Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Defense Mechanisms
1
Suka
621
Dibaca

Aku tidak begitu memahami perasaanku sendiri. Meski kulihat berulang kali.

Apakah itu trauma? Atau hanya defense mechanism seperti yang dibilang para psikolog itu?

Aku pernah mendengar tentang hipnoterapi. Di mana seseorang sampai menangis saat kata-kata orang lain menyentuh alam bawah sadarnya.  

Mungkin ini yang terjadi padaku. Meski nyatanya hanya karena celoteh seorang YouTuber yang sedang mencari uang di media sosial. 

Dia mengingatkan tentang cara mencintai diri sendiri, padaku yang lupa masih memiliki kendali. Tentang cinta yang tidak boleh dibagi, kecuali telah benar-benar mencintai diri sendiri. Bahwa aku juga berhak bahagia. Bahkan lebih dulu dari siapa pun di sekitarku. Bahwa tidak ada yang harus lebih kuurus, selain diriku sendiri. 

Egois? 

Tidak. 

Yang egois adalah saat kau mati dan membiarkan dirimu terkubur tanpa menyeret orang lain di sampingmu.

Air mataku mengalir begitu saja saat sang YouTuber mengatakan hal-hal yang kuabaikan selama ini. Diri sendiri. 

Mengalir tanpa rasa sedih. Mungkin kesedihannya sudah lama berlalu, tapi tidak pernah kubiarkan keluar. 

Dia mengajarkan untuk memilih yang membuat senang saja. Mudah sekali kelihatannya. Tapi bagiku sulit. Default-ku saat ini adalah kesedihan. Senang sesekali jika beruntung.

Dan aku juga beruntung, algoritma membawaku pada YouTuber ini. Dia terdengar seperti kakak perempuan yang tidak pernah kumiliki.

Tapi diri seperti apa yang harus kucintai? 

Apakah itu diriku yang dulu? Yang tidak bereaksi berlebihan terhadap apa pun. 

Diriku yang hanya bisa menangis di malam hari saat keluargaku menghadapi masalah, lalu bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi keesokan harinya? Karena dunia tampaknya masih baik-baik saja.

Dunia yang tidak pernah kukeluhkan. Dunia yang hanya butuh kuperbaiki.

Atau mungkin justru dari sanalah masalah muncul? 

Bahwa aku masih juga tidak bisa memperbaiki apa pun. Hanya menambah luka baru dalam keluarga.

Hal yang sama seperti dulu sesekali terulang. Dengan aku sesekali menangis, bahkan tidak lagi peduli.

Aku harus berhenti mengkhawatirkan orang lain dan memikirkan diriku sendiri, kan?

Tapi mengingatnya justru membuatku mengagumi anak itu. Yang tetap tenang meski dunia di sekitarnya berantakan. Dunia yang membuatnya berpikir tentang hidup dan mati, serta rasa takut kehilangan. 

Ataukah itu diriku yang sekarang? Yang sama sekali tidak memiliki ambisi dalam hidup. Yang bahkan marah pun aku tidak bisa. Ya. Kesedihan memang jauh lebih mematikan. 

Kau harus merasa beruntung kalau masih bisa marah, bukan? Karena kesedihan hanya bernilai 75 bagi Dr. David R. Hawkins.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Defense Mechanisms
Cassandra Reina
Flash
Bronze
Gagak dan Guci Air
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Larik Takdir
Y. N. Wiranda
Novel
Bronze
Takdir Menemukan Kita
Ezra Jo
Novel
Kamar Tidur
N'zyna
Novel
Janji di Bawah Langit yang Sama
Ezra Jo
Novel
Setelah Diam Ada Langkah Baru
Asep Saepuloh
Flash
Bronze
Dia Masih di Sini
Keita Puspa
Flash
Bronze
Ke Mana Aja, Lo?
Galih Priatna
Flash
Rengkuh
Wulan Kashi Dhamar
Flash
Bronze
Brian Fun Brain, salah disalahkan
Arifzu
Flash
Hutan yang bernama hidup
Nunu nugraha
Novel
"Rahim yang Hampir Melepaskanku"
Ulva Idaryani Daulay
Flash
Bapak Rumahan
Hans Wysiwyg
Flash
Musang; Leo Tolstoy
Ahmad Muhaimin
Rekomendasi
Flash
Defense Mechanisms
Cassandra Reina
Skrip Film
ANOTHER STORY OF PRINCESS
Cassandra Reina
Flash
PELARIAN
Cassandra Reina
Skrip Film
Black Rainbow
Cassandra Reina
Novel
Bronze
TENAQUIN
Cassandra Reina
Cerpen
Perhatikan Rani
Cassandra Reina
Flash
Zia
Cassandra Reina
Novel
ADVENTRIX
Cassandra Reina
Cerpen
Hal Yang Lucu
Cassandra Reina
Skrip Film
Just For You
Cassandra Reina
Skrip Film
SOULMATE
Cassandra Reina
Flash
KADO
Cassandra Reina
Flash
Menjadi Musashi
Cassandra Reina
Skrip Film
PERFECT STALKER
Cassandra Reina
Cerpen
FTV
Cassandra Reina