Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
When Love Heal Our World
2
Suka
5,652
Dibaca

Sore hari, kala senja menjelang. Terlihat kawanan burung terbang di langit. Goresan keemasan membelah langit biru dengan indahnya. Membuat decakan kagum bagi siapapun yang melihatnya.

Seorang gadis berseragam putih abu, duduk di bangku taman. Ia menggenggam secarik kertas yang sudah robek sebagian. Matanya sembab seakan habis menangis sendu.

"Seharusnya aku tidak pulang ke rumah tadi," gumamnya entah kepada siapa.

"Ya, kalau nggak pulang. Orangtuamu akan cemas."

Celetuk seorang pemuda. Berdiri di sebelahnya. Kehadirannya bahkan tidak disadari oleh gadis manis ini.

"Bukan urusanmu," jawabnya dengan ketus.

"Apapun yang terjadi di hidupmu, semuanya ada kaitannya denganku."

"Maksudmu?"

"Kamu putus dengan Regen kan?" pemuda itu justru balik bertanya sambil tersenyum tipis.

Tunggu. Sepertinya Dita nggak pernah cerita hal ini ke sahabatnya. Trus, darimana Putra tahu kalau hubungannya dengan kekasih telah berakhir?

"Jangan merusak suasana hatiku!"

"Oke. Kalau begitu apa yang mampu dilakukan sahabatmu ini, hm?"

"Hibur aku! Apa saja! Lakukan sesuatu untuk menghiburku," ungkap Dita, masih dengan mata yang berkaca-kaca.

Putra berjongkok di hadapan Dita. Menatap lurus, memandang wajah manis yang telah dikenalnya bertahun-tahun lamanya.

"Dita.. Hidup kita emang sudah lama terasa terhenti. Terutama setelah ditinggalkan kekasih. Aku pun mendapat penolakan dari orang yang kusukai. Tapi, bukan berarti kita nggak pantas dicintai."

"Lalu? Apa rencanamu?"

"Tentu saja mencari cinta yang dapat menyembuhkan duniaku."

"Secepat itukah?"

"Nggak cepat kok. Aku sudah mengenalnya bertahun-tahun. Meskipun gadis itu sama sekali tidak paham akan perasaanku."

Dita terdiam. Mencerna maksud perkataan sahabatnya. Sepertinya ia tertinggal banyak cerita dari Putra. Sehingga tidak mengetahui sosok yang dimaksud olehnya.

"Idih.. Cepetan cerita! Siapa gadis beruntung itu?"

"Kamu."

Dita kembali terpaku. Mengetahui perasaan dari sahabatnya. Bukan hanya Putra, ia pun sebenarnya mempunyai perasaan yang sama. Hanya saja terlalu pintar menyembunyikannya.

"Aku harus bagaimana menanggapinya?"

"Ikuti kata hatimu," jawab Putra masih tersenyum simpul menatap wajah dari gadis yang bertahun-tahun disukainya.

Dita mendekat. Menarik wajah Putra hingga tidak ada jarak di antara mereka. Menikmati senja dengan perasaan hangat yang tiba-tiba muncul. Menciptakan percikan rasa yang membuncah.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Sepupu Romansa
Arbayahs
Flash
Cinta Mati
Permatasai
Flash
When Love Heal Our World
Hilda Resina
Novel
Inikah Cinta?
Affa Rain
Novel
GUE
Xhemillie
Flash
Perahu
Ahmad Muhaimin
Flash
MAHLIGAI CINTA
Kimijuliaaa
Cerpen
Remember Me
Dimas Hendra
Novel
Prankster Couple
Ayuni P
Novel
Bronze
Tajwid Cinta
Selvi Nofitasari
Novel
Gold
Mermaid Melody
Mizan Publishing
Novel
Friend Don't Kissing
Elisabet Erlias Purba
Flash
Jumpa lagi kita di Batavia
Lentera jingga
Novel
Bronze
Renji-Senara: Forbidden Bloom
Desy Cichika
Novel
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Rekomendasi
Flash
When Love Heal Our World
Hilda Resina
Flash
Behind The Scars
Hilda Resina
Flash
Bronze
The Heart that Have Been Broken Before
Hilda Resina
Flash
Surat Untukmu, Anakku
Hilda Resina
Flash
Perpisahan Paling Pahit
Hilda Resina
Flash
Bayi yang Tidak Pernah Dilahirkan
Hilda Resina
Novel
Alam Semesta
Hilda Resina
Cerpen
Pelukan Hangat Dinda
Hilda Resina
Cerpen
Bronze
Lentera Cinta Luna
Hilda Resina
Cerpen
Cinta dan Benci
Hilda Resina
Novel
Kisah Belum Tergoreskan
Hilda Resina
Cerpen
Dua Garis Menjadi Satu
Hilda Resina
Novel
Ruang Kosong
Hilda Resina
Novel
Rumah Tempatku Pulang
Hilda Resina