Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Aku Ini Presiden
1
Suka
1,030
Dibaca

"Kenapa, toh, le?" tanyaku pada seorang pemuda yang duduk bertopang dagu di kursi trotoar.

Ia tak menyadari kehadiranku makanya ia gelagapan saat aku menepuk pundaknya. "Oh, tidak, tidak apa-apa, Pak," katanya.

"Ndak, papa. Saya mau dengar kalau kamu mau cerita. Lagi pula saya suka dengar keluhan-keluhan masyarakat. Mereka suka menyampaikan aspirasinya, cuma, pejabat mana yang mau dengar orang kecil seperti mereka?"

Dahi pemuda itu mengerut dan mendekatkan kedua alisnya.

Aku tersenyum, garis di dahinya lurus kembali. "Yowis, kalau ndak mau. Padahal jarang loh, saya mau ngomong personal begini. Biasanya saya dikerumuni ibu-ibu minta susu, Bapak-bapak minta pupuk, guru-guru minta naik pangkat, bahkan pejabat-pejabat penjilat minta tunjangan."

Ternyata ia adalah seorang wartawan sebuah media lokal. Nasibnya sedang sial. Atasannya menggelapkan komisi pemuda ini yang didapatnya dari narasumber penting. Sialnya, selain haknya dirampas, ia juga didepak dari perusahaan tersebut karena berani menuntut sang atasan.

"Le, le, katanya sudah maju, kok manusia-manusianya tetap dungu?" Aku mencoba memulai obrolan memancing diskusi. Niatku murni supaya pemuda ini melupakan kegalauannya sejenak.

"Ya, begitulah, Pak." Ia memberi jeda, "Terima kasih, Pak, sudah menemani saya. Tapi maaf, kalau boleh tahu Bapak ini siapa, ya?"

Pastinya aku jadi kaget. Anak muda ini sehari-hari meliput berita. Berita saya banyak berseliweran di mana-mana, masa tidak mengenali saya? Apa karena saya pakai baju sederhana dan enggak bersama ajudan?

" Loh...loh.. piye, toh? Kamu enggak kenal saya? Saya loh presidenmu?" balasku heran.

"Aduh, maksudnya gimana, Pak?"

"Kamu ini, pantas kamu dipecat, wong kerjamu nggak becus," kesalku, "Saya ini ya presiden kamu. Orang nomor satu di negeri ini. Kamu beruntung loh ketemu saya."

Pemuda itu menggaruk-garuk kepalanya, kemudian menyatukan kedua telapak tangannya, "Maaf banget, Pak, saya hapal nama-nama presiden sampai yang kedelapan malah. Cuma seinget saya, Bapak bukan salah satunya."

"Kata siapa?" Aku menghardiknya, "Aku ini presiden," suaraku meninggi.

Pemuda itu cukup terkejut, membuatnya Ia buru-buru membereskan tasnya dan menghambur pergi. Mungkin dikiranya aku marah, padahal bukan. Aku cuma kaget saja. "Wartawan aneh, aku ini presiden, masa enggak tahu?" gumamku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Komik
Pabo Comic
moris avisena
Flash
Kejadian di Pasar
Kiara Hanifa Anindya
Flash
ADA NODA DI MIE MBA AYU
Aston V. Simbolon
Cerpen
Kerkom Chaos
raven orinn e
Flash
Bronze
Gimana? Okay, Kan?
Rere Valencia
Cerpen
Culture Shock! (Karna beda tetangga, beda pula aturan mainnya)
Estria Solihatun N
Flash
Ratih Dan Kereta Pagi
utamimi
Flash
Dodo
Seirene🍀
Komik
Magang Di Tempat Supervillains
Kyriepoda
Cerpen
Sabotase
Yudhi Herwibowo
Flash
Salah Bini
Lebah Bergantung
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Komik
Lovaiii
Ai Nur Asiah
Komik
Gold
Benyamin Biang Kerok
Kwikku Creator
Rekomendasi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Flash
Badai Tidak Akan Berlalu
BANYUBIRU
Flash
Pesan Singkat
BANYUBIRU
Flash
Kiri, Pak!
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Flash
Kata Orang
BANYUBIRU
Novel
Daftar Riwayat Luka
BANYUBIRU
Flash
Tak Hangat Lagi
BANYUBIRU
Flash
Filter
BANYUBIRU
Flash
Negeri Cermin
BANYUBIRU
Flash
Potret Masa Lalu
BANYUBIRU
Flash
Ular Berbisa
BANYUBIRU
Flash
Setting-an
BANYUBIRU
Flash
Selamat Bergabung
BANYUBIRU
Flash
Jangan Paksa Aku Berdoa
BANYUBIRU