Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Headset Kabel dan Lagu Jelek
2
Suka
5,747
Dibaca

Telinga ibu selalu disumpal dengan headset kabel beda-beda warna. Sabtu kemarin warna merah. Sabtu lusa kemarin warna putih. Lalu sabtu ini warna hitam. Aku yang menemani ibu membeli headset kabel itu di pasar malam. Sekaligus membeli 100 lagu seharga 10 ribu rupiah. Juga arum manis yang sebesar wajahku.

Dari 100 lagu yang dibeli ibu, aku tidak pernah mendengarkannya satu pun. Sebab ibu selalu mengenakan headset kabel. Tak pernah mau berbagi denganku.

Setiap malam ketika aku sedang mengerjakan tugas sekolah di depan ibu, tidak pernah aku mendengar ibu bersenandung atau melihat ibu berjoget mengikuti alunan lagu. Malah yang aku dengar ibu berbisik-bisik, begitu lirih. Sesekali aku juga melihat ibu tertawa kecil. Ketika aku mempergoki ibu, beliau akan langsung menciutkan bibir. Kemudian menyuruhku fokus mengerjakan tugas.

Hari demi hari rasa penasaranku semakin menggebu-gebu. Aku ingin mendengarkan lagu yang membuat ibu tertawa. Seenak apakah lagu itu?

Di suatu malam ketika tiba-tiba bude mampir ke rumah, ibu meninggalkan ponsel serta headset kabelnya yang masih tertancap di sebelahku. Ibu berbincang lama dengan bude di ruang tamu. Kesempatan itu aku gunakan untuk menyumpal telingaku dengan headset kabel, sambil mataku terus mengawasi punggung ibu.

Keningku mengerut. Lagunya aneh sekali. Seperti suara angin, atau suara seseorang yang tercebur ke dalam kolam. Semakin lama kudengarkan, perlahan aku menangkap samar-samar lirik lagunya. "Halo? Headsetnya rusak lagi ta?"

"Kan sudah aku bilang beli saja yang mahal."

"Uang yang aku kasih apa kurang?"

"Halo Sayang? Kamu ke mana?"

"Suamimu sudah pulang?"

Ketika aku mencoba fokus mendengarkan lirik yang samar-samar dan lirih itu, tiba-tiba ibu kembali dan mencabut headset kabel dari telingaku. Begitu kasar. "Ngapain kamu? Kan ibu suruh belajar bukan main HP!"

Melihat ibu marah membuatku ketakutan. Jadi aku memohon maaf dan mengakui kesalahanku. "Maaf ibu. Aku cuma penasaran ibu dengerin lagu apa."

"Kamu udah dengar apa aja?" tanya ibu begitu galak seolah aku melakukan kesalahan besar karena telah lancang menggunakan HP beliau tanpa izin.

Kedua bahuku terangkat. Aku tidak tahu apa yang baru saja aku dengar dari HP ibu. Tidak ada musik, hanya suara angin atau air kolam. Lirik lagunya juga tidak kumengerti. "Lagunya jelek sekali, Bu. Aku nggak suka. Besok Sabtu beli lagu lain saja."

Wajah menakutkan ibu perlahan memudar. Tangannya mengusap dada. Tak lama senyum terbit di wajah beliau. "Iya. Besok Sabtu temani ibu beli lagu baru ya," ucap ibu sambil mengusap-usap puncak kepalaku.

Yes! Ke pasar malam lagi, batinku bersorak senang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pagar Laut
snang.tjarita
Flash
Headset Kabel dan Lagu Jelek
Alifia Sastia
Novel
Fina
Anastasia BR
Flash
Tidak Ada Mawar Tumbuh di Makam Ayah
Kopa Iota
Novel
Bronze
SLTA Sederajat
Widia Ns.
Novel
Bronze
Janji Jiwa (Sebuah Novelette Psikologi)
Imajinasiku
Novel
Hinaanmu Motivasiku
Gian Safa Setyanti
Novel
Bronze
SETIAP WAKTU ADALAH KENANGAN
Linda Fadilah
Skrip Film
(Skenario Film) THE PAST
madiani_shawol
Flash
Bronze
Selat yang Menelan Nama-Nama
Ahmad Muwafiq Ainul Yaqin
Cerpen
Perjalanan Meraih Cita-cita
Indah Komala
Novel
Tiga Bintang Paling Terang
Dann
Cerpen
SUNYI SEKALI
Hans Wysiwyg
Novel
Nampek
Makrifatul Illah
Novel
Bronze
Air Mata Perjuangan Emak
Han Gagas
Rekomendasi
Flash
Headset Kabel dan Lagu Jelek
Alifia Sastia
Flash
Anak Durhaka
Alifia Sastia
Flash
Warisan Turun Temurun
Alifia Sastia
Flash
Surga di Telapak Kakiku
Alifia Sastia
Flash
Puber
Alifia Sastia
Flash
Jas Hujan
Alifia Sastia
Flash
Tangan Kanan
Alifia Sastia
Skrip Film
Keluarga Tanpa Ibu (Script)
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Saklar
Alifia Sastia
Novel
Bronze
Hard for Me
Alifia Sastia
Flash
Jam Malam
Alifia Sastia
Flash
Orang Gila
Alifia Sastia