Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Jas Hujan
2
Suka
7,767
Dibaca

Ketika hujan tiba dan bapak hanya membawa satu jas hujan kelelawar, aku terpaksa menjadi korban. Badanku tertutup jas hujan dengan kepala menunduk. Aku tidak bisa melihat jalanan. Hanya bisa melihat tetesan hujan yang mencium aspal. Posisi yang tidak nyaman ini membuat leherku sakit sekali.

Bapak hanya diam di sepanjang jalan. Motornya dikendarai begitu pelan. Sepanjang perjalanan tanganku mencoba keluar mengecek kuantitas hujan sambil menebak-nebak sudah sampai manakah kami.

Belokan pertama, aku tahu ini di pasar. Belokan ke dua, aku tahu ini di jembatan. Belokan terakhir, harusnya kami sudah sampai rumah, tetapi mengapa motor bapak tidak berhenti?

Perasaanku menjadi tidak enak. Bapak akan membawaku ke mana?

Satu belokan yang tidak ku ketahui posisinya. Motor bapak semakin melaju menjauh dari rumah. Pikiranku jadi menebak-nebak. Aku merasa bapak sedang memberikan kejutan sebab pertanyaanku tidak dijawab.

Tebakan pertama, bapak membawaku ke rumah baru. Siapa tahu ternyata bapakku orang kaya.

Tebakan kedua, bapak membawaku ke restoran. Aku diperbolehkan memakan berapa pun potong ayam krispi. Terdengar menggiurkan. Aku sampai meneguk ludah.

Tebakan ketiga, bapak membawaku ke toko buku. Sebentar lagi aku akan berulang tahun. Mungkin bapak akan membebaskanku membeli buku sebanyak yang aku mau.

Semakin jauh motor bapak melaju, semakin berdebar jantungku. Kira-kira mana tebakanku yang benar?

Akhirnya motor bapak berhenti.

"Mas gorengan 10 ribu nggih campur."

Buyar sudah harapanku. Tidak ada rumah baru, tidak ada ayam krispi, dan tidak ada buku baru.

"Ibumu nyidam ote-ote. Kamu mau gorengan apa, Nduk?" tanya bapak kepadaku yang masih menundukkan kepala di bawah jas hujan.

Aku menghela napas besar. Hujan-hujan begini memang cocok makan yang hangat. "Pisang goreng, Pak."

Huh, setidaknya aku dapat pisang goreng hangat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
keluarga
alditaher
Novel
Atap Teduh di Ibu Kota
Mayola Amanda
Flash
Just Go
Azuma.H
Flash
Jas Hujan
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Prasangka Setelah Tragedi
Rere Valencia
Flash
Jalan Panjang Berbintang
Martha Z. ElKutuby
Flash
Bronze
Gadis Panggilan di Pelataran Masjid
Sulistiyo Suparno
Flash
Kucing & Overthinking
Dwi Budiase
Flash
Keluargaku di Garis Takdir Lain
Sekar Kinanthi
Novel
Bronze
Katalis Kata
Aliha Ardila
Novel
Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga
Nurruh Rohmah
Skrip Film
Break A Leg! (Literally) - Script
Nunahsana
Flash
Bronze
Gadis Berkalung Tasbih
Herman Sim
Flash
Bronze
Terserah
Reyan Bewinda
Novel
Renjana untuk Nirmala
Rifah Khodijah
Rekomendasi
Flash
Jas Hujan
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Saklar
Alifia Sastia
Flash
Tangan Kanan
Alifia Sastia
Flash
Orang Gila
Alifia Sastia
Flash
Puber
Alifia Sastia
Flash
Surga di Telapak Kakiku
Alifia Sastia
Novel
Bronze
Hard for Me
Alifia Sastia
Flash
Warisan Turun Temurun
Alifia Sastia
Flash
Headset Kabel dan Lagu Jelek
Alifia Sastia
Flash
Jam Malam
Alifia Sastia
Flash
Anak Durhaka
Alifia Sastia
Skrip Film
Keluarga Tanpa Ibu (Script)
Alifia Sastia