Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
SISA - Hilang
1
Suka
4,838
Dibaca

Tangannya mengepak buku yang masih berserakan di meja, di belakangnya orang-orang keluar satu per satu. Ia mempercepat gerakannya, menjejalkan semuanya ke ransel hitamnya. Ia harus cepat, seseorang menunggunya, pikirnya.

Resleting tasnya ia tarik hingga ke ujung, setelahnya satu tali tasnya ia angkat ke pundak. Kepalanya baru akan terangkat dan melihat ke samping ketika akhirnya ia sadar, tidak ada lagi orang di ruangan itu.

Angin menerbangkan rambutnya yang digerai, membelai lembut pipinya yang merah beserta kedua matanya. Tangannya mencengkeram tali tasnya, wajahnya tertunduk, punggung tangannya menghapus air mata yang jatuh dengan kasar. Bibirnya yang ia gigit mulai memutih, ia menarik napasnya, pendek. Sudahlah, kenapa kau masih tetap disini, bisiknya dalam hati.

“Aku akhirnya menyukai seseorang.” Suara riangnya terdengar seperti guntur dalam teriknya siang itu, laki-laki itu menatapnya dengan mata berbinar.

Riuh sekali café hari itu, tapi saat itu, ia tidak bisa mendengar apa pun. Ia menatap laki-laki itu jauh ke dalam mata hitamnya, tapi tidak menemukan dirinya di sana.

“Ah… benarkah?” suaranya tertahan, “Siapa?” tanyanya hampir seperti bisikkan, tapi laki-laki itu mulai mengoceh panjang lebar tentang pertemuan pertama mereka dan sebagainya. Sedangkan ia, terdiam menunduk, tangannya memainkan air yang mengalir dari gelas es kopinya yang mencair. Ia menyesap kopinya yang tersisa, pekat seperti kesukaannya yang biasa, tapi hambar.

Kakinya berjalan perlahan, tubuhnya bersandar pada balkon lantai tiga di depan kelasnya barusan. Orang-orang di bawah terlihat begitu kecil, tapi tak cukup kecil hingga ia dengan mudah mengenali dua orang yang bercengkerama riang di bangku taman.

Ia meletakkan siku di balkon dan menopang dagu di telapak tangannya. Matanya tak beralih dari kedua orang di bawah. Bahkan dari jarak sejauh ini senyuman mereka terlihat dengan terlalu jelas. Ia merapatkan bibirnya, tangannya perlahan terulur ke depan, pelan, tapi ia terhenti saat wajah itu melihat ke arahnya. Tangannya yang menggantung di udara melambai kecil, ujung bibirnya ia tarik ke belakang. Tak lama, hanya beberapa detik sebelum ia berpaling dan tak lagi melihat ke sana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
SISA - Hilang
Ayuningti
Novel
that moment when you realized you're (not) in love
kvease
Flash
Bronze
Suami Seorang Novelis
Silvarani
Novel
Puisi Terakhir
yoursweetcrush
Novel
Bronze
WEDDING SCHOOL
Okhie vellino erianto
Novel
Elena Kartini
rudy
Novel
Bronze
The Return of Your Necklace
Norvita Putri
Novel
Bronze
Luka Naina
fitrihaida
Novel
Bronze
Dunk Je
Mahar
Novel
Thawiyyah
Daud Farma
Novel
Kanksa
Tika Lestari
Cerpen
Bronze
Rapsodi dalam Omprengan
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Langit di Balik Jendela Kelas
fe
Novel
Bronze
Aku, Kau, Dia dan Cinta
Anggun Kartika
Flash
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Rekomendasi
Flash
SISA - Hilang
Ayuningti
Flash
SISA- Hujan
Ayuningti
Flash
SISA - Patah
Ayuningti
Flash
DATK- Bukan Titik
Ayuningti
Flash
DATK- Berisik
Ayuningti
Flash
DATK- Halaman 20
Ayuningti
Flash
SISA- Bertemu Kembali
Ayuningti
Flash
DATK- Ter Tidur 2.0
Ayuningti
Flash
SISA- Rasa Baru
Ayuningti
Flash
DATK- Ter Tidur
Ayuningti
Flash
DATK- Bukan Titik 2.0
Ayuningti
Flash
Sisa - Suapan Terakhir
Ayuningti
Flash
Sisa - Sebelum Hujan Turun
Ayuningti
Novel
Di Ujung Garis Batas
Ayuningti