Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Setting-an
0
Suka
4
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Guys, kali ini. Kita bikin konten yang agak beda. Kita akan coba sesuatu yang ekstrem dan pastinya real, ya, teman-teman." Garda membuka acara sekaligus memberikan peringatan jepada penonton. "Jadi, buat kalian yang enggak kuat kalian tutup dulu deh, dari pada kalian mimpi buruk."

 Gokil. Ini nih yang paling ditunggu-tunggu.

 Emang kalo The Weird bikin prank nggak ngotak njirr

 Ngapain sih harus bilang real segala, penonton juga tahu kali kalau itu setting-an.

 Haelah, si paling rill nggak, tuh. Buktiin aja langsung, susah amat.

 Berbagai komentar berebutan memenuhi ruang obrolan aplikasi berbagi video terbesar di dunia itu. Hampir satu juta orang telah bergabung dalam siaran langsung pemilik akun prankster paling digemari itu.

 Garda mengambil sebilah pisau. Ia memastikan kepada penonton bahwa partisipan yang duduk di kursi kayu saat ini benar-benar orang. Dibukanya penutup kepala itu sebentar lalu dipasangkannya kembali.

 Trik ini mah udah banyak yang pake. Paling mereka main di kamera tuh.

Iya, paling juga tuh orang udah diganti ama boneka.

Nggak seru. Mainnya udah kebaca nih, basi.

 "Perhatikan guys, gua kasih lihat kalau ini leher, masih asli. Bukan boneka." Garda berbicara ke arah kamera. "Kita mulai dalam tiga...dua...satu."

 Gila, gila. Kelihatan rill banget, cok.

 Ngeriiii... Walaupun udah tahu ini setting-an, tetap ngilunya ampe ke sini.

 mual banget cok

Dahlah... Nggak bisa berkata apa-apa lagi. Lemes...

 Darah mengalir deras membasahi baju putih yang dikenakan partisipan itu. Kepalanya diangguk-anggukan enteng oleh Garda. "Siap dengan kejutan lainnya?" 

 Garda dengan tangannya yang cekatan menarik kain penutup kepala partisipan kali ini. Semua kru yang ada di studio tercengang. Berbagai komentar juga menyampaikan keterkejutan yang sana. Ini sama sekali di luar rencana. Jelas-jelas kru di balik layar sudah menggantikan partisipan tadi itu dengan properti yang dibuat mirip. Tapi... Garda... benar-benar memotong kepala wanita itu. Bagaimana bisa?

 Garda menatap ke arahku. Senyumnya tampak ngeri. "Sorry, bro, tadi di awal sudah kubilang, kali ini pertunjukan kita dapat dipastikan real. No tipu-tipu.

Garda melenggang ke arah kru yang bertugas sebagai host live streaming dengan bangga. Ia menepuk laki-laki itu yang masih membeku di depan laptopnya. "Gimana, bro? viewers kita makin meledak kan?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Setting-an
BANYUBIRU
Flash
Tamu Tak Diundang
Allamanda Cathartica
Novel
Gold
Angels and Demons (Republish)
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Novel
Bronze
Di Balik Tirai Bursa
Hadi Hartono
Flash
Bayangan Kasus 99
Allamanda Cathartica
Novel
Bronze
TRIAD
DENI WIJAYA
Flash
Saturnight
Mae Takata
Novel
Kamar Bernapas
Imajiner
Novel
Bronze
Warisan Renggodelogo
Suwito Sarjono
Novel
Bronze
Red Shoes Murderer
Cathalea
Flash
CONVERSATIONS WITH GOD?
Bramanditya
Flash
Sedalam Cintamu Padaku
Fitri F. Layla
Flash
LOVE
Affa Rain
Flash
Sandiwara Berdarah
Allamanda Cathartica
Rekomendasi
Flash
Setting-an
BANYUBIRU
Flash
Kata Orang
BANYUBIRU
Flash
Surat Ramalan
BANYUBIRU
Flash
Kembang Api
BANYUBIRU
Flash
Langkah yang Berani
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Novel
Daftar Riwayat Luka
BANYUBIRU
Flash
Patung
BANYUBIRU
Flash
Potret Masa Lalu
BANYUBIRU
Flash
Penyerap Emosi
BANYUBIRU
Flash
Bersemi
BANYUBIRU
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Flash
Memulai Ulang
BANYUBIRU
Flash
Runyam
BANYUBIRU
Flash
Badai Tidak Akan Berlalu
BANYUBIRU