Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Aku Ini Presiden
1
Suka
1,820
Dibaca

"Kenapa, toh, le?" tanyaku pada seorang pemuda yang duduk bertopang dagu di kursi trotoar.

Ia tak menyadari kehadiranku makanya ia gelagapan saat aku menepuk pundaknya. "Oh, tidak, tidak apa-apa, Pak," katanya.

"Ndak, papa. Saya mau dengar kalau kamu mau cerita. Lagi pula saya suka dengar keluhan-keluhan masyarakat. Mereka suka menyampaikan aspirasinya, cuma, pejabat mana yang mau dengar orang kecil seperti mereka?"

Dahi pemuda itu mengerut dan mendekatkan kedua alisnya.

Aku tersenyum, garis di dahinya lurus kembali. "Yowis, kalau ndak mau. Padahal jarang loh, saya mau ngomong personal begini. Biasanya saya dikerumuni ibu-ibu minta susu, Bapak-bapak minta pupuk, guru-guru minta naik pangkat, bahkan pejabat-pejabat penjilat minta tunjangan."

Ternyata ia adalah seorang wartawan sebuah media lokal. Nasibnya sedang sial. Atasannya menggelapkan komisi pemuda ini yang didapatnya dari narasumber penting. Sialnya, selain haknya dirampas, ia juga didepak dari perusahaan tersebut karena berani menuntut sang atasan.

"Le, le, katanya sudah maju, kok manusia-manusianya tetap dungu?" Aku mencoba memulai obrolan memancing diskusi. Niatku murni supaya pemuda ini melupakan kegalauannya sejenak.

"Ya, begitulah, Pak." Ia memberi jeda, "Terima kasih, Pak, sudah menemani saya. Tapi maaf, kalau boleh tahu Bapak ini siapa, ya?"

Pastinya aku jadi kaget. Anak muda ini sehari-hari meliput berita. Berita saya banyak berseliweran di mana-mana, masa tidak mengenali saya? Apa karena saya pakai baju sederhana dan enggak bersama ajudan?

" Loh...loh.. piye, toh? Kamu enggak kenal saya? Saya loh presidenmu?" balasku heran.

"Aduh, maksudnya gimana, Pak?"

"Kamu ini, pantas kamu dipecat, wong kerjamu nggak becus," kesalku, "Saya ini ya presiden kamu. Orang nomor satu di negeri ini. Kamu beruntung loh ketemu saya."

Pemuda itu menggaruk-garuk kepalanya, kemudian menyatukan kedua telapak tangannya, "Maaf banget, Pak, saya hapal nama-nama presiden sampai yang kedelapan malah. Cuma seinget saya, Bapak bukan salah satunya."

"Kata siapa?" Aku menghardiknya, "Aku ini presiden," suaraku meninggi.

Pemuda itu cukup terkejut, membuatnya Ia buru-buru membereskan tasnya dan menghambur pergi. Mungkin dikiranya aku marah, padahal bukan. Aku cuma kaget saja. "Wartawan aneh, aku ini presiden, masa enggak tahu?" gumamku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Flash
Mas Gaje
Lirin Kartini
Flash
Bronze
Sepiring Nasi Pare
Silvarani
Komik
KAOS HITAM
moris avisena
Cerpen
Bronze
Masalah Seporsi Nasi, Konflik Sepuluh Negara
muhammad rio al fauzan
Flash
Katanya, Bisa Cantik Karena Bedak
Dita Xian
Flash
Obrolan Mengancam
Saifan Rahmatullah
Flash
Kejarlah Daku Kau Kutangkap
Steffi Adelin
Cerpen
Bronze
Tambatan Hati Arina
Aydiah
Flash
Menjadi Gagal Pun Masih Gagal
T. Filla
Flash
Kejutan Ulang Tahun
Lovaerina
Cerpen
Bronze
Kang Peras
Dewi Fortuna
Flash
Dua Karet
catzlinktristan
Cerpen
Ngajarin Istri Nge-Gym
cahyo laras
Flash
Bronze
Ngereh
Bksai
Rekomendasi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Flash
Suara-Suara
BANYUBIRU
Flash
Tak Hangat Lagi
BANYUBIRU
Flash
Monster
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Flash
Langkah yang Berani
BANYUBIRU
Flash
Selamat Bergabung
BANYUBIRU
Flash
Kata Orang
BANYUBIRU
Flash
Nggak Kenal
BANYUBIRU
Flash
Runyam
BANYUBIRU
Flash
Ular Berbisa
BANYUBIRU
Flash
Pesan Singkat
BANYUBIRU
Flash
Jangan Paksa Aku Berdoa
BANYUBIRU
Flash
Filter
BANYUBIRU
Flash
Kembang Api
BANYUBIRU