Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pagi yang Hampir Sempurna
3
Suka
5,450
Dibaca

Alarm berbunyi tepat pukul lima pagi.

Aku terbangun dengan satu pikiran yang sama seperti hari-hari sebelumnya.

Bagaimana kalau hari ini aku berangkat ke sekolah bersamanya?

Aku berdiri di depan cermin, menyisir rambut panjangku perlahan. Senyum kecil terukir tanpa sadar saat membayangkan berjalan berdampingan dengan Reyhan cowok paling populer di kelasku.

“Renaa, sudah jam enam! Kok belum berangkat?” suara Mama membuyarkan lamunanku.

“Iya, Ma… Rena sudah siap!” jawabku cepat.

Aku bergegas keluar kamar, menuruni tangga lalu mencium kening Mama.

“Morning, Ma. Rena berangkat dulu ya.”

“Kamu nggak sarapan dulu?” tanya Mama.

“Buru-buru, Ma. Rena bawa ini aja,” ujarku sambil meraih sebuah apel dari meja dan memasukkannya ke dalam tas.

Aku keluar rumah dan berjalan kaki menuju sekolah. Udara pagi terasa sejuk, langit cerah dan semuanya terasa.. ringan.

Aku melewati taman kompleks. Tiba-tiba aku teringat apel di dalam tas. Aku berhenti sejenak, mengeluarkannya namun tanpa sengaja apel itu terlepas dari genggamanku.

“Ya ampun…”

Apel itu menggelinding menjauh… lalu berhenti tepat di depan sepasang sepatu yang berdiri tak jauh dariku.

Aku mendongak.

Reyhan.

Dengan seragam putih abu-abu yang rapi, dia terlihat seperti biasa, tenang.. Tapi tetap berhasil membuatku gugup.

“Nih, Ren. Apelnya,” katanya sambil mengulurkan tangan.

“Oh… makasih,” jawabku pelan..

Mencoba tersenyum meski jantungku berdebar tak karuan.

“Kok bisa jatuh?” tanyanya santai.

“Eh… tadi nggak sengaja,” jawabku gugup.

Dia menatapku sejenak lalu tersenyum tipis.

“Kamu kenapa sih, Ren? Gugup banget. Yaudah, yuk berangkat bareng.”

Aku hanya bisa mengangguk.

Kami mulai berjalan berdampingan. Entah kenapa, pagi ini terasa berbeda. Lebih hangat.. Lebih sempurna..

Namun langkahku tiba-tiba tersandung batu kecil di jalan.

“Aduh..”

Aku terjatuh. Kepalaku terbentur aspal.

Dan dalam sekejap, aku terbangun.

Napas tercekat. Jantung masih berdebar. Aku menatap sekeliling kamar.

“Jadi… tadi cuma mimpi?”

Aku menghela napas, setengah lega, setengah kecewa.

“Renaa! Sudah jam enam! Kamu belum bangun?” suara Mama terdengar dari luar.

Aku menoleh ke arah jam dinding.

“Hah?! Jam enam?!”

Aku langsung meloncat dari tempat tidur.

“Oh no… bisa-bisa aku terlambat!”

Pagi yang hampir sempurna itu... ternyata hanya ada di mimpiku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Pagi yang Hampir Sempurna
Feny Marlina
Novel
Bronze
GUPTA
Melrasa
Novel
168 Jam
Kal Q Fawzie
Flash
Di Kafe Kala Ini
Lisnawati
Novel
Bronze
Menghitung Hari Dalam Isolasi
Rahellya
Novel
Gold
Erlan
Bentang Pustaka
Flash
Aurora di Petala Langit
Nabil Jawad
Novel
Baskara
Usnul
Flash
Sesuatu yang Tidak Diketahui [AdoSou]
BellionaSF
Cerpen
Bronze
Cintai Aku dengan Brutal
Nuel Lubis
Novel
Gold
Senior
Mizan Publishing
Novel
La Vie En Rose
deliaafebri
Novel
Flamingo
Brigitta Shiane
Novel
Bronze
Save Me
Himechan
Flash
Bronze
Cinta Tak Pernah Siap Terjatuh
Zasenja
Rekomendasi
Flash
Pagi yang Hampir Sempurna
Feny Marlina
Cerpen
Rindu yang Tak Pernah Usai
Feny Marlina