Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Di Atas Motor
3
Suka
5,911
Dibaca

Percalayah, Dik, sekalipun ada dua motor sering terparkir di dalam rumah, tak satu pun dari antaranya kunaiki bersama Bapak. Aku tidak tahu kenapa selalu ada keengganan duduk berdua di atasnya. Aku tidak tahu mengendarainya dan aku lebih sering jadi beban anggota keluarga yang lain kalau mau jalan kemana-mana. Bapak tidak pernah jadi pilihan dan dia juga tidak pernah menawarkan diri. Akhirnya, satu motor diberikan kepada abang kita yang tertua.

Kecuali suatu hari, Dik, Bapak menawarkan diri. Beliau mengajak keliling, saat kutanya mau ke mana, Beliau cuma bilang, "ikut saja, sekadar muter-muter, ya, tidak apa-apa." Sesuatu yang ganjil, tapi akhirnya aku menurut.

Bapak mengajak Abang berkeliling desa, lalu ke desa-desa tetangga bahkan sampai ke perbatasan kecamatan yang jaraknya 20 km dari rumah kita. Kami sama sekali tak singgah, kalau berpapasan dengan kenalan paling disahuti dengan klakson. Pokoknya hari itu Bapak benar-benar aneh. Cuma, Dik, Bapak sempat bilang begini, "Le, Bapak sadar, jauhnya perjalanan kita ini, tak sejauh jarak di antara kita. Juga tak akan sebanding jauhnya kalau Bapak udah nggak ada. Kamu jaga adik-adikmu, kamu jaga ibumu. Kalau bisa, kamu belajar bawa motor biar ibumu nggak uring-uringan terus kalau Bapak nggak ada di rumah."

Aku paham maksud Bapak. Abang kita yang lebih tua sudah menikah. Mereka memilih pindah rumah. Meskipun nggak jauh, tetapi tidak mungkin Ibu harus ke sana kalau butuh naik motor. Kau belum terlalu paham sedingin apa mereka.

Dik, Aku sudah kehilangan Bapak dua kali. Pertama ketika dia memilih ibumu. Kedua, ketika ia benar-benar pergi untuk selamanya. Sekalipun kita tidak berasal dari rahim yang sama, kau tetap adikku. Karenanya, Abang belajar mengendarai motor seperti pesan Bapak juga membawamu berkeliling desa. Abang tidak mau membentang jarak yang jauh denganmu seperti kepada Bapak waktu itu. Kau setuju, kan?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Single Mother by Choice
Maria
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Novel
Angel's Story
anggie sannia
Skrip Film
Luka Tanda Tanya (Script)
Martha Z. ElKutuby
Cerpen
Bronze
LUHITO
Lina Budiarti
Novel
Bronze
Kemana gue harus pulang?
Catatan Gue
Skrip Film
Setitik Nila
Boemi Prameswari
Novel
Seduhan Tanah Pekarangan
Neo
Novel
Bronze
Griseo
Syeren medyanto
Novel
Bronze
MENCAPAI PIAGAM
noviadewi
Flash
Bronze
Heart
Safitri
Flash
I'm Fine
iam_light.blue
Flash
Cinta di Negeri 1001 Malam
annastasia
Novel
Bronze
Kaligrafi untuk Sabrina
Bisma Lucky Narendra
Komik
INFECTION
Miftahur Rahmah
Rekomendasi
Flash
Setting-an
BANYUBIRU
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU
Flash
Bersemi
BANYUBIRU
Flash
Kembang Api
BANYUBIRU
Flash
Boneka Beruang
BANYUBIRU
Novel
Daftar Riwayat Luka
BANYUBIRU
Flash
Surat Ramalan
BANYUBIRU
Flash
Pesan Singkat
BANYUBIRU
Flash
Selamat Bergabung
BANYUBIRU
Flash
Patung
BANYUBIRU
Flash
Runyam
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Flash
Potret Masa Lalu
BANYUBIRU
Flash
Langkah yang Berani
BANYUBIRU