Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Under Your Spell
6
Suka
4,285
Dibaca

James tidak benar-benar yakin apakah ia jatuh cinta pada detik pertama mereka bersitumbuh pandang. Namun yang pasti, ada sesuatu lebih dari sekadar rasa kagum saat mata James menangkap sosok Kiara untuk pertama kalinya di sekolah mereka.

​Kiara tidak seperti murid-murid lain. Gadis itu tidak tampak seperti siswi-siswi lain yang biasanya sibuk bersolek atau saling sikut menyikut demi mencuri perhatian cowok asal London itu.

​Bahkan saat pertama kali James bertemu, keberadaan gadis itu nyaris tak terlihat. Tidak ada ledakan pesona dari Kiara yang membuat James langsung terpana saat menyadari keberadaan gadis itu di ruangan yang sama dengan James. Sosok Kiara bisa dibilang... nyaris biasa saja.

​Hal pertama yang James sukai dari Kiara adalah rambut hitamnya.

Terurai panjang dan indah hingga mencapai punggung bagian bawah. Terkadang Kiara biarkan rambutnya terkuncir rapi, terkadang diikat asal-asalan, atau dibiarkan terurai bebas begitu saja, menciptakan gelombang memukau yang lebih sering Kiara sibak begitu saja sebagian helainya ke belakang telinga, membuat gadis itu lambat laun jadi kelihatan sangat manis di mata James.

Kiara juga terkadang memakai kacamata, namun di waktu lain gadis itu memilih untuk menanggalkannya.

​James beberapa kali berpapasan dengan Kiara di beberapa sudut BSJ. Namun, memori tentang Kiara yang paling sering terekam dikepala James adalah saat di perpustakaan.

Di sanalah Kiara sering menghabiskan sedikit waktu luangnya saat jam kosong, tenggelam dalam lembaran buku-buku berat yang sanggup membuat kepala James berdenyut hanya dengan membaca judulnya saja.

​Selain di sana, James juga sering menemukan Kiara di kantin bersama teman-temannya.

​Dan beberapa kali dari pengamatan James juga, Kiara nyaris tidak pernah membeli makanan di kantin sekolah mereka.

Setiap kali James melihatnya, gadis itu selalu setia dengan bekal yang Kiara sudah bawa sendiri.

Di saat teman-teman di sekelilingnya memesan bertumpuk-tumpuk hidangan lezat dari kantin eksklusif sekolah, Kiara tetap membuka kotak makannya dengan penuh percaya diri, seolah ia tidak pernah pundung sama sekali meskipun teman-temannya tidak jarang melempar ledekan untuk Kiara karena kebiasaannya yang selalu dalam 'mode berhemat', dan beberapa ledekan lainnya dalam bahasa Indonesia yang sama sekali tidak dapat dipahami James.

​"Survival mode always save me till the end of the day," kalimat itu tertangkap oleh pendengaran James saat Kiara, dengan wajah sangat sumringah, menjejalkan suapan besar makanan dari bekal yang ia bawa.

​Gelak tawa teman-temannya pun pecah mendengar guyonan Kiara. Membuat James tanpa sadar jadi reflek tertawa juga.

Marvin menyaksikan gelagat anomali sahabatnya yang sedang berdiri dibelakang punggungnya dengan kening berkerut bingung.

Cowok dihadapan James itu baru saja akan bertanya mengapa sahabatnya itu tiba-tiba terkekeh aneh tanpa alasan, ketika matanya reflek mengikuti arah pandang James yang terpaku pada satu titik di sudut keramaian kantin.

​Kebingungan Marvin jadi sirna seketika, digantikan oleh dehaman cukup keras yang memaksa mata abu-abu kehijauan milik James beralih dari sosok di ujung kursi sana.

​"Aku pikir kamu tidak bakal kena 'hipnotis'-nya juga."

​James mengerjapkan mata, mencoba menetralkan ekspresi seraya bertanya,

"What do you mean?"

​Marvin membalikkan tubuh untuk menatap James sesaat, lalu sedetik kemudian ia mengalihkan pandangannya tepat ke arah Kiara, seolah menegaskan jawaban tanpa perlu Marvin suarakan.

Seketika, semburat kemerahan menyerang kedua pipi James.

​"Benar, kan? Kamu kena sihirnya Kiara Juno juga, ya?"

​James menaikkan kedua alisnya, mencoba mencerna nama yang baru saja Marvin sebutkan.

"Juno? Namanya Kiara Juno?"

​Marvin mengangguk mantap.

"Iya. Kenapa? Aneh, ya, namanya?"

​James ingin sekali mengiyakan, tapi hati nuraninya seperti menolak.

James sendiri tahu arti dari nama Juno sendiri.

Baginya, nama panjang Kiara ini terasa unik.

Sungguh unik, seolah nama itu telah dicanangkan dengan sangat matang, menggambarkan persis seperti apa sosok Kiara di mata James saat ini.

​Unik... dan cantik.

​Tanpa sadar, James kembali menjatuhkan pandangannya pada Kiara yang tengah tersenyum ceria. Gadis itu tampak mendengarkan dengan saksama saat temannya yang duduk di depan sedang menjelaskan sesuatu.

​Lalu, satu detik kemudian, apa yang dilakukan Kiara sanggup membuat jantung James seolah berhenti berdenyut.

​Kiara tertawa.

​Tawa yang begitu renyah, begitu lepas, hingga James nyaris tersandung kakinya sendiri saat mencoba melangkah maju dalam antrean.

​"Sialan..."

​Rutukan James membuat Marvin menoleh cepat.

"What's going on?"

​James tidak menyahut. Ia biarkan matanya terkunci pada tawa hangat Kiara yang masih mengudara. Tawa yang mengirimkan desir aneh yang menghangatkan relung hatinya. Tawa yang membuat kedua mata gadis itu menyipit manis, seperti membentuk bulan sabit, berderai begitu tulus hingga menular pada orang-orang di sekitarnya.

​Untuk pertama kalinya, James merasakan sebuah hasrat serta desakan anomali yang belum pernah ia rasakan pada gadis mana pun di dunia ini.

Detik itu juga James menyadari, bahwa ia telah jatuh cinta pada cara Kiara tertawa.

​"Man, are you alright?"

​James menatap Marvin dengan tatapan kelam serta ntens.

​Lalu dengan suara rendah penuh tekad, James berkata.

​"Tawa itu harus jadi milikku, man. Tawa luar biasa cantik dan sialan itu harus jadi milikku. Tawa Kiara. Kiara Juno, harus jadi milikku. Bagaimanapun caranya."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Under Your Spell
Farah Maulida
Novel
Stairway to Quinsha dream
axelle rahardika
Novel
Gold
Once
Noura Publishing
Novel
Bronze
SELINGKUH
Shafa Maurrizka
Novel
Forced Of Love
Babytiran
Novel
Romantic Destination (I Still Love You) Part 2
Alita
Novel
Veil of Roses
Penulis N
Flash
Heaven Can Wait
Hans Wysiwyg
Novel
Gold
Because Its You
Bentang Pustaka
Novel
Gold
NAKULA
Mizan Publishing
Novel
Sebuah Janji
Rana Zalfa Zahirah
Novel
Hallo, Cinta Yang Kutulis Di Catatan Fisika
Mba Rerima
Komik
Bronze
Thread
Seira
Komik
Coward Love
Erik Renaldo
Skrip Film
RENAISSANCE
Kinanti Atmarandy
Rekomendasi
Flash
Under Your Spell
Farah Maulida
Flash
Did You Realize?
Farah Maulida
Cerpen
Jack and Nala
Farah Maulida
Cerpen
Bukan Roman Picisan
Farah Maulida
Flash
The Star We Hoped Would Never Fade
Farah Maulida
Cerpen
Lost in Tuscany
Farah Maulida
Flash
Bronze
I Found You First
Farah Maulida
Cerpen
The Ex File
Farah Maulida
Novel
The Gravity Of Us
Farah Maulida
Novel
We Belong
Farah Maulida
Cerpen
Edge of Us
Farah Maulida
Flash
They Say, What Happened in Las Vegas, Stays in Las Vegas.
Farah Maulida
Cerpen
What Remains
Farah Maulida
Flash
Unspoken Truth
Farah Maulida
Flash
Semua Untuk Anya
Farah Maulida