Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
SISA - Hilang
1
Suka
5,814
Dibaca

Tangannya mengepak buku yang masih berserakan di meja, di belakangnya orang-orang keluar satu per satu. Ia mempercepat gerakannya, menjejalkan semuanya ke ransel hitamnya. Ia harus cepat, seseorang menunggunya, pikirnya.

Resleting tasnya ia tarik hingga ke ujung, setelahnya satu tali tasnya ia angkat ke pundak. Kepalanya baru akan terangkat dan melihat ke samping ketika akhirnya ia sadar, tidak ada lagi orang di ruangan itu.

Angin menerbangkan rambutnya yang digerai, membelai lembut pipinya yang merah beserta kedua matanya. Tangannya mencengkeram tali tasnya, wajahnya tertunduk, punggung tangannya menghapus air mata yang jatuh dengan kasar. Bibirnya yang ia gigit mulai memutih, ia menarik napasnya, pendek. Sudahlah, kenapa kau masih tetap disini, bisiknya dalam hati.

“Aku akhirnya menyukai seseorang.” Suara riangnya terdengar seperti guntur dalam teriknya siang itu, laki-laki itu menatapnya dengan mata berbinar.

Riuh sekali café hari itu, tapi saat itu, ia tidak bisa mendengar apa pun. Ia menatap laki-laki itu jauh ke dalam mata hitamnya, tapi tidak menemukan dirinya di sana.

“Ah… benarkah?” suaranya tertahan, “Siapa?” tanyanya hampir seperti bisikkan, tapi laki-laki itu mulai mengoceh panjang lebar tentang pertemuan pertama mereka dan sebagainya. Sedangkan ia, terdiam menunduk, tangannya memainkan air yang mengalir dari gelas es kopinya yang mencair. Ia menyesap kopinya yang tersisa, pekat seperti kesukaannya yang biasa, tapi hambar.

Kakinya berjalan perlahan, tubuhnya bersandar pada balkon lantai tiga di depan kelasnya barusan. Orang-orang di bawah terlihat begitu kecil, tapi tak cukup kecil hingga ia dengan mudah mengenali dua orang yang bercengkerama riang di bangku taman.

Ia meletakkan siku di balkon dan menopang dagu di telapak tangannya. Matanya tak beralih dari kedua orang di bawah. Bahkan dari jarak sejauh ini senyuman mereka terlihat dengan terlalu jelas. Ia merapatkan bibirnya, tangannya perlahan terulur ke depan, pelan, tapi ia terhenti saat wajah itu melihat ke arahnya. Tangannya yang menggantung di udara melambai kecil, ujung bibirnya ia tarik ke belakang. Tak lama, hanya beberapa detik sebelum ia berpaling dan tak lagi melihat ke sana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
SISA - Hilang
Ayuningti
Cerpen
Bohong
Celyn
Flash
Secangkir Kopi Bersamamu
Tichantika
Flash
Peta Usang dan Harta Karun di Pulau Terlupakan
Lukitokarya
Flash
Behind The Scars
Hilda Resina
Novel
Bronze
Takdir Tuhan yang Tersesat
Agum Bahenggar
Novel
Jalan Cinta
Tina Agustiana
Flash
The Boy Who Owns Midnight
velqiane
Novel
HILANG
caramel latte
Flash
You Are My Angel
Luca Scofish
Novel
Every Day is Girls Day
Oepha Im
Novel
Kupu - Kupu
Chris Regar
Flash
Tantangan Pelengkap Iman
Oliphiana Cubbytaa
Flash
Diantara Seribu Bintang
pelantunkata
Flash
Bronze
Pengamat Kucing dan Mi Ayam
Rizal T Fadh
Rekomendasi
Flash
SISA - Hilang
Ayuningti
Flash
DATK- Halaman 20
Ayuningti
Flash
Sisa - Suapan Terakhir
Ayuningti
Flash
DATK- Ter Tidur
Ayuningti
Flash
SISA - Patah
Ayuningti
Flash
DATK- Bukan Titik 2.0
Ayuningti
Flash
SISA- Rasa Baru
Ayuningti
Flash
DATK- Ter Tidur 2.0
Ayuningti
Flash
SISA- Bertemu Kembali
Ayuningti
Novel
Di Ujung Garis Batas
Ayuningti
Flash
DATK- Berisik
Ayuningti
Flash
DATK- Bukan Titik
Ayuningti
Flash
SISA- Hujan
Ayuningti
Flash
Sisa - Sebelum Hujan Turun
Ayuningti