Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Ungkapan Nendra
0
Suka
6,539
Dibaca

"Hai, Els!" Suara sapaan dari seseorang membuatku mendengus malas. Langkahku terhenti, tapi wajah ini terasa berat untuk sekedar mendongak dan melihat sekilas pada sosok bertubuh tinggi di hadapanku.

Namanya Nendra, adik kelas yang suka banyak tingkah akhir-akhir ini. Bahkan, bibir tipisnya itu terlalu sungkan untuk memanggil "Kak" pada para senior di sekolah, terutama padaku.

"Ada apa?" tanyaku menunjukkan tampang secuek mungkin.

"Sepulang sekolah nanti ketemu, yuk?" ajak Nendra dengan senyum cerah di wajahnya.

"Nggak bisa," tolakku tanpa perlawanan.

"Aku mau ungkapin perasaan sama kamu," balas Nendra membuatku balas menatap mata memelas milik anak itu. Sepertinya memang ada yang salah dengan anak ini, pikirku. Sikap dan tutur kata yang terlalu kekanakan membuatku menyayangkan paras tampan yang harus dimilikinya.

"Perasaan apa?" tanyaku masih dengan tatapan mendelik tajam.

"Perasaan suka," jawab Nendra enteng. Jujur aku tidak terbawa perasaan, tapi kegigihannya dalam beberapa hari ini mendekatiku cukup untuk mendapat simpati.

"Nendra, mending stop, deh! Perasaanmu tidak terbalas," ucapku sengaja untuk mengusirnya. Nendra menampakkan raut sedih lantas berpaling dan berbalik memunggungiku. Ada sedikit perasaan bersalah. Tapi, aku memilih abai.

 Nendra melangkah pergi, meninggalkanku yang masih mematung membiarkannya berjalan lebih jauh.

Sampai di kelas, aku cukup terkejut karena melihat ada Nendra yang duduk tenang di bangku yang biasa kutempati. Dia menatap lurus padaku tanpa rasa takut. Padahal ini bukan ruang kelas miliknya, tapi dia sesantai itu. Bahkan, aku juga heran, kenapa teman-teman membiarkan Nendra di sini?

"Kamu salah kelas?" tanyaku begitu sampai di dekat Nendra. Tidak segera ada jawaban, tatapannya masih mengunci pandanganku yang sedang tampak bingung.

"Aku menunggu Mentari," jawab Nendra. Aku tidak menyangka jawaban itu yang keluar dari mulutnya. Mentari memang teman satu kelasku. Jadi, apa hubungannya dengan Nendra?

"Mereka udah jadian, Els!" Jawaban itu membuatku menoleh, Bintang yang mengatakannya, dia sahabat Mentari di kelas. Aku menelan ludah perlahan, lalu kembali menoleh pada Nendra yang kini sudah berdiri. Tanpa mengatakan apa pun padaku, dia melangkah pergi, keluar dari ruang kelas dan menyisakan pertanyaan yang hanya sempat terutara dalam hati.

"Bukannya tadi dia bilang suka padaku?" tanyaku pada diri sendiri.

End

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Cinta Yang Dirindukan Surga
DENI WIJAYA
Novel
Gold
9 Weddings & A Wish
Noura Publishing
Novel
Bronze
Impian Mars
jangmi eileen
Flash
Ungkapan Nendra
Deasy Astari Dawangga
Flash
Lentera yang Meredup Ketika Rintik Memanggilnya
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Skrip Film
Pacar Masa Lalu
Sathya Vahini
Flash
Bronze
Ketika Asmaramu Meredup...
Shabrina Farha Nisa
Cerpen
Bronze
Home
Rama Sudeta A
Novel
AFEKSI
Erisa Vindia
Novel
Bronze
SATRIA
Siti Handriani
Novel
Sejati
Deden Darmawan
Novel
Gold
Silent Love
Bentang Pustaka
Novel
Utuh tak Berjeda
Innuri Sulamono
Novel
Satu Cinta untuk Selamanya
Annisa Nur Adhaniyah
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Rekomendasi
Flash
Ungkapan Nendra
Deasy Astari Dawangga
Novel
Bronze
Cinta, Belum Berakhir?
Deasy Astari Dawangga
Cerpen
Bronze
Dipaksa Berjodoh
Deasy Astari Dawangga
Novel
MARLIN Story
Deasy Astari Dawangga
Novel
Bronze
TAHTA
Deasy Astari Dawangga
Cerpen
Bronze
Dinding di Dalam Kamar
Deasy Astari Dawangga
Flash
Bronze
Menghadapi Sebuah Pilihan: Wisuda atau Menikah?
Deasy Astari Dawangga