Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
1
Suka
5,071
Dibaca

Aku berjalan ketika mendung mulai datang. Jarum tangan berbisik di telingaku. Katanya, hari ini harus menemukan akhir. Walau, sebenarnya, aku tahu bahwa tak ada yang pernah benar-benar berakhir, bahkan setelah titik menjadi noktah di atas kertas.

Ia pernah, mungkin masih, menjadi nyala yang kujaga dalam setiap kegoyahan lilin. Ia pernah, mungkin juga masih, menjadi api kecil di ujung korek api--aku masih punya 50 batang yang belum kutuntaskan.

Atap rumahku gemerintik ketika payung abu-abu ini mengembang, bahkan ketika pintu belum tuntas terkunci. Aku harus berjalan ke sana, pada jalan yang memantulkan keredupan sebab air pasti menggenang di atasnya. Dan, ketika hari menuju akhir, kata malam tidak perlu diucapkan, sekejap kota ini akan menjadi setengah mengantuk. Matahari enggan bersinar ketika awan kelabu masih juga datang dan was-was masih bersemayam.

Ia sudah di jalan yang dijanjikan. Hari itu, untuk pertama kalinya, aku melihatnya kuyup. Tak ada sebatang payung pun yang digenggamnya, bahkan tak juga mantel plastik yang berwarna merah atau kuning. Jaket abu-abu yang dipakainya meredam segala goyah yang biasanya bergetar di bahunya.

"Lentera!"

"Rintik!"

"Sudah 3 bulan"

"7 Tahun!"

"78 perjalanan!"

Ringkas, kata-kata kami tak pernah sesingkat ini sebelumnya. Kulihat air yang mengalir di wajahnya menyapu segala resah yang dulu mendatanginya. Membuat malamnya terjaga, tapi tak pernah ada lelah yang melonggarkan bahu kakunya.

"Selamat tinggal! Dan... sampai jumpa!"

Kakinya melangka menjauh, membuat tubuhnya semakin kuyup, tapi bahunya tetap tegak. Kepalanya tak tertunduk. Tangannya tak mengepal. Aku hanya bisa terdiam di sini, dengan payungku yang masih terbuka, berharap hujan deras segara datang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Azula
NuBy
Novel
Bronze
DID (Dissosiative Identity Disorder): Mengejar Jiwamu hingga Napas Terakhir
Riskaninda Maharani
Cerpen
Bronze
APAKAH DIA ANAKKU?
Yantie Wahazz
Novel
Penyu di Mandena
Laode Buzyali
Novel
Gold
Only We Know
Bentang Pustaka
Novel
LANKA
Selleva_va
Novel
Their Encounter
Giulian
Novel
Bronze
Mata Hati Telinga
Prily R. Madansary
Novel
Bukan Selamat Tinggal Yasmin
Sandra Arq
Novel
Antara Cinta atau Sahabat
Rini Ryanti
Novel
Complicated
W. Yu Jie
Komik
UNFRIENDZONED
yanagi kaichu
Novel
Bronze
Swastamita
moran. a
Novel
KORONA
Raja Muda Hasibuan
Rekomendasi
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
DUA CINCIN SEGALA SEMESTA
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Lentera dan Kelana yang Menciptakan Badai
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Bronze
HoQ: PUZZLE PERJALANAN WALET
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Pada Sebuah Dunia Ketika Kelana Diterangi Lentera, Juga Sebaliknya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)