Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Aku Ini Presiden
0
Suka
12
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Kenapa, toh, le?" tanyaku pada seorang pemuda yang duduk bertopang dagu di kursi trotoar.

Ia tak menyadari kehadiranku makanya ia gelagapan saat aku menepuk pundaknya. "Oh, tidak, tidak apa-apa, Pak," katanya.

"Ndak, papa. Saya mau dengar kalau kamu mau cerita. Lagi pula saya suka dengar keluhan-keluhan masyarakat. Mereka suka menyampaikan aspirasinya, cuma, pejabat mana yang mau dengar orang kecil seperti mereka?"

Dahi pemuda itu mengerut dan mendekatkan kedua alisnya.

Aku tersenyum, garis di dahinya lurus kembali. "Yowis, kalau ndak mau. Padahal jarang loh, saya mau ngomong personal begini. Biasanya saya dikerumuni ibu-ibu minta susu, Bapak-bapak minta pupuk, guru-guru minta naik pangkat, bahkan pejabat-pejabat penjilat minta tunjangan."

Ternyata ia adalah seorang wartawan sebuah media lokal. Nasibnya sedang sial. Atasannya menggelapkan komisi pemuda ini yang didapatnya dari narasumber penting. Sialnya, selain haknya dirampas, ia juga didepak dari perusahaan tersebut karena berani menuntut sang atasan.

"Le, le, katanya sudah maju, kok manusia-manusianya tetap dungu?" Aku mencoba memulai obrolan memancing diskusi. Niatku murni supaya pemuda ini melupakan kegalauannya sejenak.

"Ya, begitulah, Pak." Ia memberi jeda, "Terima kasih, Pak, sudah menemani saya. Tapi maaf, kalau boleh tahu Bapak ini siapa, ya?"

Pastinya aku jadi kaget. Anak muda ini sehari-hari meliput berita. Berita saya banyak berseliweran di mana-mana, masa tidak mengenali saya? Apa karena saya pakai baju sederhana dan enggak bersama ajudan?

" Loh...loh.. piye, toh? Kamu enggak kenal saya? Saya loh presidenmu?" balasku heran.

"Aduh, maksudnya gimana, Pak?"

"Kamu ini, pantas kamu dipecat, wong kerjamu nggak becus," kesalku, "Saya ini ya presiden kamu. Orang nomor satu di negeri ini. Kamu beruntung loh ketemu saya."

Pemuda itu menggaruk-garuk kepalanya, kemudian menyatukan kedua telapak tangannya, "Maaf banget, Pak, saya hapal nama-nama presiden sampai yang kedelapan malah. Cuma seinget saya, Bapak bukan salah satunya."

"Kata siapa?" Aku menghardiknya, "Aku ini presiden," suaraku meninggi.

Pemuda itu cukup terkejut, membuatnya Ia buru-buru membereskan tasnya dan menghambur pergi. Mungkin dikiranya aku marah, padahal bukan. Aku cuma kaget saja. "Wartawan aneh, aku ini presiden, masa enggak tahu?" gumamku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Flash
Bronze
Kamu Pilih Siapa?
Reyan Bewinda
Flash
Bronze
Ngereh
Bksai
Flash
Bronze
Kamis Bahagia
Arif Holy
Cerpen
Bronze
Dravoryans: Kota Goblin, Monumen Es, dan Ranjau yang Dilupakan
Darian Reve
Cerpen
Pitak Di Kepala Suami
cahyo laras
Cerpen
Tahan Tawa Saat Boss Besar Jadi Meme Bergerak
cahyo laras
Flash
Gengsi! (Kebaikan Dari Ocehan Bunda)
Siddfen
Flash
Surat dari Masa Depan
Penulis N
Flash
Bronze
Reviewer Handal
Rere Valencia
Flash
Menahan Berak
Alviandromeda | DigitAlv
Cerpen
Jangan Ge-Er, Dia gitu ke semua orang
cahyo laras
Flash
Bronze
Aku lupa besok senin, selasa, rabu, kamis, jumaat, sabtu atau minggu
Okhie vellino erianto
Cerpen
Bronze
SURAT BUAT JEANY
Ranang Aji SP
Flash
SIRKUS HEMAT
Wulan Kashi
Rekomendasi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Flash
Penyerap Emosi
BANYUBIRU
Novel
Daftar Riwayat Luka
BANYUBIRU
Flash
Negeri Cermin
BANYUBIRU
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU