Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Di Atas Motor
3
Suka
2,484
Dibaca

Percalayah, Dik, sekalipun ada dua motor sering terparkir di dalam rumah, tak satu pun dari antaranya kunaiki bersama Bapak. Aku tidak tahu kenapa selalu ada keengganan duduk berdua di atasnya. Aku tidak tahu mengendarainya dan aku lebih sering jadi beban anggota keluarga yang lain kalau mau jalan kemana-mana. Bapak tidak pernah jadi pilihan dan dia juga tidak pernah menawarkan diri. Akhirnya, satu motor diberikan kepada abang kita yang tertua.

Kecuali suatu hari, Dik, Bapak menawarkan diri. Beliau mengajak keliling, saat kutanya mau ke mana, Beliau cuma bilang, "ikut saja, sekadar muter-muter, ya, tidak apa-apa." Sesuatu yang ganjil, tapi akhirnya aku menurut.

Bapak mengajak Abang berkeliling desa, lalu ke desa-desa tetangga bahkan sampai ke perbatasan kecamatan yang jaraknya 20 km dari rumah kita. Kami sama sekali tak singgah, kalau berpapasan dengan kenalan paling disahuti dengan klakson. Pokoknya hari itu Bapak benar-benar aneh. Cuma, Dik, Bapak sempat bilang begini, "Le, Bapak sadar, jauhnya perjalanan kita ini, tak sejauh jarak di antara kita. Juga tak akan sebanding jauhnya kalau Bapak udah nggak ada. Kamu jaga adik-adikmu, kamu jaga ibumu. Kalau bisa, kamu belajar bawa motor biar ibumu nggak uring-uringan terus kalau Bapak nggak ada di rumah."

Aku paham maksud Bapak. Abang kita yang lebih tua sudah menikah. Mereka memilih pindah rumah. Meskipun nggak jauh, tetapi tidak mungkin Ibu harus ke sana kalau butuh naik motor. Kau belum terlalu paham sedingin apa mereka.

Dik, Aku sudah kehilangan Bapak dua kali. Pertama ketika dia memilih ibumu kemudia pergi untuk selamanya. Sekalipun kita tidak berasal dari rahim yang sama, kau tetap adikku. Karenanya, Abang belajar mengendarai motor seperti pesan Bapak juga membawamu berkeliling desa. Abang tidak mau membentang jarak yang jauh denganmu seperti kepada Bapak waktu itu. Kau setuju, kan?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Don't Put The Sugar on Your Cheeks
Bellaanjni
Skrip Film
Terjal
Ign Joko Dwiatmoko
Skrip Film
PURA-PURA GILA
JUMAINAH
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Novel
Bronze
Buku Harian Alana
Nur Chayati
Novel
Bronze
METAMORFOSA
Sri Maryani
Komik
Bronze
Brother Act
Helsy Ariesta
Skrip Film
A Prenup Letter
Eunike Hanny
Cerpen
Bronze
SEPASANG KEKASIH KEMATIAN
Lina Budiarti
Novel
Renanta
Alifah
Skrip Film
Sejak Juni Menjadi Dingin
Ralali Sinaw
Flash
Bronze
SINIS
Dian N Khan
Cerpen
Bronze
Persahabatan yang Pelan-Pelan Hilang
Linda Er
Novel
Bronze
Ilusi Lusi ~Novel~
Herman Siem
Novel
Bronze
The Colours of Life
Sofia Grace
Rekomendasi
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Flash
Keluarga
BANYUBIRU
Flash
Bersemi
BANYUBIRU
Flash
Pesan Singkat
BANYUBIRU
Flash
Tak Hangat Lagi
BANYUBIRU
Flash
Kata Orang
BANYUBIRU
Flash
Potret Masa Lalu
BANYUBIRU
Flash
Jangan Paksa Aku Berdoa
BANYUBIRU
Flash
Memulai Ulang
BANYUBIRU
Flash
Kembang Api
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU
Flash
Filter
BANYUBIRU
Flash
Selamat Bergabung
BANYUBIRU
Flash
Patung
BANYUBIRU