Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
1
Suka
6,726
Dibaca

Aku pernah menjadi sayap yang membuat angin terus berembus, bahkan ketika udara benar-benar kering. Aku pernah berbisik kepada setiap tiupan bahwa waktu harus berjalan pada jengkal-jengkal tepian. Di sana tembok batu dan jalan beraspal diketemukan.

Di sana, di sana, di sana, di mana-mana aku pernah membersamaimu, yang kuberi hadiah selamat tinggal. Meski aku tahu, kita akan berjumpa lagi. Jika aku ke kota yang menjelmakan kubah sebagai rumah, di celah-celahnya, aku pernah bersama dua pasang mata lainnya.

Namun, ketika rima di gang-gang kecil yang akrab dengan kulintang dibunyikan, aku telah meramu peta yang baru. Namamu masih ada, namun dirimu tak perlu menjadi satu-satunya yang diramalkan waktu. Kurasa, ketika sebuah malam mempertemukanku dengan ombak laut utara, aku justru melihatnya bersama kesiupan angin pantai selatan. Sebuah nama terlalu jelas untuk sekadar disamarkan.

Gunung-gunung tak perlu lagi menyebut namamu untuk mengundang hujan. Sebab, rintik itu tak akan lagi datang. Jiwaku yang kecil masih bersamamu, sesuatu yang akan membuatku perlu untuk bertemu. Hanya saja, hari-hari ketika langit gelap membenamku, kini sudah usai.

Di sana, ketika delman masih menjadi rupa yang agung, seseorang memanggilku, "Lentera!" dengan suara serupa burung kenari.

Di sini, ketika langit adalah nyala, aku juga menyala. Seperti lilin kecil yang baru saja menemukan padang rumput luas.

Padanya, kota-kota telah menitikkan namaku. Kandil, bohlam, petromak, obor. Aku boleh disebut apa saja, ia akan tetap memanggil "Lentera!".

Kursi taman masih berayun. Aku berdiri, melangkah, menyapanya, "Kelana!".

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Hey, Arel !!!
Etika Christina Retno Murti
Flash
Musuh Bebuyutan
Diana Dia
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Gold
Kenangan Hujan
Falcon Publishing
Novel
Heliotrope
Keisha R Kirana
Novel
Bronze
Jebakan Cinta sang CEO
Shanum Belle
Novel
Gold
WRITE ME HIS STORY
Mizan Publishing
Novel
Seyya
Nadyas Aulia
Novel
Bronze
Gadis Sastra
Achmad Muchtar
Novel
Telaga biru
Zaafatm
Cerpen
DISTORSI
Marion Drossi
Novel
Gold
Annoying Boy
Coconut Books
Flash
Bronze
Janji di Stasiun
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
IKRAR (rahasia hati & berlabuhnya rasa)
Bian
Novel
Terjebak Zona Pertemanan
Lukman Hakim
Rekomendasi
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
KELANA LABIRIN LENTERA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
LENTERA APIARI KELANA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)