash
Jalan Sepajang Malam
Rafael Yanuar
Cerpen
Toko Buku Kecil di Kaki Bukit
Rafael Yanuar
Novel
Perjalanan Semusim
Rafael Yanuar
Flash
Aku Tak Ingin Mati Seperti Ini
Rafael Yanuar
Flash
Upaya Sederhana Memaknai Kenangan
Rafael Yanuar
Flash
Merayakan Tahun Baru
Rafael Yanuar
Novel
Aroma Matahari di Pagi yang Cerah
Rafael Yanuar
Flash
Kepada Mantan Kekasihku
Rafael Yanuar
Flash
Janji Santiago
Rafael Yanuar
Flash
Warna Pelangi
Rafael Yanuar
Flash
Secangkir Teh
Rafael Yanuar
Novel
Bulan di Bukit
Rafael Yanuar
Cerpen
Racau
Rafael Yanuar
Cerpen
Malam Dingin di Cigigir
Rafael Yanuar