Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
1
Suka
5,570
Dibaca

Aku berjalan ketika mendung mulai datang. Jarum tangan berbisik di telingaku. Katanya, hari ini harus menemukan akhir. Walau, sebenarnya, aku tahu bahwa tak ada yang pernah benar-benar berakhir, bahkan setelah titik menjadi noktah di atas kertas.

Ia pernah, mungkin masih, menjadi nyala yang kujaga dalam setiap kegoyahan lilin. Ia pernah, mungkin juga masih, menjadi api kecil di ujung korek api--aku masih punya 50 batang yang belum kutuntaskan.

Atap rumahku gemerintik ketika payung abu-abu ini mengembang, bahkan ketika pintu belum tuntas terkunci. Aku harus berjalan ke sana, pada jalan yang memantulkan keredupan sebab air pasti menggenang di atasnya. Dan, ketika hari menuju akhir, kata malam tidak perlu diucapkan, sekejap kota ini akan menjadi setengah mengantuk. Matahari enggan bersinar ketika awan kelabu masih juga datang dan was-was masih bersemayam.

Ia sudah di jalan yang dijanjikan. Hari itu, untuk pertama kalinya, aku melihatnya kuyup. Tak ada sebatang payung pun yang digenggamnya, bahkan tak juga mantel plastik yang berwarna merah atau kuning. Jaket abu-abu yang dipakainya meredam segala goyah yang biasanya bergetar di bahunya.

"Lentera!"

"Rintik!"

"Sudah 3 bulan"

"7 Tahun!"

"78 perjalanan!"

Ringkas, kata-kata kami tak pernah sesingkat ini sebelumnya. Kulihat air yang mengalir di wajahnya menyapu segala resah yang dulu mendatanginya. Membuat malamnya terjaga, tapi tak pernah ada lelah yang melonggarkan bahu kakunya.

"Selamat tinggal! Dan... sampai jumpa!"

Kakinya melangka menjauh, membuat tubuhnya semakin kuyup, tapi bahunya tetap tegak. Kepalanya tak tertunduk. Tangannya tak mengepal. Aku hanya bisa terdiam di sini, dengan payungku yang masih terbuka, berharap hujan deras segara datang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Bronze
Sang Penunjuk Jalan
Azuma.H
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Bronze
Mr. Pantofel (Membicarakan Adam 7)
Silvarani
Flash
CAFE LATTE MERAH
Hans Wysiwyg
Novel
BLACKSWEET
Zaki septiyono
Novel
Tersadar
Meyalda Jasmine Shayna
Skrip Film
Ohanara
Syeihan Gus Sajad
Flash
Bronze
KOSA KATA
Andri wananda
Novel
Love In The Time Of Pandemic
waliyadi
Flash
Sepotong Coklat Untuk Kau Di Surga
Alwinn
Cerpen
Bronze
Demikian Aku Mencintaimu
Indah Leony Suwarno
Novel
Anantara Rasa
JAI
Flash
Bronze
Jerat Cinta
Nabil Bakri
Novel
If You Know My Heart
Gadis Diary
Novel
Gold
Brisbane
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
KELANA LABIRIN LENTERA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
LENTERA APIARI KELANA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)