Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
1
Suka
6,280
Dibaca

Aku pernah menjadi sayap yang membuat angin terus berembus, bahkan ketika udara benar-benar kering. Aku pernah berbisik kepada setiap tiupan bahwa waktu harus berjalan pada jengkal-jengkal tepian. Di sana tembok batu dan jalan beraspal diketemukan.

Di sana, di sana, di sana, di mana-mana aku pernah membersamaimu, yang kuberi hadiah selamat tinggal. Meski aku tahu, kita akan berjumpa lagi. Jika aku ke kota yang menjelmakan kubah sebagai rumah, di celah-celahnya, aku pernah bersama dua pasang mata lainnya.

Namun, ketika rima di gang-gang kecil yang akrab dengan kulintang dibunyikan, aku telah meramu peta yang baru. Namamu masih ada, namun dirimu tak perlu menjadi satu-satunya yang diramalkan waktu. Kurasa, ketika sebuah malam mempertemukanku dengan ombak laut utara, aku justru melihatnya bersama kesiupan angin pantai selatan. Sebuah nama terlalu jelas untuk sekadar disamarkan.

Gunung-gunung tak perlu lagi menyebut namamu untuk mengundang hujan. Sebab, rintik itu tak akan lagi datang. Jiwaku yang kecil masih bersamamu, sesuatu yang akan membuatku perlu untuk bertemu. Hanya saja, hari-hari ketika langit gelap membenamku, kini sudah usai.

Di sana, ketika delman masih menjadi rupa yang agung, seseorang memanggilku, "Lentera!" dengan suara serupa burung kenari.

Di sini, ketika langit adalah nyala, aku juga menyala. Seperti lilin kecil yang baru saja menemukan padang rumput luas.

Padanya, kota-kota telah menitikkan namaku. Kandil, bohlam, petromak, obor. Aku boleh disebut apa saja, ia akan tetap memanggil "Lentera!".

Kursi taman masih berayun. Aku berdiri, melangkah, menyapanya, "Kelana!".

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
Senandung-senandung cinta
Zainur Rifky
Flash
Anggap Aku Rumahmu
Reveniella
Flash
Bronze
The Heart that Have Been Broken Before
Hilda Resina
Novel
I Found You
Agnesya Febriana
Novel
Bronze
Elige
Aurora
Novel
Dear, My Baby
Renny Ariesya
Novel
BIBIR MODERN
DENI WIJAYA
Flash
Bronze
Teduh Terang
B12
Novel
Bronze
Tentang Hujan
Lila arini
Novel
Knit by Chance
Ayu ramani
Flash
Gerbong Nomor Sepuluh
Galih Citra
Novel
Gold
Hector & the Search for Love
Noura Publishing
Cerpen
Bronze
Janji Jari Kelingking Nuel dan Nayla
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Destin
Rizka Ayu
Rekomendasi
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
LENTERA APIARI KELANA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
KELANA LABIRIN LENTERA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)