Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
1
Suka
5,013
Dibaca

Aku pernah menjadi sayap yang membuat angin terus berembus, bahkan ketika udara benar-benar kering. Aku pernah berbisik kepada setiap tiupan bahwa waktu harus berjalan pada jengkal-jengkal tepian. Di sana tembok batu dan jalan beraspal diketemukan.

Di sana, di sana, di sana, di mana-mana aku pernah membersamaimu, yang kuberi hadiah selamat tinggal. Meski aku tahu, kita akan berjumpa lagi. Jika aku ke kota yang menjelmakan kubah sebagai rumah, di celah-celahnya, aku pernah bersama dua pasang mata lainnya.

Namun, ketika rima di gang-gang kecil yang akrab dengan kulintang dibunyikan, aku telah meramu peta yang baru. Namamu masih ada, namun dirimu tak perlu menjadi satu-satunya yang diramalkan waktu. Kurasa, ketika sebuah malam mempertemukanku dengan ombak laut utara, aku justru melihatnya bersama kesiupan angin pantai selatan. Sebuah nama terlalu jelas untuk sekadar disamarkan.

Gunung-gunung tak perlu lagi menyebut namamu untuk mengundang hujan. Sebab, rintik itu tak akan lagi datang. Jiwaku yang kecil masih bersamamu, sesuatu yang akan membuatku perlu untuk bertemu. Hanya saja, hari-hari ketika langit gelap membenamku, kini sudah usai.

Di sana, ketika delman masih menjadi rupa yang agung, seseorang memanggilku, "Lentera!" dengan suara serupa burung kenari.

Di sini, ketika langit adalah nyala, aku juga menyala. Seperti lilin kecil yang baru saja menemukan padang rumput luas.

Padanya, kota-kota telah menitikkan namaku. Kandil, bohlam, petromak, obor. Aku boleh disebut apa saja, ia akan tetap memanggil "Lentera!".

Kursi taman masih berayun. Aku berdiri, melangkah, menyapanya, "Kelana!".

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Ice Princess
Jesslyn Kei
Novel
Bronze
BUKAN PILIHAN
essa amalia khairina
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
Swastamita
moran. a
Flash
Cerita Kita Hari Ini
Evi Ratnasari
Cerpen
Bronze
The Way To
Brilijae(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
Novel
Bronze
SELENDANG PATAHERI
Greace Lee Mayer Ectas Latul
Novel
Gold
Adonis
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Mantan
Bentang Pustaka
Novel
友達 Tomodachi
Nadya Azhari
Novel
Cintaku Nyangkut Di Tahun 1998
Senja_Khoir
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Rekomendasi
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)