Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Sudah hampir sebulan aroma tak sedap menyerang seisi kota. Serangga-serangga penyuka kotoran berukaran tak wajar beterbangan menghiasi taman dan langit Jakarta. Klorida dan jeruk nipis yang melapisi tirai dan jendela kaca tak berpengaruh. Permintaan akan masker dan berbagai produk pewangi meningkat, tetapi selalu saja kurang.
"Pak Gubernur, kita harus segera ambil tindakan. Kalau tidak segera, monster itu akan menghancurkan seisi kota."
"Kita tunggu saja dulu. Kita harus bisa beradaptasi. Manusia jauh lebih kuat dari yang kita kira."
"Lalu bagaimana langkah selanjutnya, Pak? Warga sudah mendesak pemerintahan agar mengambil tindakan represif."
Pak Gubernur mengerutkan dahi sebelum akhirnya menjawab, "Kumpulkan semua data badan usaha penghasil limbah di penjuru kota. Kita akan mencegah pertumbuhan monster itu." Pak Wali Kota mendekat kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan senyum miring. Ia berkata lirih di dekat telinga pria itu, "Tapi ingat, jangan sekali-kali mengusik perusahaan di bawah naungan kita. Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, kita bisa mengendalikan monster sampah itu dan menghasilkan keuntungan yang besar. Ini demi rakyat."
Tangan Pak Kepala Dinas mengepal. Ia tak bisa berkutik sebelum Pak Gubernur akhirnya pergi. "Kau adalah monster sesungguhnya, keparat."