Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
CERITA HOROR BU BARIE
0
Suka
2,666
Dibaca

Bu Barie yang merupakan tetangga di belakang rumah Puput, datang berbelanja keperluan pokok di warung ibu Puput. Sambil memesan semua keperluannya, ia bercerita pada si pemilik warung agar suasana tidak terlalu monoton. Bu Barie bercerita bahwa pohon rambutan tua yang terletak tepat di samping rumah mereka sangatlah angker.

Sudah banyak warga sekitar yang mengalami kejadian mistis jika melewati pohon itu ketika malam hari. Tapi yang paling nyata adalah kejadian yang dialami suaminya.

"Waktu itu si sulung kami, Wina baru lahir. Jadi laki saya sama beberapa bapak-bapak lainnya duduk-duduk di depan rumah sambil merokok sambil ngobrol. Biasalah bapak-bapak. Sebenernya belum terlalu malam lah, paling masih jam 11 kurang.

Pas lagi asyik ngobrol sambil ketawa-ketawa eh ada yang ketawa juga, tapi suara cewek. Kan mereka semuanya laki tuh. Ada berapa tuh ya orang itu? Sekitaran 5 atau 6 orang lah. Kaget lah mereka kok ada suara cewek ketawa, sedangkan orang-orang udah pada sepi, udah gak ada yang di luar rumah. Tinggal mereka doang yang di luar. Tapi mereka gak gubris paling salah denger pikir mereka. Trus lanjut lagi dah tu pada ngobrol. Eh, ada yang ketawa lagi, suara cewek yang sama lagi. Celingak-celinguk lah mereka. Nongol dong tuh cewek, lagi nangkring di salah satu cabang batang gede tuh pohon rambutan. Kaget lah semuanya. Makin ketawa tuh cewek. Ngikik gitu suaranya. Mana melengking. Ngibrit balik ke rumah masing-masing tu pada. Ya termasuk suami saya." Tutur bu Barie mengisahkan.

"Ya Allah. Serem amat. Pantesan malem-malem kalo ngeliat ke arah situ tuh merinding." Ibu Puput ikut menimpali.

"Tu pohon kecapi seberang pohon rambutan juga ada kuntilanaknya. Tu dua pohon emang terkenal angker banget dari dulu. Udah banyak banget mah orang sini yang ngalamin ditampakin." Terang bu Barie kembali.

"Iya ya." Sahut ibu Puput menyimak kisah itu dengan seksama.

"Iya, mangkanya anak-anak jangan lewat situ kalo malem, takut nanti kesapa!" Saran bu Barie.

Bu Barie selesai membeli semua keperluannya. Semua barang belanjaan yang terbagi ke dalam 2 kantong plastik hitam itu ia tenteng setelah membayar pada pemilik warung. Selesai berbelanja, ia pulang kembali ke rumahnya melewati pohon rambutan tua itu. Hanya itu jalan satu-satunya menuju ke warung ibu Puput. Warung terlengkap, termurah dan terdekat dengan rumahnya hanyalah warung bu Puput. Ada perasaan ngeri saat bu Barie memandangi pohon tua itu. Untung saja saat itu hari masih pagi dan banyak orang yang berlalu lalang melewati jalan setapak itu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
CERITA HOROR BU BARIE
Sarjana MIPA
Novel
Gold
The Haunting of Hill House
Mizan Publishing
Flash
Suara Hati
Yitro
Cerpen
Bronze
MCK di Ujung Kampung
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ranjem
Rere Valencia
Novel
Gold
Fantasteen Mistery of Archelloite
Mizan Publishing
Flash
Arisa
Jasma Ryadi
Flash
Datang
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Rintih
Bksai
Novel
VAMANA
Hazsef
Cerpen
Bronze
Festival Terakhir
Nabilla Shafira
Novel
Gold
Fantasteen Haunted School
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Janin
Bksai
Cerpen
Bronze
AUL
Rian Nugraha
Rekomendasi
Flash
CERITA HOROR BU BARIE
Sarjana MIPA
Novel
RUMAH IMPIAN ASTI (based on true story)
Sarjana MIPA
Cerpen
MAS DIMA
Sarjana MIPA
Novel
NAMANYA FANDI SATRIA AJI (inspired by a true story)
Sarjana MIPA
Cerpen
RAHMA
Sarjana MIPA
Flash
AKIBAT MELALAIKAN SALAT MAGRIB
Sarjana MIPA
Flash
GOSIP MISTIS
Sarjana MIPA
Cerpen
SAHABATKU YANG CANTIK JELITA, INDAH
Sarjana MIPA
Cerpen
BULLYING
Sarjana MIPA
Flash
KISAH HOROR PENDI
Sarjana MIPA
Cerpen
MANUSIA
Sarjana MIPA
Cerpen
FRIENDZONE
Sarjana MIPA
Cerpen
Papa Muda yang Tampan dan Mapan
Sarjana MIPA