Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Aki Gemoy! itu beneran aki-aki gemoy itu, kan?
Segerombolan perempuan berteriak kegirangan. Mereka bahkan dorong-dorongan beradu cepat berlari ke arahku. Aku tersenyum saja melihat tingkah lucu mereka. Senang juga ketemu penggemar yang seperti itu.
"Aki, boleh minta foto?" tanya salah satu dari mereka penuh semangat. Yang lain menyahuti.
"Boleh, dong," jawabku semringah.
"Eh, tunggu," seru salah satu dari mereka lagi. "Jadi, Aki Gemoy nggak pakai filter, toh? Aki beneran kakek-kakek?"
Serasa waktu tiba-tiba berhenti. Pertanyaan itu meluncur begitu saja dan melepas keheningan. Senyap, padahal kami berada dalam keramaian.
"Maksudmu?" Aku segera merogoh ponsel dan terbelalak kaget setelah melihat pantulan wajah yang keriput itu. Ponsel di tanganku terlempar kemudian menarik perhatian kerumunan. "Enggak. Ini enggak mungkin."
Aku mendorong mereka dengan kasar. Melipir menjauhi kerumunan. Mereka sama sekali tidak mengejar, tidak lagi menyerukan namaku. Wajah mulusku sirna. Wajah keriput menggantikannya. Aku menampari mukaku sampai panas, berharap aku segera terjaga.