Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Teduh yang Tak Pernah Kupilih
2
Suka
6,764
Dibaca

Suara sendok dan piring beradu di heningnya meja makan.

"Tahun ini kamu sudah 30 tahun. Mau berapa lama lagi?"

Topik yang selalu diulang oleh orang tuanya. Tentang pernikahan.

"Mama capek jawab kalau orang tanya kapan kamu menikah. Mama juga ingin gendong cucu."

Arunika hanya diam seperti yang lalu-lalu. Dia melirik ke ponselnya yang menampilkan pesan dari Bayu.

"Cicilan hutang ayah belum lunas. Sebentar lagi, sabar ya."

Arunika tahu bahwa bersama Bayu tidak akan mudah. Bayu adalah anak tunggal yang berjuang melunasi hutang orang tuanya. Tapi ini sudah tujuh tahun. Janji sebentar sudah berkali-kali terucap dari mulut Bayu.

Bukannya ia tidak ingin menunggu. Namun ini sudah terlalu lama. Dia juga ingin menikah dan memiliki keluarga kecil seperti orang lain.

"Sudahlah, Nak. Kalian putus saja. Lagipula ada Tio yang sudah menunggumu."

Tio. Nama itu tidak asing. Anak rekan bisnis ayahnya. Mapan. Tampan. Sopan setiap kali bertandang ke rumah dengan buah tangan yang tidak pernah murah. Senyumnya selalu hadir di setiap acara keluarga, matanya selalu mencari Arunika di antara kerumunan.

"Pikirkan masa depanmu," tambah ayahnya tanpa mengangkat wajah dari koran.

Malam itu Arunika mengetik pesan untuk Bayu. Dihapus. Diketik lagi. Dihapus lagi.

Akhirnya ia hanya mengirim: "Kita perlu bicara."

Balasan datang tiga jam kemudian. "Maaf baru balas. Habis lembur. Besok ya?"

Besok yang mana, Arunika tidak tahu lagi.

***

Pernikahan itu berlangsung di bulan Mei.

Gaun putihnya mewah. Pelaminannya megah. Tio menggenggam tangannya dengan mantap saat mengucap janji.

Arunika tersenyum untuk semua tamu. Untuk kamera. Untuk mama yang akhirnya bisa menjawab pertanyaan tetangga.

Tapi ketika mata mereka bertemu, Arunika mencari sesuatu. Kehangatan yang pernah ia rasakan saat Bayu membelikannya teh hangat di pinggir jalan setelah lembur. Debaran saat nama Bayu muncul di layar ponsel.

Tidak ada.

Yang ada hanya kedamaian yang aneh. Seperti kolam tanpa riak.

Tiga tahun kemudian, Arunika duduk di balkon rumah besarnya. Anak pertamanya tidur di kamar dengan baby monitor menyala sedangkan Tio sedang dinas ke Singapura.

Hidupnya sempurna. Rumah luas. Mobil mewah. Suami yang tidak pernah membantah. Ibu mertua yang menyayanginya.

Ponselnya bergetar. Notifikasi Instagram. Bayu Pratama baru saja memposting foto.

Jarinya bergerak sendiri. Foto itu menampilkan Bayu—lebih kurus, tapi tersenyum lebar—di depan kedai kopi kecil dengan papan nama: Kopi Sebentar Lagi.

"Akhirnya buka juga. Terima kasih untuk semua yang pernah percaya."

Arunika menatap layar itu lama. Ia teringat bagaimana Bayu selalu bercerita tentang mimpinya membuka kedai kopi. Bagaimana mereka pernah menggambar denah kedai itu di tisu restoran murahan. Bagaimana Bayu berjanji akan melamarnya di sana.

Sebentar lagi. Ternyata sebentar memang datang. Hanya saja, Arunika sudah tidak ada di sana untuk menyaksikannya.

Malam itu, Tio menelepon dari Singapura.

"Kamu sudah makan?"

"Sudah."

"Rafa sudah tidur?"

"Sudah."

"Ya sudah. Aku juga mau istirahat. Besok meeting pagi."

"Oke."

Telepon ditutup tanpa kata aku cinta kamu. Memang tidak pernah ada. Tapi Arunika tidak pernah merasa kehilangan—karena memang sejak awal ia tidak pernah mencarinya.

Ia menatap langit Jakarta yang kelabu. Hidupnya teduh. Aman dari badai. Terlindung dari hujan. Tapi kadang, di malam-malam seperti ini Arunika bertanya-tanya, "apa rasanya basah kuyup bersama orang yang tepat, daripada selamanya kering di bawah atap yang salah?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Teduh yang Tak Pernah Kupilih
Sekar Kinanthi
Cerpen
Bronze
Cinta di bawah langit yang sama
BT family
Novel
SUPER JEALOUS
Frasyahira
Novel
Bronze
You X
A. Djoyo Mulyono
Novel
Bronze
Love story
Ciplukzz
Novel
Gold
Rival
Bentang Pustaka
Komik
Bronze
I Love You, Nirmala
fitriana sabicer
Skrip Film
Chat dari Siapa?
Leni Juliany
Novel
Gold
The Prince's Escape
Mizan Publishing
Novel
Prison
zainab najmia
Novel
Calon Imam
Fadhillah Hanum
Novel
Kurma
Faiz el Faza
Cerpen
Kamu Adalah Bukti Tentang Terang dan Gelapnya Hidup ini
Sayidina Ali
Flash
You Must (Not) Love Me
Silvia
Flash
STORY OF GERBERA
lidia afrianti
Rekomendasi
Flash
Teduh yang Tak Pernah Kupilih
Sekar Kinanthi
Flash
Keluargaku di Garis Takdir Lain
Sekar Kinanthi
Flash
Jiwa yang Dikucilkan
Sekar Kinanthi
Flash
Keadilan Terakhir
Sekar Kinanthi
Flash
Hadiah dari Bumi
Sekar Kinanthi
Flash
Hati yang Ingin Pulang
Sekar Kinanthi
Novel
Jebakan Cinta Sang Pewaris
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Tidak Boleh Kutinggali
Sekar Kinanthi
Flash
Selamat Ulang Tahun, Rara
Sekar Kinanthi
Cerpen
Garis Luka: Prequel Ketika Langit Salah Dengar
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Jiwa yang Hilang
Sekar Kinanthi
Flash
Selamanya 24 di 24 November
Sekar Kinanthi
Flash
Jebakan Cinta Sang Pewaris
Sekar Kinanthi
Cerpen
Pacar Pura-Pura
Sekar Kinanthi
Flash
Raga Milik Bumi
Sekar Kinanthi