Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Cincin Antik
0
Suka
1,863
Dibaca

“Aku bisa mengabulkan permintaanmu dalam satu jentikan jari.” Miko mengatakannya penuh percaya diri. Ia baru saja memamerkan sebuah cincin antik dari perunggu. Ada semacam motif atau ukiran yang tak bisa kulihat dengan jelas. Cincin itu sekarang melingkar pada jari manis Miko berkat seorang kolektor barang antik yang tiba-tiba memberinya secara cuma-cuma.

“Jaman sekarang, masa masih ada yang begituan?” tanyaku tidak percaya. “Coba buktikan.” Aku menantangnya.

“Cara mainnya bukan begitu. Aku tidak bisa meminta untuk diriku sendiri. Aku hanya bisa mengabulkan permintaan orang lain.”

“Aneh. Apa istimewanya kalau begitu?”

“Aneh, apanya? Justru mulia, bro. Nih, ya, sekalipun aku punya barang ini, aku enggak bisa pake sembarangan. Kalau aku mau sesuatu, aku perlu minta tolong pada orang lain. Rendah hati sekali, bukan? Aku bisa menolong orang lain dengan mudah. Kalau aku baik, mereka juga pasti mau membantuku memenuhi permintaanku.”

Aku menatap Miko untuk sesaat. Ia masih tampak bersemangat. Tiba-tiba terlintas sebuah ide. “Oke, ayo kita coba.”

Miko mengulurkan tangannya. Kemudian ia menjelaskan aturan lainnya bahwa pemohon harus bisa menyelesaikan permohonannya dalam waktu sepuluh detik saja. Aku menyanggupinya lalu menjabat tangannya. Miko menganggukkan kepalanya memberi isyarat mulai.

Aku menarik napas panjang untuk ancang-ancang, “Aku ingin hidup tenang. Jauh dari teman-temanku yang toksik, termasuk Miko yang ada di hadapanku sekarang.”

Untuk sepersekian detik aku melihat wajah kaget dan mata melotot Miko. Dadanya naik seperti hendak menyemburku dengan umpatan seperti biasanya. Namun, umpatan Miko tak muncul ke permukaan bersamaan dengan wujudnya yang telah lenyap entah ke mana.

Cincin antik katuh berdenting membentur lantai keramik. Aku memungutnya dan mengenakannya di jari manis. Sampai sekarang aku sangat menjaga cincin itu agar tak jatuh ke tangan orang yang salah. Aku tak ingin sepuluh detik terakhir bersama Miko terulang hanya karena bercanda.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU
Novel
Gold
Sing, Unburied, Sing
Mizan Publishing
Novel
Tragedi Cinta Segitiga
Muhammad Azril
Novel
MISTERI PAVILIUN KAWEDANAN
Heru Sanjaya
Novel
Inner Eye
Khoirun Nisa
Flash
Pondok Bulan
Dania Oryzana
Novel
Bronze
Mystery Books Factory
Ananda Putri Safitri
Flash
Bronze
Sehidup, Semati
Shabrina Farha Nisa
Novel
Mantra Pengikat Roh Di Pedalaman Kalimantan
Achmad Benbela
Novel
Sahabat Semati
winda nurdiana
Flash
Sesuatu di bawah Tempat Tidur
D.Agustin
Novel
Selasa Pukul 03.00
Anggi Gayatri Purba
Novel
Bronze
ARWAH PENJEMPUT KENANGAN (5 Kisah Misteri di Masa Pandemi)
Darryllah Itoe
Novel
Deal with The Devil
bileikha
Cerpen
Bronze
Bayangan di Benteng Batupasi
Risti Windri Pabendan
Rekomendasi
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU
Flash
Kiri, Pak!
BANYUBIRU
Novel
Daftar Riwayat Luka
BANYUBIRU
Flash
Titik Buta
BANYUBIRU
Flash
Boneka Beruang
BANYUBIRU
Flash
Jangan Paksa Aku Berdoa
BANYUBIRU
Flash
Filter
BANYUBIRU
Flash
Keluarga
BANYUBIRU
Flash
Bersemi
BANYUBIRU
Flash
Kembang Api
BANYUBIRU
Flash
Potret Masa Lalu
BANYUBIRU
Flash
Pesan Singkat
BANYUBIRU
Flash
Tak Hangat Lagi
BANYUBIRU
Flash
Suara-Suara
BANYUBIRU
Flash
Ular Berbisa
BANYUBIRU