Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Defense Mechanisms
1
Suka
719
Dibaca

Aku tidak begitu memahami perasaanku sendiri. Meski kulihat berulang kali.

Apakah itu trauma? Atau hanya defense mechanism seperti yang dibilang para psikolog itu?

Aku pernah mendengar tentang hipnoterapi. Di mana seseorang sampai menangis saat kata-kata orang lain menyentuh alam bawah sadarnya.  

Mungkin ini yang terjadi padaku. Meski nyatanya hanya karena celoteh seorang YouTuber yang sedang mencari uang di media sosial. 

Dia mengingatkan tentang cara mencintai diri sendiri, padaku yang lupa masih memiliki kendali. Tentang cinta yang tidak boleh dibagi, kecuali telah benar-benar mencintai diri sendiri. Bahwa aku juga berhak bahagia. Bahkan lebih dulu dari siapa pun di sekitarku. Bahwa tidak ada yang harus lebih kuurus, selain diriku sendiri. 

Egois? 

Tidak. 

Yang egois adalah saat kau mati dan membiarkan dirimu terkubur tanpa menyeret orang lain di sampingmu.

Air mataku mengalir begitu saja saat sang YouTuber mengatakan hal-hal yang kuabaikan selama ini. Diri sendiri. 

Mengalir tanpa rasa sedih. Mungkin kesedihannya sudah lama berlalu, tapi tidak pernah kubiarkan keluar. 

Dia mengajarkan untuk memilih yang membuat senang saja. Mudah sekali kelihatannya. Tapi bagiku sulit. Default-ku saat ini adalah kesedihan. Senang sesekali jika beruntung.

Dan aku juga beruntung, algoritma membawaku pada YouTuber ini. Dia terdengar seperti kakak perempuan yang tidak pernah kumiliki.

Tapi diri seperti apa yang harus kucintai? 

Apakah itu diriku yang dulu? Yang tidak bereaksi berlebihan terhadap apa pun. 

Diriku yang hanya bisa menangis di malam hari saat keluargaku menghadapi masalah, lalu bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi keesokan harinya? Karena dunia tampaknya masih baik-baik saja.

Dunia yang tidak pernah kukeluhkan. Dunia yang hanya butuh kuperbaiki.

Atau mungkin justru dari sanalah masalah muncul? 

Bahwa aku masih juga tidak bisa memperbaiki apa pun. Hanya menambah luka baru dalam keluarga.

Hal yang sama seperti dulu sesekali terulang. Dengan aku sesekali menangis, bahkan tidak lagi peduli.

Aku harus berhenti mengkhawatirkan orang lain dan memikirkan diriku sendiri, kan?

Tapi mengingatnya justru membuatku mengagumi anak itu. Yang tetap tenang meski dunia di sekitarnya berantakan. Dunia yang membuatnya berpikir tentang hidup dan mati, serta rasa takut kehilangan. 

Ataukah itu diriku yang sekarang? Yang sama sekali tidak memiliki ambisi dalam hidup. Yang bahkan marah pun aku tidak bisa. Ya. Kesedihan memang jauh lebih mematikan. 

Kau harus merasa beruntung kalau masih bisa marah, bukan? Karena kesedihan hanya bernilai 75 bagi Dr. David R. Hawkins.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Defense Mechanisms
Cassandra Reina
Flash
Dia Yang Bernafas
lidia afrianti
Flash
Kelakar Radith
T. Filla
Flash
Perempuan
lidia afrianti
Flash
Sejajar
imagivine
Flash
Monolog sunyi untuk mama
tita agnesti
Cerpen
Ketika Namaku Tak Lagi Kau Sebut
Hans Wysiwyg
Novel
Kebun Warisan Kakek
Allindri S Dion
Novel
Gema dalam Hening: Kamus Cinta yang Tak Terucap
Bintang Senjaku
Novel
Ketika Takdir Mengetuk Pintu Persahabatan
Ezra Jo
Flash
Bronze
Dunia Tanpa Sapu
Titin Widyawati
Flash
After Nine
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Serigala Rimba Beton
Davie Al-Fattah
Novel
Setelah Diam Ada Langkah Baru
Asep Saepuloh
Cerpen
Bronze
Dika & Sang Pengubah Takdir
Shinta Larasati Hardjono
Rekomendasi
Flash
Defense Mechanisms
Cassandra Reina
Novel
ADVENTRIX
Cassandra Reina
Flash
Zia
Cassandra Reina
Skrip Film
PERFECT STALKER
Cassandra Reina
Cerpen
Perhatikan Rani
Cassandra Reina
Cerpen
Alien
Cassandra Reina
Flash
PELARIAN
Cassandra Reina
Cerpen
FTV
Cassandra Reina
Skrip Film
Black Rainbow
Cassandra Reina
Cerpen
Harapan
Cassandra Reina
Skrip Film
Just For You
Cassandra Reina
Cerpen
Hal Yang Lucu
Cassandra Reina
Skrip Film
LOCKDOWN
Cassandra Reina
Skrip Film
ANOTHER STORY OF PRINCESS
Cassandra Reina
Flash
Menjadi Musashi
Cassandra Reina