Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Maafkan Duka
0
Suka
5,808
Dibaca

Pelukanmu menghangatkanku.

Betapa eratnya rangkulan dan rasa maaf atas tumpahnya darah dari perutku. Tubuhku tidak lagi bisa bergerak, gemetar napasku membuatmu makin sesenggukan mengulang ampunan maaf.

Ratusan air mata jatuh ke wajah, yang kini menatap kedua mata biru cerah seperti langit di atas kita berdua. Kedua matamu bertambah cerah saat menangis. Aku terbaring lelah, telingaku yang tajam membisu tertutup. Bagai para mangsa yang hanya jadi sisa tulang, aku tertawa dengan darah menghiasi bibir, mentertawakan kebodohan diriku.

Sialan.

Aku jadi mangsa sesamaku.

Suaramu membesar, berakhir serak, hampir patah. Kamu tidak tega menyakitiku, meski akhirnya mengkhianatiku karena perintah.

"Maafkan aku," ucapmu bergetar. Hidungmu mengusap surai-surai yang berdarah ini. "Aku tidak bermaksud—"

"Aku tahu." Ampunan itu aku potong, sambil terbatuk-batuk darah. Betapa tenangnya tubuhku saat semua kekacauan ini terjadi, bahkan jantung yang melambat kian berharap semoga ajal menjemput. "Yang pintar akan selalu diincar, tidak ... tidak peduli siapanya juga."

Mataku tidak kuat dibuka.

"Aku maafkan kamu, kok."

Ketenangan menemukanku dalam penyesalanmu. Terima kasih.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Moron
Jordy Macleve
Novel
TANGIS YANG TAK PERNAH PERGI
Herman Siem
Flash
Pahitnya lidah mertua, manis kasih sayangnya
tita agnesti
Flash
Maafkan Duka
Zerenity Zen
Novel
GALAKSHIT!
memoraters
Flash
Selebgram Sehari
Sathya Vahini
Flash
Anosmia
MAkbarD
Flash
Get Older, Feel Younger
Dwi Budiase
Novel
Bronze
My Short Stories Journey
Ratih Farida
Novel
Menyatukan Kepingan Diri
Rani Septiani
Novel
Mbah
Nanas Nanas 🍎
Flash
Wanita Terhormat Vs Perempuan Jalang
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Blank Page
Andini Lestari
Novel
ImouKano: Imouto vs Kanojo
Diva Amane
Flash
Bronze
DILEMATIK CINTA
Aldi Renaldi
Rekomendasi
Flash
Maafkan Duka
Zerenity Zen