Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Bukunya Sampai, Harapannya Usai
0
Suka
6,730
Dibaca

Sejak hari itu, aku telah membuat keputusan. Buku yang sudah sebulan mengendap, terkubur di antara buku kuliah yang tebal di pojok kamar. Akan segera aku kirimkan. Aku membelinya dengan cara tak biasa, pengalaman baru yang sebenarnya ingin kunikmati sendiri. Namun, diam-diam kuselipkan namanya di antara niat itu. Bukan. Bukan ingin terlihat berjuang, aku hanya ingin memberi dengan cara yang paling tulus yang aku bisa.

Ternyata, rasa percaya diriku saat itu bisa luruh seperti debu. Satu per satu, pertemuan yang batal dengan alasan yang sama kian mulai kuat menggerus harga diriku. Mungkin harusnya aku sudah kecewa untuk kesekian kalinya. Atau mungkin, aku saja yang telah berekspektasi lebih. Seharusnya, aku tidak perlu melakukan hal yang tidak pernah ingin dia usahakan. Rasanya semakin membuatku merasa relate dengan lagu Nala milik penyanyi Tulus. Menunggu di balik pintu yang tak pernah diketuk, mengenakan pakaian terbaik yang perlahan luntur warnanya.

Tahun lalu, kukira percakapan yang kembali terbangun seperti kembang api nan indah, terang, seolah berubah menjadi bom yang menghantam. Lalu setelahnya, ia lenyap dan hilang. Aku baru sadar, kehilangan diri sendiri lebih terasa menyakitkan dibandingkan kehilangan dia yang berlari ke sana ke mari. Dia tidak sedang tersesat, mungkin saja dia sedang memilah, mencari mana yang paling pas untuk dunianya. Dan hal yang paling menyakitkan sekali saat itu, aku harus mengakui bahwa yang pas menurutnya itu bukan aku.

Aku menghela napas panjang, mencoba mengeluarkan sisa-sisa angan yang masih tersangkut di dada. Ternyata bahasa yang manis di antara kita tidak serta-merta menjamin akhir yang romantis. Kita hanya dua manusia yang tak sengaja bertabrakan di kala sepi dan lelah. Aku saja yang terlampau jauh menerbangkan angan, hingga aku lupa bahwa cerita indah ini hanya fiksi yang kutulis sendiri di kepala. Mungkin benar, bukan salah dia. Hanya saja kepercayaan diriku padanya yang terlampau jauh, hingga merasakan kehilangan sendiri.

Sampai buku itu akhirnya sampai di tangannya, aku berharap ada sesuatu yang melegakan. Terlepas dari angan yang terus aku terka. Terlepas dari harapan yang seolah ingin aku tulis indah di kepala. Namun yang aku dapatkan hanya kehampaan. Semua terasa hambar, justru semakin mengecewakan. Saat dia seolah hanya beralasan ingin melakukan hal yang sama. Padahal, aku tahu. Itu hanyalah basa-basi saja yang justru terdengar seperti sembilu. Jika dia memang berniat, dia takkan membiarkanku menunggu di ruang hampa sepanjang ini.

Kini, aku memilih mundur. Bukan karena benci, tapi aku ingin pulang ke diriku sendiri. Meski jujur, hatiku masih tersentak saat tahu pada akhirnya, dia telah membuka hati kembali. Senang mungkin rasanya saat dia tidak larut terjebak di masa lalunya. Ironisnya, itu bukan aku dan tidak ada cerita untukku. Aku akhirnya paham, bahwa yang datang hanya sebagai pengingat. Satu-satunya orang yang tidak boleh aku tinggalkan adalah diriku sendiri.

"Terima kasih, kamu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Bukunya Sampai, Harapannya Usai
Lisnawati
Novel
Devian Rand bukan DUDA
Nia ernawati
Novel
Love 112
Anggia Nayanika
Novel
Finding Soo
Dya
Flash
Bronze
Menunggu Cinta
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Hujan dan Payung Satu-satunya
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Ketika Musik Box Berhenti Bernyanyi
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Rintik Sendu
Asti Andana
Novel
Gold
28 Detik
Bentang Pustaka
Skrip Film
Second Chance.apk
dwi mojuk
Flash
Serenade
Roy Rolland
Cerpen
Bronze
Gemini versus Virgo
Nuel Lubis
Novel
Serenity
Yulia Puspita Wulandari
Novel
Bronze
Restu Kelana
Lail Arrubiya
Novel
Bronze
The Shadow Student
Aksara Tresna
Rekomendasi
Flash
Bukunya Sampai, Harapannya Usai
Lisnawati
Flash
Keras Hati
Lisnawati
Flash
Bronze
Tentangmu
Lisnawati
Flash
Bronze
Menunggu Moment
Lisnawati
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Flash
Setahun berlalu
Lisnawati
Flash
Bronze
Aku Menulis Lagi
Lisnawati
Flash
Seharusnya, selesai.
Lisnawati
Skrip Film
Satu Cara Untuk Pergi
Lisnawati
Flash
Titik Nadir
Lisnawati
Flash
Bronze
KEBETULAN
Lisnawati
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati
Cerpen
Buku Berbeda
Lisnawati
Flash
Aku Bungkam
Lisnawati
Novel
Bronze
25 TAHUN PERNIKAHAN
Lisnawati