Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Di Atas Motor
3
Suka
5,061
Dibaca

Percalayah, Dik, sekalipun ada dua motor sering terparkir di dalam rumah, tak satu pun dari antaranya kunaiki bersama Bapak. Aku tidak tahu kenapa selalu ada keengganan duduk berdua di atasnya. Aku tidak tahu mengendarainya dan aku lebih sering jadi beban anggota keluarga yang lain kalau mau jalan kemana-mana. Bapak tidak pernah jadi pilihan dan dia juga tidak pernah menawarkan diri. Akhirnya, satu motor diberikan kepada abang kita yang tertua.

Kecuali suatu hari, Dik, Bapak menawarkan diri. Beliau mengajak keliling, saat kutanya mau ke mana, Beliau cuma bilang, "ikut saja, sekadar muter-muter, ya, tidak apa-apa." Sesuatu yang ganjil, tapi akhirnya aku menurut.

Bapak mengajak Abang berkeliling desa, lalu ke desa-desa tetangga bahkan sampai ke perbatasan kecamatan yang jaraknya 20 km dari rumah kita. Kami sama sekali tak singgah, kalau berpapasan dengan kenalan paling disahuti dengan klakson. Pokoknya hari itu Bapak benar-benar aneh. Cuma, Dik, Bapak sempat bilang begini, "Le, Bapak sadar, jauhnya perjalanan kita ini, tak sejauh jarak di antara kita. Juga tak akan sebanding jauhnya kalau Bapak udah nggak ada. Kamu jaga adik-adikmu, kamu jaga ibumu. Kalau bisa, kamu belajar bawa motor biar ibumu nggak uring-uringan terus kalau Bapak nggak ada di rumah."

Aku paham maksud Bapak. Abang kita yang lebih tua sudah menikah. Mereka memilih pindah rumah. Meskipun nggak jauh, tetapi tidak mungkin Ibu harus ke sana kalau butuh naik motor. Kau belum terlalu paham sedingin apa mereka.

Dik, Aku sudah kehilangan Bapak dua kali. Pertama ketika dia memilih ibumu. Kedua, ketika ia benar-benar pergi untuk selamanya. Sekalipun kita tidak berasal dari rahim yang sama, kau tetap adikku. Karenanya, Abang belajar mengendarai motor seperti pesan Bapak juga membawamu berkeliling desa. Abang tidak mau membentang jarak yang jauh denganmu seperti kepada Bapak waktu itu. Kau setuju, kan?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Novel
Bronze
MY LOVELY SALWA
Onet Adithia Rizlan
Novel
DIA, AZHARKU
Nina Nola Boang M
Skrip Film
Atella
Vivin Aprilia
Cerpen
Bronze
Yang telah gugur akan pergi, yang masih ada akan tetap bertahan
Aldika R
Novel
TERKA
Tetes Sedan
Novel
Rumah Tangga Tanpa Iman
Gabriella Gunatyas
Skrip Film
Professional Bestfriend
Putu Ngurah Dhimas Pratama Sanjaya
Skrip Film
Alice in her own Wonderland
Nadia N
Skrip Film
BEBAS
ulfatul Khairah
Novel
Bronze
Sayat-Sayat Rindu Bidadari (Sebuah Novelette Psikologi Penggugah Jiwa)
Imajinasiku
Novel
Takdir untuk Ashima
Anfa Nawasena
Novel
Bronze
Celana Biru yang Sobek
Dewi Fortuna
Skrip Film
Anak Ibu
Sika Indry
Skrip Film
Dia Kembali Setelah Hilang
Herman Siem
Rekomendasi
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Flash
Bersemi
BANYUBIRU
Flash
Filter
BANYUBIRU
Flash
Nggak Kenal
BANYUBIRU
Flash
Pesan Singkat
BANYUBIRU
Flash
Keluarga
BANYUBIRU
Flash
Tak Hangat Lagi
BANYUBIRU
Flash
Kata Orang
BANYUBIRU
Flash
Langkah yang Berani
BANYUBIRU
Novel
Daftar Riwayat Luka
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Flash
Suara-Suara
BANYUBIRU
Flash
Monster
BANYUBIRU
Flash
Negeri Cermin
BANYUBIRU
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU