Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Payung
13
Suka
29,930
Dibaca

Ketika payung patah, sobek bahkan terbelah.

Tetes hujan merembes, membasahi, bahkan menggenangi.

"Kenapa Bu, kenapa kita tidak lari," tanya Dinar terisak.

Yang ditanya diam seribu bahasa, hanya menunduk menatap memar di lengannya yang sudah membiru.

***

Suara penyiar berita begitu antusias membacakan ramalan cuaca hari ini.

"Cuaca di kabupaten P cerah, tentunya kita bisa bersiap-siap melakukan aktivitas di luar, berlibur ataupun berkumpul dengan keluarga tercinta."

"Keluarga," kutuk Dinar, segera dia memindahkan saluran televisi dan melempar remote ke lantai.

Mendengar suara benda jatuh, Ibunya segera menghampirinya.

"Suara apa tadi?"tanyanya.

"Aku muak Bu, kenapa Ibu harus membiarkan payung yang sobek dan patah ini, sebagai tempat berlindung. Bukankah sebaiknya kita menggantinya dengan yang baru".

"Ibu bisa menjahitnya sayang," jawab Ibunya berlinang air mata dan menatap lekat mata anaknya yang masih berusia sepuluh tahun itu.

"Kelak kau akan mengerti," ucapnya dalam hati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kopi , senja ,mules?
BlackTruffleGvrl
Flash
Payung
Miley Ann Hasneni
Novel
Seperti awan,hujan dan ombak
athifsyaa
Novel
Bronze
Senja Tanpa Jingga
tommy
Novel
Si Bad Boy (Bucin)
Alexandra Milenius
Novel
Gold
Terobsesi bungkus, lupa akan isi
Bentang Pustaka
Novel
Di Rumah Saja
Kenon BB
Novel
Roti dan Kopi
Rahmi Djafar
Skrip Film
Anggrek Bulan di Tengah Malam
Noen Indraputra
Flash
Jika
Selvi Diana Paramitha
Flash
Selenophile
Melia
Flash
Mendedah Mimpi Warhol
Foggy FF
Cerpen
Bronze
CARA KAWUL MERAYAKAN LEBARAN
fileski
Cerpen
Bronze
Mukenah untuk Ibu
AndikaP
Cerpen
Bronze
Alasan yang Tak Pernah Hilang
Mochammad Ikhsan Maulana
Rekomendasi
Flash
Payung
Miley Ann Hasneni
Flash
MONYET DI POHON SAWIT
Miley Ann Hasneni