Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Titik Nol
3
Suka
7
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Ayahku baru seminggu lalu meninggal karena tabrakan yang seharusnya tak perlu terjadi, rem blong karena sopir truk yang ugal-ugalan.

Karena itu juga, adikku sampai sekarang harus dirawat intensif, menunggu operasi yang terpaksa dibatalkan. Seluruh uang yang ayah bawa untuk menebus obat dan biaya operasinya habis digunakan untuk pemulasaran jenazah. Jika adikku tidak ditangani segera, kata dokter, tak lama nasibnya juga tak akan tertolong.

Padahal, ibuku juga baru sebulan yang lalu meninggal. Sakit jantungnya kambuh setelah mendengar kabar kakak tertua kami yang sudah lima tahun di negeri jiran meninggal karena kecelakaan kerja.

Rumah terasa sepi. Kosong.!

Tinggal aku dan adik bungsuku yang mengidap epilepsi. Aku tak bisa ke mana-mana, hanya bergantung pada sisa gaji terakhir ayah untuk membeli token listrik dan bertahan dengan stok beras di akhir bulan ini.

Hidup memang penuh masalah. Tapi kalau tak mau punya masalah, mungkin lebih baik mati saja.

Tak ada siapa pun di dunia ini yang benar-benar baik-baik saja, setiap orang punya beban yang ditanggungnya sendiri.

***

Aku membuka amplop yang kutemukan di bawah pintu sepulang dari rumah sakit. Surat dengan logo bank. Isinya, jadwal lelang rumah, karena ayah sebelum meninggal sudah lebih dari setahun sakit, dan menunggak angsuran dengan jaminan satu-satunya rumah warisan ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bullying
Maharani Anindya Wijaya
Flash
Bronze
Terang tapi gelap
ani__sie
Flash
Bronze
Buku Harian Tanpa Kata
Herman Siem
Flash
Titik Nol
Hans Wysiwyg
Novel
unbroken
Hadley
Novel
Bronze
Bus Kota Warna Merah (Cerpen Pilihan Editor#1)
Imajinasiku
Novel
NARISA
Mukhlis Hidayatulloh
Flash
Bronze
Kalau bangun duluan, bangunin ya!
Reyan Bewinda
Flash
KAMU ITU CANTIK CLARISA
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Griseo
Syeren medyanto
Flash
Ibuku Ingin Menantu Bisu, Buta, dan Lumpuh
Mario Matutu
Flash
Bulan ke-10
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Sebatas Asa yang Maya
Frailyavana
Novel
Ohana
A. Tenri Ayu
Flash
Bad Breath
Fann Ardian
Rekomendasi
Flash
Titik Nol
Hans Wysiwyg
Flash
KAMU ITU CANTIK CLARISA
Hans Wysiwyg
Flash
Teman Teduh
Hans Wysiwyg
Flash
Pensil Untuk Lira
Hans Wysiwyg
Flash
Bronze
Cheese Lovers
Hans Wysiwyg
Flash
Mimpi Teduh
Hans Wysiwyg
Flash
Bronze
Kesempatan Kedua (the end)
Hans Wysiwyg
Flash
Pemenang Kedua
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
MESIN WAKTU
Hans Wysiwyg
Flash
Luruh Bersama Angin
Hans Wysiwyg
Flash
Bronze
Tetonam
Hans Wysiwyg
Flash
Kota Sunyi Di Malam Hari
Hans Wysiwyg
Flash
Bronze
Summer yang Tak Pernah Hilang
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
SUNYI SEKALI
Hans Wysiwyg
Flash
RUMAH SUNYI TANPA AKU
Hans Wysiwyg