Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Jas Hujan
2
Suka
6,037
Dibaca

Ketika hujan tiba dan bapak hanya membawa satu jas hujan kelelawar, aku terpaksa menjadi korban. Badanku tertutup jas hujan dengan kepala menunduk. Aku tidak bisa melihat jalanan. Hanya bisa melihat tetesan hujan yang mencium aspal. Posisi yang tidak nyaman ini membuat leherku sakit sekali.

Bapak hanya diam di sepanjang jalan. Motornya dikendarai begitu pelan. Sepanjang perjalanan tanganku mencoba keluar mengecek kuantitas hujan sambil menebak-nebak sudah sampai manakah kami.

Belokan pertama, aku tahu ini di pasar. Belokan ke dua, aku tahu ini di jembatan. Belokan terakhir, harusnya kami sudah sampai rumah, tetapi mengapa motor bapak tidak berhenti?

Perasaanku menjadi tidak enak. Bapak akan membawaku ke mana?

Satu belokan yang tidak ku ketahui posisinya. Motor bapak semakin melaju menjauh dari rumah. Pikiranku jadi menebak-nebak. Aku merasa bapak sedang memberikan kejutan sebab pertanyaanku tidak dijawab.

Tebakan pertama, bapak membawaku ke rumah baru. Siapa tahu ternyata bapakku orang kaya.

Tebakan kedua, bapak membawaku ke restoran. Aku diperbolehkan memakan berapa pun potong ayam krispi. Terdengar menggiurkan. Aku sampai meneguk ludah.

Tebakan ketiga, bapak membawaku ke toko buku. Sebentar lagi aku akan berulang tahun. Mungkin bapak akan membebaskanku membeli buku sebanyak yang aku mau.

Semakin jauh motor bapak melaju, semakin berdebar jantungku. Kira-kira mana tebakanku yang benar?

Akhirnya motor bapak berhenti.

"Mas gorengan 10 ribu nggih campur."

Buyar sudah harapanku. Tidak ada rumah baru, tidak ada ayam krispi, dan tidak ada buku baru.

"Ibumu nyidam ote-ote. Kamu mau gorengan apa, Nduk?" tanya bapak kepadaku yang masih menundukkan kepala di bawah jas hujan.

Aku menghela napas besar. Hujan-hujan begini memang cocok makan yang hangat. "Pisang goreng, Pak."

Huh, setidaknya aku dapat pisang goreng hangat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Lukisan Jiwa Raga
DAMAIZANNE
Flash
Jas Hujan
Alifia Sastia
Novel
Arjuna (Menata Mimpi, Menjalani Takdir)
Puspa Artheria
Skrip Film
Seekor Sahabat
Diaksa Adhistra
Flash
Bronze
Conversation 1
mahes.varaa
Flash
Berdoa yang Sederhana Saja
Sulistiyo Suparno
Flash
Happy Birthday 24
Rumpang Tanya
Cerpen
Bronze
Sekuntum Mawar Berdarah
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
ANAK
Iman Siputra
Flash
Bronze
VESPA UNTUK AYAH
Emma Kulzum
Flash
Yang Gila Disini Siapa?
Linggarjati Bratawati
Novel
Bronze
JIGAR & RISMA
Ellit Wijaya
Novel
Diandra
D
Skrip Film
Tuhan Yesus Sembuhkan Luka Batinku (Skrip)
Asti Pravitasari
Novel
Bronze
One Persen Of People
Sylvia Y
Rekomendasi
Flash
Jas Hujan
Alifia Sastia
Flash
Tangan Kanan
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Saklar
Alifia Sastia
Novel
Bronze
Hard for Me
Alifia Sastia
Skrip Film
Keluarga Tanpa Ibu (Script)
Alifia Sastia
Flash
Surga di Telapak Kakiku
Alifia Sastia
Flash
Jam Malam
Alifia Sastia
Flash
Warisan Turun Temurun
Alifia Sastia
Flash
Puber
Alifia Sastia
Flash
Headset Kabel dan Lagu Jelek
Alifia Sastia
Flash
Orang Gila
Alifia Sastia
Flash
Anak Durhaka
Alifia Sastia