Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Surat Untukmu, Anakku
3
Suka
2,457
Dibaca

Sabtu, 25 April 2026.

Pare, Kediri.

Hai, anakku sayang. Hari ini mama lagi-lagi tidak bisa tertidur nyenyak. Bukan karena perasaan resah yang menyelimuti. Atau, kerinduan terhadap papamu yang berada jauh di pulau Bali. Mama hanya terpikirkan masa depan yang meleset jauh dari rencana awal.

Nak, kalau kamu baca surat ini, pasti umurmu sudah menginjak tujuh belas tahun. Mama memang berencana menulis surat ini, sejak kehadiranmu terasa di tubuh ini.

Jangan pernah membenci papamu, ya? Karena rasa cinta dan kasih sayang kami yang begitu besar. Hingga kamu hadir di rahim tempatmu berkembang semakin besar nantinya. Mama ingin kamu menjadi anak yang baik. Tumbuh dengan sehat tanpa sesuatu kekhawatiran tentang masa depan. Jangan hiraukan anak-anak lain yang akan mengejekmu, karena tidak hadirnya Papa di antara kita.

Membayangkan tujuh belas tahun lagi, Mama mulai berkaca-kaca. Dan memikirkan apakah mampu melewatinya sendirian. Meskipun di sini, nenekmu ikut bersama Mama. Tanpa tahu kehadiranmu. Kepergian Mama dari pulau Bali yang merupakan tanah kelahiran, merupakan sebuah langkah besar yang akan mengubah segalanya.

Cukup kasih sayang Mama saja. Tanpa kehadiran Papa. Atau, keluarga besar Mama. Selamat ulang tahun, anakku. Semoga dengan mengetahui kenyataan ini, kamu paham kalau kehadiranmu adalah hal yang sangat Mama nantikan.

***

Kim Jae-Han menggenggam secarik surat yang diberikan oleh mamanya dengan napas yang tercekat. Semua terasa masuk akal sekarang. Kenapa setiap menanyakan keberadaan papanya, Mamanya akan selalu menghindar.

"Eomma.." gumamnya dengan nada yang bergetar.

"Jangan membenci Papa, ya?" ucap Resina menarik tubuh jangkung putranya. Membiarkan remaja yang akan beranjak dewasa itu menangis di pundaknya.

"Kenapa Papa tidak mencari kita?" remaja putra dengan garis wajah tegas dan mata cokelat muda itu balik bertanya. Mempertanyakan tanggung jawab dari pria yang membuatnya hadir di dunia ini.

"Mama... Terlanjur kecewa."

"Kenapa?" Kali ini nada suara Jae-Han sedikit meninggi. Tatapan mata itu terluka. Seakan kenyataan yang ada membuat semuanya menjadi masuk akal.

"Papa memilih wanita lain, dan kehadiran Mama hanyalah sementara bahkan tidak pernah diharapkan. Tapi, ia memberikan hadiah perpisahan yang begitu berharga. Kamulah, Nak."

"Tapi.. Seharusnya Mama memperjuangkan perasaan itu. Memberitahukan kehadiranku."

"Jae-Han.. Ada hal yang seharusnya tidak kita perjuangkan. Termasuk perasaan seseorang yang telah meninggalkan kita."

Remaja tampan yang beranjak dewasa itu kembali memeluk tubuh mamanya. Tanpa mengatakan apapun. Ia menangis sesenggukan. Di depan sebuah toko bakery di musim hujan. Singapura menjadi rumah kedua baginya. Sebuah negara yang menjadi saksi, betapa keras mamanya berusaha untuk kelayakan hidupnya. Jae-Han memahami satu hal. Ketulusan cinta mamanya selama bertahun-tahun tidak pernah diketahui oleh papanya. Dan, ia berharap pria itu akan menyesali keputusannya suatu hari nanti.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Saksi Terakhir
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
Duniamu Akan Aku Usahakan
Devie Yunita Putriana
Flash
Surat Untukmu, Anakku
Hilda Resina
Novel
Benang yang Tak Putus
Rie Yanti
Flash
Ragu Semesta
Safiraline
Flash
Bronze
Suami dari Masa Lalu
Choirunisa Ismia
Cerpen
Bronze
GEN
Maldalias
Cerpen
Sunyi, senyap, sendiri
Maisa
Skrip Film
REALITY ZONE SCRIPT
Nia Wijaya
Flash
WULAN
kound
Flash
Akhirnya Kalian Putus Juga
Agung Satriawan
Flash
Berselimut
Berkat Studio
Flash
Kerinduan
Aneidda
Flash
Bronze
tiga detik
susi purwaningsih
Novel
An.Bi.Bi
Penasamudra
Rekomendasi
Flash
Surat Untukmu, Anakku
Hilda Resina
Novel
Ruang Kosong
Hilda Resina
Novel
Alam Semesta
Hilda Resina
Flash
Bronze
The Heart that Have Been Broken Before
Hilda Resina
Novel
Rumah Tempatku Pulang
Hilda Resina
Novel
Kisah Belum Tergoreskan
Hilda Resina
Flash
Bayi yang Tidak Pernah Dilahirkan
Hilda Resina
Cerpen
Bronze
Lentera Cinta Luna
Hilda Resina
Cerpen
Pelukan Hangat Dinda
Hilda Resina
Flash
Behind The Scars
Hilda Resina
Cerpen
Cinta dan Benci
Hilda Resina
Flash
Perpisahan Paling Pahit
Hilda Resina
Flash
When Love Heal Our World
Hilda Resina
Cerpen
Dua Garis Menjadi Satu
Hilda Resina