Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Ayah baru seminggu lalu meninggal karena tabrakan yang seharusnya tak perlu terjadi, rem blong karena sopir truk yang ugal-ugalan.
Karena itu juga, adik sampai sekarang harus dirawat intensif, menunggu operasi yang terpaksa dibatalkan. Seluruh uang yang ayah bawa untuk menebus obat dan biaya operasinya habis digunakan untuk pemulasaran jenazahnya. Jika adik tidak ditangani segera, kata dokter, tak lama nasibnya juga tak akan tertolong.
Padahal, ibu juga baru sebulan yang lalu meninggal. Sakit jantungnya kambuh setelah mendengar kabar kakak tertua yang sudah lima tahun di negeri jiran meninggal karena kecelakaan kerja.
Rumah terasa sepi. Kosong.!
Tinggal aku dan adik bungsu yang mengidap epilepsi. Aku tak bisa ke mana-mana, hanya bergantung pada sisa gaji terakhir ayah untuk membeli token listrik dan bertahan dengan stok beras di akhir bulan ini.
***
Aku membuka amplop yang kutemukan di bawah pintu sepulang dari rumah sakit. Surat dengan logo bank.
Isinya.
Jadwal lelang rumah, karena sebelum meninggal, ayah sudah lebih dari setahun sakit, tak bisa bekerja, dan menunggak angsuran pinjaman hutang, dengan jaminan rumah warisan ini. Satu-satunya harta yang tersisa tempat kami berteduh.
Hidup memang penuh masalah. Tapi kalau tak mau punya masalah, mungkin lebih baik mati saja.
Tak ada siapa pun di dunia ini yang benar-benar sedang baik-baik saja, setiap orang punya beban yang sedang ditanggungnya sendiri.