Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Cincin Antik
0
Suka
451
Dibaca

“Aku bisa mengabulkan permintaanmu dalam satu jentikan jari.” Miko mengatakannya penuh percaya diri. Ia baru saja memamerkan sebuah cincin antik dari perunggu. Ada semacam motif atau ukiran yang tak bisa kulihat dengan jelas. Cincin itu sekarang melingkar pada jari manis Miko berkat seorang kolektor barang antik yang tiba-tiba memberinya secara cuma-cuma.

“Jaman sekarang, masa masih ada yang begituan?” tanyaku tidak percaya. “Coba buktikan.” Aku menantangnya.

“Cara mainnya bukan begitu. Aku tidak bisa meminta untuk diriku sendiri. Aku hanya bisa mengabulkan permintaan orang lain.”

“Aneh. Apa istimewanya kalau begitu?”

“Aneh, apanya? Justru mulia, bro. Nih, ya, sekalipun aku punya barang ini, aku enggak bisa pake sembarangan. Kalau aku mau sesuatu, aku perlu minta tolong pada orang lain. Rendah hati sekali, bukan? Aku bisa menolong orang lain dengan mudah. Kalau aku baik, mereka juga pasti mau membantuku memenuhi permintaanku.”

Aku menatap Miko untuk sesaat. Ia masih tampak bersemangat. Tiba-tiba terlintas sebuah ide. “Oke, ayo kita coba.”

Miko mengulurkan tangannya. Kemudian ia menjelaskan aturan lainnya bahwa pemohon harus bisa menyelesaikan permohonannya dalam waktu sepuluh detik saja. Aku menyanggupinya lalu menjabat tangannya. Miko menganggukkan kepalanya memberi isyarat mulai.

Aku menarik napas panjang untuk ancang-ancang, “Aku ingin hidup tenang. Jauh dari teman-temanku yang toksik, termasuk Miko yang ada di hadapanku sekarang.”

Untuk sepersekian detik aku melihat wajah kaget dan mata melotot Miko. Dadanya naik seperti hendak menyemburku dengan umpatan seperti biasanya. Namun, umpatan Miko tak muncul ke permukaan bersamaan dengan wujudnya yang telah lenyap entah ke mana.

Cincin antik katuh berdenting membentur lantai keramik. Aku memungutnya dan mengenakannya di jari manis. Sampai sekarang aku sangat menjaga cincin itu agar tak jatuh ke tangan orang yang salah. Aku tak ingin sepuluh detik terakhir bersama Miko terulang hanya karena bercanda.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU
Novel
Bronze
Kuda Bisik~Novel~
Herman Siem
Novel
NAPAS TERAKHIR
Maria Merianti Boru Malau
Novel
Bronze
KUNCEN
Deeta Pratiwi
Novel
Psycho | TXT
Puput Dwi Aryanti
Komik
NOCTURNAL
Alien Witchcraft
Flash
Bronze
Hantu Bosan
Sulistiyo Suparno
Novel
Gold
Fantasteen Diary of March
Mizan Publishing
Cerpen
Hantu sialan
Firmansyah Slamet
Flash
ANGGORO KASIH
Endah Wahyuningtyas
Flash
Reminisce You, Rossi
Fann Ardian
Novel
Gold
Kagome-Kagome
Noura Publishing
Novel
Gadis Merah
Andam Aulia
Novel
29 (Dua Puluh Sembilan)
Sri Winarti
Komik
Bronze
EQUAL
Sukir Subar
Rekomendasi
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU
Flash
Keluarga
BANYUBIRU
Flash
Potret Masa Lalu
BANYUBIRU
Flash
Kata Orang
BANYUBIRU
Flash
Pesan Singkat
BANYUBIRU
Flash
Langkah yang Berani
BANYUBIRU
Novel
Daftar Riwayat Luka
BANYUBIRU
Flash
Surat Ramalan
BANYUBIRU
Flash
Di Atas Motor
BANYUBIRU
Flash
Boneka Beruang
BANYUBIRU
Flash
Monster
BANYUBIRU
Flash
Badai Tidak Akan Berlalu
BANYUBIRU
Flash
Memulai Ulang
BANYUBIRU
Flash
Suara-Suara
BANYUBIRU
Flash
Bersemi
BANYUBIRU