Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Perpisahan Paling Pahit
3
Suka
8,985
Dibaca

Secangkir americano masih tidak tersentuh. Seorang gadis yang duduk sendirian di tengah kafe yang hampir tutup masih mencoba menata perasaannya. Ada sebaris kalimat yang masih melekat di ingatannya.

Tiga puluh menit lalu, seorang pria yang sudah menjalin hubungan dengannya selama tiga tahun, mengucapkan kata-kata yang tidak terduga.

"Sepertinya kita tidak pernah cocok."

Kalimat yang mampu membuatnya tertahan di sini. Mencoba menerka maksud dari kekasihnya. Mereka belum putus bukan? Setelah mengucapkan sebaris kalimat tadi, sosok tinggi dan penuh kharisma itu, pergi dengan banyaknya tanda tanya baginya.

"Kurasa bukan hanya cuaca yang terasa dingin. Hatiku pun seolah membeku," ucapnya bermonolog.

Bulan Desember, sebagian besar kota di Korea Selatan telah turun salju. Membuat cuaca begitu dingin. Seperti perasaan yang dirasakan kali ini.

Ia mengambil topi wol berwarna merah muda, dan syal merah pemberian dari kekasihnya. Setelah berulang kali berpikir. Gadis itu berharap dapat membuat suasana hati kekasihnya menjadi lebih baik. Mungkin dengan membawakannya segelas cokelat hangat di hari bersalju? Semua terasa begitu membahagiakan walaupun hanya dengan membayangkan saja.

Tringg.

Ia membuka pintu kaca di kafe, dan berjalan menuju salah satu toko yang menjual segelas cokelat hangat. Sekitar sepuluh meter dari tempat mereka bertemu.

Pandangan yang semula penuh harap. Menjadi begitu penuh luka. Dua meter dari tempatnya berdiri, pria yang ia cintai sepenuh hati, merangkul mesra seorang gadis cantik. Permasalahannya bukan hanya itu, mereka tertawa bahagia berdiri mengantri di depan toko yang menjual cokelat hangat.

Ia yang semula menggenggam segelas cokelat hangat, jatuh terduduk. Lalu, air mata menetes di wajahnya yang memerah, di bawah guyuran hujan salju. Terasa dingin dan mampu membuatnya kesakitan. Akan akhir dari kisah cinta tanpa ada ucapan selamat tinggal.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Sesi Hipnoterapi
Hilwa Athifah
Flash
Perpisahan Paling Pahit
Hilda Resina
Novel
Love-A-Mia
Mpii
Novel
Bronze
Jerat Luka Di Lembah Duka
Tirabella
Flash
Bronze
Headset Kabel dan Lagu Jelek
Alifia Sastia
Cerpen
Bronze
Aspal Merah
Alysya Zivana Pranindya
Cerpen
Bronze
A B A D I
Maisa
Novel
Aku, Kamu, dan Kisah Kita
Jeanita Aprianti
Novel
Aku Tidak Sedang Menulis Cerita Ini Saat Ia Tertembak Kepalanya
Restu Ashari Putra
Novel
Bronze
Cinta dalam Kontrak
Suryaning Bawono
Skrip Film
MORE THAN ME
Masella Dwi Lestari
Flash
Bronze
KERETA TUJUAN
sisibulan
Flash
Halo Nak
Alvin Raja
Flash
Bronze
Yang Pergi Tak Selalu Pindah Hati, Yang Berdiam Diri Tak Selalu Menanti
Silvarani
Cerpen
Bronze
Sebuah Nama
Feilia Song
Rekomendasi
Flash
Perpisahan Paling Pahit
Hilda Resina
Flash
When Love Heal Our World
Hilda Resina
Flash
Surat Untukmu, Anakku
Hilda Resina
Novel
Ruang Kosong
Hilda Resina
Novel
Kisah Belum Tergoreskan
Hilda Resina
Cerpen
Cinta dan Benci
Hilda Resina
Flash
Bayi yang Tidak Pernah Dilahirkan
Hilda Resina
Cerpen
Pelukan Hangat Dinda
Hilda Resina
Cerpen
Bronze
Lentera Cinta Luna
Hilda Resina
Flash
Behind The Scars
Hilda Resina
Flash
Bronze
The Heart that Have Been Broken Before
Hilda Resina
Cerpen
Dua Garis Menjadi Satu
Hilda Resina
Novel
Rumah Tempatku Pulang
Hilda Resina
Novel
Alam Semesta
Hilda Resina