Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
SISA- Rasa Baru
1
Suka
5,161
Dibaca

Hana mengangkat kepalanya dari gelas kopi di tangannya, laki-laki itu berdiri menjulang di depannya. Perlahan ia meletakkan gelasnya, matanya menatap laki-laki itu lekat, sebentar sebelum berpaling dan bertanya, “Kau di sini?”

Laki-laki itu mengambil tempat duduk di depannya, tubuhnya yang tinggi besar tampak berdesakkan di bangku kayu yang didudukinya. Tangannya mengambil gelas yang Hana letakkan, menyesapnya ringan, “Yang biasa?”

Hana mengangguk, “Lebih enak di tempat biasanya kan?”

laki-laki itu mengangguk setuju, tangannya menggeser gelas yang tadi dipegangnya saat seorang pramusaji meletakkan pesanannya di depannya.

“Pernah coba ini? Rasanya lumayan.” Katanya mendekatkan gelas yang baru saja datang, ke arah Hana. Cairan cokelat pekat terlihat memenuhi cangkir hitam itu. “Benarkah?” tanyanya dengan satu alis terangkat,

Laki-laki itu mengangkat satu ujung bibirnya, “Cobalah.” Desaknya,

Hana mengambil gelas hitam di hadapannya, beberapa kali ia menghentikan gelas itu di udara, sebelum benar-benar menyesap isinya. “Manis.” Komentarnya,

Laki-laki itu terkekeh di depannya, satu jari telunjuknya menyentuh kening Hana yang kini berkerut. “Lumayan kan tapi?”

Hana menangkat bahunya. Mengambil gelasnya sendiri sebelum akhirnya menyandarkan punggungnya ke kursinya. Matanya memandang jendela besar di samping mereka.

“Hei.” Suara laki-laki itu membuat Hana kembali berpaling ke arahnya, tapi ternyata bukan ia yang diajak bicara. Seorang gadis manis dengan rambut sebahu kini berdiri di hadapan mereka berdua, tangannya menggenggam gelas plastik bening. Hana menundukkan pandangannya, melihat gelas hitam dengan cairan cokelat pekat di hadapannya.

“Duduk dulu.”

Hana mendekap erat gelasnya sendiri, cairan hitam di dalamnya berputar-putar. Pandangannya terangkat ke atas, matanya bertemu dengan gadis itu. Tertahan sebelum akhirnya mata gadis itu kembali mengarah pada laki-laki di hadapannya. Ia tersenyum singkat, “Aku ada kelas.”

Ia menatap Hana lagi sekilas, sebelum mempererat pelukannya ke buku di dadanya, “Duluan ya.” Katanya sebelum berbalik dan pergi dari sana.

Hana melihat punggung laki-laki itu yang tak juga berbalik, kemudian pandangannya beralih ke arah gadis yang sosoknya tak lagi terlihat.

Hana menggigit pelan bibirnya, tangannya mengelelus-elus gelasnya, ujung jempolnya bahkan hampir mati rasa.

Laki-laki itu kembali melihat kearahnya, bahunya ia angkat sedikit, “Sayang.”

Hana menarik kedua bibirnya, sedikit, matanya masih fokus dengan jempolnya yang tak juga berhenti memainkan gelasnya, “Sia…” ia merapatkan bibirnya lagi.

“Mungkin lain kali.”

Hana menatap laki-laki yang kini menyandarkan tubuhnya ke belakang, menggoyang-goyangkan gelasnya, matanya kembali melihat gelasnya yang hanya tinggal satu tegukan. “Mau isi ulang?” tanya laki-laki itu,

Hana menggeleng pelan, “Udah ga enak.” Jawabnya,

“Coba yang lain.”

Hana mendengkus, tapi kepalanya mengangguk, “Mungkin.”

Telunjuk laki-laki itu menyentuh kening Hana yang lagi-lagi berkerut, tapi dengan cepat Hana menarik tubuhnya ke belakang. Laki-laki itu terdiam di tempatnya. Hana mengalihkan pandangannya, tangannya mengambil gelasnya sebelum menenggak habis isinya.

Bibir bawahnya ia gigit pelan, mengambil tetes terakhir yang tersisa di sana, matanya menatap gelas kosong itu, cukup lama, sebelum akhirnya melihat kearah laki-laki itu dengan satu senyuman tipis di bibirnya.

Hana mengangkat gelasnya ke arah laki-laki itu sebelum tubuhnya sendiri bangun dan berjalan ke arah kasir. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
SISA- Rasa Baru
Ayuningti
Novel
Haruskah Aku Menikahi Sahabatku?
Jorachan
Novel
One person
Zyaafifah_
Novel
Bronze
Derita Penantian Cinta
Ulfah Pauziah
Cerpen
Bronze
Di Antara Yogyakarta: Jejak Kenangan Cinta Mahasiswa Solo
Vincentius Atrayu Januar Dewanto
Flash
Kisah Tanpa Tokoh Utama
mhd yasir ramadhan
Cerpen
Bronze
KERETA WAKTU
Nyarita
Cerpen
Dua Matahari
zain zuha
Novel
Segenggam Pengabdian
Rosalina Vega
Cerpen
Drama Kecupan Manis
Yooni SRi
Cerpen
Bronze
Bulan Separuh Keranjingan Bercerita
YK-Andriyana-RBD
Novel
SEGITIGA
Herman Trisuhandi
Novel
Bronze
Aku dan COVID-19
Riwa
Novel
Menggandeng Langkah Terakhirmu
Lewi Satriani
Novel
Gold
Rival
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
SISA- Rasa Baru
Ayuningti
Flash
DATK- Bukan Titik
Ayuningti
Flash
SISA - Hilang
Ayuningti
Flash
SISA - Patah
Ayuningti
Flash
DATK- Ter Tidur 2.0
Ayuningti
Flash
Sisa - Suapan Terakhir
Ayuningti
Flash
SISA- Hujan
Ayuningti
Novel
Di Ujung Garis Batas
Ayuningti
Flash
DATK- Ter Tidur
Ayuningti
Flash
SISA- Bertemu Kembali
Ayuningti
Flash
Sisa - Sebelum Hujan Turun
Ayuningti
Flash
DATK- Berisik
Ayuningti
Flash
DATK- Halaman 20
Ayuningti
Flash
DATK- Bukan Titik 2.0
Ayuningti