Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Puber
0
Suka
8
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Buah dadaku sudah membesar sebesar buah apel. Sekitar tiga bulan lalu aku mendapatkan haid pertamaku. Warnanya merah sekali membuatku hampir pingsan. Untung saja ada ibu yang menemaniku menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhku. Ibu mengajariku mengenakan pembalut dengan benar, membungkus pembalut yang sudah terpakai agar darahnya tidak bercecer, serta cara mencuci celana dalam dari darah haid yang membandel.

Kata ibu begini ketika aku menangis mendapati tubuhku menjadi aneh, "Itu tandanya kamu sudah besar, Nduk. Sudah puber. Kamu akan jadi cantik seperti ibu."

Bibirku melengkung mendengarnya. Aku ingin sekali menjadi cantik seperti ibu. Memakai bibir semerah cabai, pergi ke salon untuk meluruskan rambut, pakai sepatu berhak tinggi yang bikin kaki pegal linu, lalu pergi arisan setiap minggu sambil menenteng tas kecil yang selalu berbeda warnanya.

Kini aku sedang belajar menjadi ibu. Mengoleskan cabai rasa stroberi di bibir keringku, mencatok rambutku dari subuh sebab belum punya uang pergi ke salon, pakai flatshoes karena tidak ingin kakiku pegal linu, serta menyelempangkan tas merah muda yang ku beli di pasar malam.

Aku akan pergi kencan. Teman laki-laki yang mengajakku sudah menunggu di depan rumah. Jantungku berdegup kencang mendengar suara motornya. Rasanya aneh sekali seperti ingin terbang.

Sebelum pergi kencan, aku pergi ke kamar ibu untuk berpamitan. Tetapi aku urungkan karena mendengar suara pria lain dari dalam kamar. Bapak sedang pergi memancing. Jadi suara pria siapa yang berbicara "Dandan yang cantik sayang. Aku jemput di perempatan biasanya. I love you" di dalam kamar ibuku?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
CINTA SMP (Sakitnya Patah Hati)
Yattis Ai
Flash
Puber
Alifia Sastia
Novel
Guerre
Franches Cila
Novel
RYDER UNTUK ARTHUR
Lilis Alfina Suryaningsih
Flash
Stay Healed, Tetap Semangat Apapun Yang Terjadi
winda aprillia
Cerpen
Bronze
Nuraini
Refy
Novel
FILANTROPI Putih-Abu
Nada Lingga Afrili
Skrip Film
Nge-Band! 106
Yorandy Milan Soraga
Flash
Bronze
Sesaat Aku Bertahan Untuk Pergi
alyaandita
Flash
FACE RECOGNITION
Xianli Sun
Novel
Déanach
NarayaAlina
Novel
Bronze
Wo Ai Ni "Novel"
Herman Siem
Novel
Kreator & Kacamata - The Anthology
Kosong/Satu
Flash
Bronze
Diagnosis
Gia Oro
Flash
Waktu
Ika nurpitasari
Rekomendasi
Flash
Puber
Alifia Sastia
Flash
Orang Gila
Alifia Sastia
Flash
Warisan Turun Temurun
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Anak Durhaka
Alifia Sastia
Novel
Bronze
Darah Dibalas Dara
Alifia Sastia
Flash
Saklar
Alifia Sastia
Skrip Film
Keluarga Tanpa Ibu (Script)
Alifia Sastia
Novel
Bronze
Hard for Me
Alifia Sastia