Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
0
Suka
48
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aku pernah menjadi sayap yang membuat angin terus berembus, bahkan ketika udara benar-benar kering. Aku pernah berbisik kepada setiap tiupan bahwa waktu harus berjalan pada jengkal-jengkal tepian. Di sana tembok batu dan jalan beraspal diketemukan.

Di sana, di sana, di sana, di mana-mana aku pernah membersamaimu, yang kuberi hadiah selamat tinggal. Meski aku tahu, kita akan berjumpa lagi. Jika aku ke kota yang menjelmakan kubah sebagai rumah, di celah-celahnya, aku pernah bersama dua pasang mata lainnya.

Namun, ketika rima di gang-gang kecil yang akrab dengan kulintang dibunyikan, aku telah meramu peta yang baru. Namamu masih ada, namun dirimu tak perlu menjadi satu-satunya yang diramalkan waktu. Kurasa, ketika sebuah malam mempertemukanku dengan ombak laut utara, aku justru melihatnya bersama kesiupan angin pantai selatan. Sebuah nama terlalu jelas untuk sekadar disamarkan.

Gunung-gunung tak perlu lagi menyebut namamu untuk mengundang hujan. Sebab, rintik itu tak akan lagi datang. Jiwaku yang kecil masih bersamamu, sesuatu yang akan membuatku perlu untuk bertemu. Hanya saja, hari-hari ketika langit gelap membenamku, kini sudah usai.

Di sana, ketika delman masih menjadi rupa yang agung, seseorang memanggilku, "Lentera!" dengan suara serupa burung kenari.

Di sini, ketika langit adalah nyala, aku juga menyala. Seperti lilin kecil yang baru saja menemukan padang rumput luas.

Padanya, kota-kota telah menitikkan namaku. Kandil, bohlam, petromak, obor. Aku boleh disebut apa saja, ia akan tetap memanggil "Lentera!".

Kursi taman masih berayun. Aku berdiri, melangkah, menyapanya, "Kelana!".

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Romantika Putih Abu-Abu
Bond Monosta
Novel
Texting
Tika R Dewi
Cerpen
Sepanjang Waktu
Evangeline
Novel
Bronze
GOODBYE SINGAPORE
Embart nugroho
Flash
Jarak dan Rindu
Hans Wysiwyg
Novel
Cinta Dalam Diam
MayBeYes
Skrip Film
Sebuah Masa
Jeffry D. Kurniawan
Flash
Tertawan Hati
Hans Wysiwyg
Novel
UNTAIAN MELODI HUJAN
El Garuty
Skrip Film
The Taste of Vanilla
Angeline Stacia
Novel
Pianura
Stiven alberto
Novel
Gold
Normal People
Bentang Pustaka
Novel
Sepasang Sepatu
dian
Novel
Hearts to Venturer
Adinda Amalia
Rekomendasi
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)