Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Aku Ini Presiden
1
Suka
1,127
Dibaca

"Kenapa, toh, le?" tanyaku pada seorang pemuda yang duduk bertopang dagu di kursi trotoar.

Ia tak menyadari kehadiranku makanya ia gelagapan saat aku menepuk pundaknya. "Oh, tidak, tidak apa-apa, Pak," katanya.

"Ndak, papa. Saya mau dengar kalau kamu mau cerita. Lagi pula saya suka dengar keluhan-keluhan masyarakat. Mereka suka menyampaikan aspirasinya, cuma, pejabat mana yang mau dengar orang kecil seperti mereka?"

Dahi pemuda itu mengerut dan mendekatkan kedua alisnya.

Aku tersenyum, garis di dahinya lurus kembali. "Yowis, kalau ndak mau. Padahal jarang loh, saya mau ngomong personal begini. Biasanya saya dikerumuni ibu-ibu minta susu, Bapak-bapak minta pupuk, guru-guru minta naik pangkat, bahkan pejabat-pejabat penjilat minta tunjangan."

Ternyata ia adalah seorang wartawan sebuah media lokal. Nasibnya sedang sial. Atasannya menggelapkan komisi pemuda ini yang didapatnya dari narasumber penting. Sialnya, selain haknya dirampas, ia juga didepak dari perusahaan tersebut karena berani menuntut sang atasan.

"Le, le, katanya sudah maju, kok manusia-manusianya tetap dungu?" Aku mencoba memulai obrolan memancing diskusi. Niatku murni supaya pemuda ini melupakan kegalauannya sejenak.

"Ya, begitulah, Pak." Ia memberi jeda, "Terima kasih, Pak, sudah menemani saya. Tapi maaf, kalau boleh tahu Bapak ini siapa, ya?"

Pastinya aku jadi kaget. Anak muda ini sehari-hari meliput berita. Berita saya banyak berseliweran di mana-mana, masa tidak mengenali saya? Apa karena saya pakai baju sederhana dan enggak bersama ajudan?

" Loh...loh.. piye, toh? Kamu enggak kenal saya? Saya loh presidenmu?" balasku heran.

"Aduh, maksudnya gimana, Pak?"

"Kamu ini, pantas kamu dipecat, wong kerjamu nggak becus," kesalku, "Saya ini ya presiden kamu. Orang nomor satu di negeri ini. Kamu beruntung loh ketemu saya."

Pemuda itu menggaruk-garuk kepalanya, kemudian menyatukan kedua telapak tangannya, "Maaf banget, Pak, saya hapal nama-nama presiden sampai yang kedelapan malah. Cuma seinget saya, Bapak bukan salah satunya."

"Kata siapa?" Aku menghardiknya, "Aku ini presiden," suaraku meninggi.

Pemuda itu cukup terkejut, membuatnya Ia buru-buru membereskan tasnya dan menghambur pergi. Mungkin dikiranya aku marah, padahal bukan. Aku cuma kaget saja. "Wartawan aneh, aku ini presiden, masa enggak tahu?" gumamku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Flash
Hanya Sampah
Bima Kagumi
Flash
DENDAM PUKI
Aston V. Simbolon
Flash
Bronze
Siap, Noted, Pak!
Reyan Bewinda
Flash
Bukan Anak Durhaka
Nunik Farida
Cerpen
Bronze
Indekos
Nisa Dewi Kartika
Komik
Bronze
The Daily of ARLO
Anindosta Studios
Flash
Yolo
nirjana
Flash
Dua Karet
catzlinktristan
Cerpen
7 WAYS TO BE AN IDIOT BOSS
ken fauzy
Cerpen
Bronze
Peduli Upil
Hekto Kopter
Flash
Ketua RT Dadakan
Penulis N
Flash
DESTINY
Aston V. Simbolon
Komik
Bronze
My Comics
Syifa Azzahra
Flash
Bronze
Hantu Token Listrik
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Aku Ini Presiden
BANYUBIRU
Flash
Nggak Kenal
BANYUBIRU
Flash
Potret Masa Lalu
BANYUBIRU
Flash
Surat Ramalan
BANYUBIRU
Flash
Monster
BANYUBIRU
Flash
Kata Orang
BANYUBIRU
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Flash
Penyerap Emosi
BANYUBIRU
Flash
Jangan Paksa Aku Berdoa
BANYUBIRU
Flash
Negeri Cermin
BANYUBIRU
Flash
Tak Hangat Lagi
BANYUBIRU
Flash
Bersemi
BANYUBIRU
Flash
Kembang Api
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Flash
Kiri, Pak!
BANYUBIRU